alexametrics
28.1 C
Kudus
Tuesday, July 26, 2022

Gerindra–PKB Jajaki Koalisi di Daerah, Buka Peluang Usung Cabup 2024

JEPARA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Jepara menggelar silaturahmi Sabtu (2/7) lalu. Dalam bahasannya, ada beberapa poin terkait kemungkinan terbentuknya koalisi Kebangkitan Indonesia Raya. Juga untuk mensukseskan pemenangan dua partai di ajang Pemilu 2024 mendatang.

Ketua DPC PKB Jepara Nuruddin Amin menjelaskan dua partai yang berkoalisi ini memiliki potensi besar dalam Pemilu 2024. Pasalnya, koalisi antara PKB dan Gerindra pernah terjadi di Jawa Tengah. Tepatnya saat Pemilihan Gubernuur Jateng 2018 lalu. ”Itu punya kekuatan suara 42 persen di Jateng. Itu kekuatan luar biasa. Waktu itu calon yang diusung ada Sudirman Said dan Ida Fauziah. Ini artinya potensi besar,” ungkapnya.

Sementara di Jepara, kedua partai memiliki basis besar. Gerindra pernah mendudukkan wakilnya di delapan kursi DPRD Kabupaten Jepara. PKB juga pernah menguasai 9 kursi di DPRD Jepara. ”Basis kita sebenarnya sama. Orang nasionalis agamis. Nasionalis religious,” tandas sosok yang akrab disapa Gus Nung.

Baca Juga :  Pendapatan dan Belanja Daerah Jepara Diusulkan Naik

Sementara ini koalisi dua partai itu membuka koalisi untuk ajang Pilpres. Dia pun berharap koalisi dua partai ini juga berlanjut hingga ajang Pemilihan Bupati Jepara 2024 mendatang. ”Kalau sampai siapa sosok yang akan maju, belum. Yang penting itu memenangkan Pilpres dulu dan memenangkan Pemilu Legislatif. Nanti baru setelah pemetaan hasil Pileg 2024, baru bisa bicara lebih detail,” imbuh Gus Nung.

Hal itu juga diamini Ketua DPC Gerindra Arizal Wahyu Hidayat. Ia berharap dalam Pemilu 2024 Gerindra dan PKB jadi pemenang Pemilu. ”Dan bisa didampingi PKB dalam koalisi yang ada di Pusat bisa bersatu di kabupaten,” ungkapnya.

Ia menyebut koalisi Gerindra-PKB sangat ideal. Komplet. Nasionalis religius. Dan selama ini tidak ada permasalahan antarpantai. Antara Gerindra dan PKB dari pusat sampai daerah tidak pernah ada konflik. “Ini jadi modal penting,” tandasnya. (rom/war)

JEPARA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Jepara menggelar silaturahmi Sabtu (2/7) lalu. Dalam bahasannya, ada beberapa poin terkait kemungkinan terbentuknya koalisi Kebangkitan Indonesia Raya. Juga untuk mensukseskan pemenangan dua partai di ajang Pemilu 2024 mendatang.

Ketua DPC PKB Jepara Nuruddin Amin menjelaskan dua partai yang berkoalisi ini memiliki potensi besar dalam Pemilu 2024. Pasalnya, koalisi antara PKB dan Gerindra pernah terjadi di Jawa Tengah. Tepatnya saat Pemilihan Gubernuur Jateng 2018 lalu. ”Itu punya kekuatan suara 42 persen di Jateng. Itu kekuatan luar biasa. Waktu itu calon yang diusung ada Sudirman Said dan Ida Fauziah. Ini artinya potensi besar,” ungkapnya.

Sementara di Jepara, kedua partai memiliki basis besar. Gerindra pernah mendudukkan wakilnya di delapan kursi DPRD Kabupaten Jepara. PKB juga pernah menguasai 9 kursi di DPRD Jepara. ”Basis kita sebenarnya sama. Orang nasionalis agamis. Nasionalis religious,” tandas sosok yang akrab disapa Gus Nung.

Baca Juga :  Alasan Pengesahan Ranperda Pilkades di Jepara Dikebut

Sementara ini koalisi dua partai itu membuka koalisi untuk ajang Pilpres. Dia pun berharap koalisi dua partai ini juga berlanjut hingga ajang Pemilihan Bupati Jepara 2024 mendatang. ”Kalau sampai siapa sosok yang akan maju, belum. Yang penting itu memenangkan Pilpres dulu dan memenangkan Pemilu Legislatif. Nanti baru setelah pemetaan hasil Pileg 2024, baru bisa bicara lebih detail,” imbuh Gus Nung.

Hal itu juga diamini Ketua DPC Gerindra Arizal Wahyu Hidayat. Ia berharap dalam Pemilu 2024 Gerindra dan PKB jadi pemenang Pemilu. ”Dan bisa didampingi PKB dalam koalisi yang ada di Pusat bisa bersatu di kabupaten,” ungkapnya.

Ia menyebut koalisi Gerindra-PKB sangat ideal. Komplet. Nasionalis religius. Dan selama ini tidak ada permasalahan antarpantai. Antara Gerindra dan PKB dari pusat sampai daerah tidak pernah ada konflik. “Ini jadi modal penting,” tandasnya. (rom/war)


Most Read

Artikel Terbaru

/