alexametrics
25.6 C
Kudus
Thursday, August 4, 2022

Masih Dikaji, Pemkab Jepara Dukung Keberadaan BNN Kabupaten untuk Berantas Narkoba

JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara berencana mendukung adanya badan khusus terkait pemberantasan narkotika. Disebut Badan Narkotika Nasional (BNN) tingkat Kabupaten. Saat ini masih dalam kajian.

Rencana ini juga disampaikan oleh Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jepara saat Pembukaan Pelatihan Relawan Anti Narkoba Kabupaten (27/7). Saat itu, Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta menyatakan kasus narkoba di Jepara sudah sangat parah. Jepara berada pada level dua tertinggi di Jawa Tengah. Pihaknya mendapat informasi bahwa hingga pertengahan 2022, sudah ada 23 kasus narkoba di Jepara.

AKP Noerbianto, Kasatresnarkoba Polres Jepara membenarkan terkait rencana pembuatan badan khusus ini. Nantinya polres akan bekerja sama. Selama ini pihaknya hanya ada anggaran untuk pemberantasan dan penindakan. Namun untuk pencegahan bisa dari badan tersebut. Anggaran untuk penindakan dan pencegahan langsung datang dari pusat.

Baca Juga :  Bupati Jepara Tugaskan Dishub dan Organda Menata Trayek Angkutan

“Badan itu langsung di bawah pemerintah kabupaten, namun polisi juga menyediakan personel di sana,” jelas AKP Noer.

Sementara untuk tempat dan gedung pihaknya akan ikut dengan pemkab. “Saat ini masih dalam kajian,” jelasnya.

Ia menceritakan, sudah ada BNN setingkat kota/kabupaten di Jawa Tengah. Seperti Magelang dan Batang.

Terkait penggunaan narkoba di Jepara sendiri ia juga miris. Sebab, tahun ini ia memperkirakan ada kenaikan jumlah pengguna. Tahun lalu, total ada 43 temuan kasus. Untuk pertengahan tahun ini sudah ada 23 kasus. Ia mengindikasikan ada kenaikan. Sementara itu, dalam satu bulan ia biasa menangani empat kasus. (nib/war)

JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara berencana mendukung adanya badan khusus terkait pemberantasan narkotika. Disebut Badan Narkotika Nasional (BNN) tingkat Kabupaten. Saat ini masih dalam kajian.

Rencana ini juga disampaikan oleh Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jepara saat Pembukaan Pelatihan Relawan Anti Narkoba Kabupaten (27/7). Saat itu, Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta menyatakan kasus narkoba di Jepara sudah sangat parah. Jepara berada pada level dua tertinggi di Jawa Tengah. Pihaknya mendapat informasi bahwa hingga pertengahan 2022, sudah ada 23 kasus narkoba di Jepara.

AKP Noerbianto, Kasatresnarkoba Polres Jepara membenarkan terkait rencana pembuatan badan khusus ini. Nantinya polres akan bekerja sama. Selama ini pihaknya hanya ada anggaran untuk pemberantasan dan penindakan. Namun untuk pencegahan bisa dari badan tersebut. Anggaran untuk penindakan dan pencegahan langsung datang dari pusat.

Baca Juga :  Heroik, Warga Jepara Selamatkan Lumba-Lumba yang Terdampar di Pantai

“Badan itu langsung di bawah pemerintah kabupaten, namun polisi juga menyediakan personel di sana,” jelas AKP Noer.

Sementara untuk tempat dan gedung pihaknya akan ikut dengan pemkab. “Saat ini masih dalam kajian,” jelasnya.

Ia menceritakan, sudah ada BNN setingkat kota/kabupaten di Jawa Tengah. Seperti Magelang dan Batang.

Terkait penggunaan narkoba di Jepara sendiri ia juga miris. Sebab, tahun ini ia memperkirakan ada kenaikan jumlah pengguna. Tahun lalu, total ada 43 temuan kasus. Untuk pertengahan tahun ini sudah ada 23 kasus. Ia mengindikasikan ada kenaikan. Sementara itu, dalam satu bulan ia biasa menangani empat kasus. (nib/war)


Most Read

Artikel Terbaru

/