alexametrics
25.6 C
Kudus
Thursday, August 4, 2022

Banyak yang Rusak, Baterai PLTS Parang Karimunjawa Akhirnya Diganti

JEPARA – Beberapa baterai untuk mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Parang, Karimunjawa mulai diganti. Sebelumnya banyak baterai rusak sehingga penggunaan tidak bisa optimal.

Di Karimunjawa, beberapa pulau seperti Parang, Nyamuk, dan Genting masih mengandalkan energi listrik dari PLTS. Meski ramah lingkungan, penggunaannya belum optimal dan terbatas. Pernah beberapa kali warga kehabisan daya listrik karena penggunaan melebihi batas. Sempat mengganggu aktivitas warga setempat.

Kepala Bagian Perekonomian Jepara Nur Janah mengatakan pihaknya ikut membantu mendata aset bersama Pembangkit Listrik Negara (PLN) dan mitra PLN belum lama ini. Kemarin bantuan baterai berasal dari pemerintah provinsi. “Ada 360 baterai untuk Desa Parang, total sekitar 500 an bantuan tiga pulau,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemkab Dukung Pengajuan Gelar Pahlawan Nasional untuk Ratu Kalinyamat

Pulau itu di antaranya Genting, Nyamuk dan Parang. Pihaknya melakukan pengecekan aset tanah, gedung, dan bangunannya. “Mesin genset berjalan normal, tapi mesin penyala otomatis mati,” jelasnya.

Aminun Khakim, operator PLTS Parang sempat mengatakan ada peralatan yang harus diganti agar listrik berjalan lebih optimal. Selain itu, kondisi PLTS juga tidak membaik. Sebab daya tahan ideal PLTS hanya sekitar empat tahun.

Meski begitu, belum lama ini PLN telah menandatangani kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jepara. Agar penerangan Karimunjawa lebih maksimal, seluruh listrik di Karimun akan diambil alih oleh PLN. Saat ini proses tersebut masih berjalan. (nib/war)

JEPARA – Beberapa baterai untuk mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Parang, Karimunjawa mulai diganti. Sebelumnya banyak baterai rusak sehingga penggunaan tidak bisa optimal.

Di Karimunjawa, beberapa pulau seperti Parang, Nyamuk, dan Genting masih mengandalkan energi listrik dari PLTS. Meski ramah lingkungan, penggunaannya belum optimal dan terbatas. Pernah beberapa kali warga kehabisan daya listrik karena penggunaan melebihi batas. Sempat mengganggu aktivitas warga setempat.

Kepala Bagian Perekonomian Jepara Nur Janah mengatakan pihaknya ikut membantu mendata aset bersama Pembangkit Listrik Negara (PLN) dan mitra PLN belum lama ini. Kemarin bantuan baterai berasal dari pemerintah provinsi. “Ada 360 baterai untuk Desa Parang, total sekitar 500 an bantuan tiga pulau,” jelasnya.

Baca Juga :  Penampakan Jalan Berlubang dan Mengelupas di Datar–Bandung Jepara

Pulau itu di antaranya Genting, Nyamuk dan Parang. Pihaknya melakukan pengecekan aset tanah, gedung, dan bangunannya. “Mesin genset berjalan normal, tapi mesin penyala otomatis mati,” jelasnya.

Aminun Khakim, operator PLTS Parang sempat mengatakan ada peralatan yang harus diganti agar listrik berjalan lebih optimal. Selain itu, kondisi PLTS juga tidak membaik. Sebab daya tahan ideal PLTS hanya sekitar empat tahun.

Meski begitu, belum lama ini PLN telah menandatangani kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jepara. Agar penerangan Karimunjawa lebih maksimal, seluruh listrik di Karimun akan diambil alih oleh PLN. Saat ini proses tersebut masih berjalan. (nib/war)


Most Read

Artikel Terbaru

/