alexametrics
26.1 C
Kudus
Monday, May 16, 2022

Jembatan Desa Ketilengsingolelo Jepara Rusak Bahayakan Warga yang Melintas

JEPARA – Salah satu jembatan Desa Ketilengsingolelo, Welahan, Jepara, rusak parah. Jembatan itu bukan jembatan utama, namun menjadi akses jalan anak sekolah maupun warga ke seberang.

Dari keterangan pemerintah desa setempat ada anak sekolah pernah jatuh di jembatan itu. Beruntung anak itu selamat, karena lokasi sudah di tepian.

Tampak jembatan itu berlubang di bagian tengah. Hanya tersisa rangakaian besi penyatunya.


Kemarin, seorang kakek melintasi jembatan tersebut dengan berpegangan di kedua sisi jembatan. Warna jembatan itu juga memudar.

Agus Supriyanto, petinggi atau kepala Desa Ketilengsingolelo, Welahan, Jepara, mengaku jembatan tersebut bukan menjadi jembatan utama. Namun, belakangan diketahui banyak anak sekolah dan warga yang masih menggunakan jembatan tersebut. Sebagai akses alternatif.

”Ada jembatan lagi (selain ini, Red) tapi kalau pakai jembatan ini nyebrangnya jadi lebih dekat,” kata Agus.

Baca Juga :  Refleski Akhir Tahun Bupati Andi Jepara: Ziarah Leluhur dan Istighotsah

Selain itu, jembatan tersebut juga menjadi jembatan evakuasi.

Ia menambahkan pelajar yang banyak menyebrang siswa SMP N 2 Welahan. Ia menduga ada sekitar 20-an siswa yang menyebrangi jembatan tersebut setiap hari. Untuk melewati jembatan tersebut perlu ekstra hati-hati.

”Sekarang sekolahnya gantian ya. Berangkatnya juga gentian (lewat jembatan itu, Red),” jelas Agus.

Kata Agus, sempat ada siswa yang jatuh karena melintasi jembatan tersebut. “Pernah saya sempat ke sana liat, ada anak di bawah (jembatan), saya tanya, ada apa dek kok di bawah jawabnya jatuh pak, tapi itu nggak dekat air (jatuhnya),” jelas Agus.

Sebelumnya, jembatan tersebut keropos di beberapa sisi, kata Agus. Sempat ditambal di bagian tengah. Terakhir, besinya patah di tengah. (nib/zen)

JEPARA – Salah satu jembatan Desa Ketilengsingolelo, Welahan, Jepara, rusak parah. Jembatan itu bukan jembatan utama, namun menjadi akses jalan anak sekolah maupun warga ke seberang.

Dari keterangan pemerintah desa setempat ada anak sekolah pernah jatuh di jembatan itu. Beruntung anak itu selamat, karena lokasi sudah di tepian.

Tampak jembatan itu berlubang di bagian tengah. Hanya tersisa rangakaian besi penyatunya.

Kemarin, seorang kakek melintasi jembatan tersebut dengan berpegangan di kedua sisi jembatan. Warna jembatan itu juga memudar.

Agus Supriyanto, petinggi atau kepala Desa Ketilengsingolelo, Welahan, Jepara, mengaku jembatan tersebut bukan menjadi jembatan utama. Namun, belakangan diketahui banyak anak sekolah dan warga yang masih menggunakan jembatan tersebut. Sebagai akses alternatif.

”Ada jembatan lagi (selain ini, Red) tapi kalau pakai jembatan ini nyebrangnya jadi lebih dekat,” kata Agus.

Baca Juga :  Kapolres dan Kajari Jepara “Geruduk” Makodim, Ada Apa?

Selain itu, jembatan tersebut juga menjadi jembatan evakuasi.

Ia menambahkan pelajar yang banyak menyebrang siswa SMP N 2 Welahan. Ia menduga ada sekitar 20-an siswa yang menyebrangi jembatan tersebut setiap hari. Untuk melewati jembatan tersebut perlu ekstra hati-hati.

”Sekarang sekolahnya gantian ya. Berangkatnya juga gentian (lewat jembatan itu, Red),” jelas Agus.

Kata Agus, sempat ada siswa yang jatuh karena melintasi jembatan tersebut. “Pernah saya sempat ke sana liat, ada anak di bawah (jembatan), saya tanya, ada apa dek kok di bawah jawabnya jatuh pak, tapi itu nggak dekat air (jatuhnya),” jelas Agus.

Sebelumnya, jembatan tersebut keropos di beberapa sisi, kata Agus. Sempat ditambal di bagian tengah. Terakhir, besinya patah di tengah. (nib/zen)

Most Read

Artikel Terbaru

/