alexametrics
25.3 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Digitalisasi Koleksi Museum RA Kartini Jepara Ngadat, Dinas Beri Tanggapan

JEPARA – Digitalisasi koleksi Museum RA Kartini ngadat. Persemian yang ditargetkan selesai sebelum Hari Jadi Jepara, diperkirakan tak bisa terealisasi. Proses digitalisasi diprediksi selesai hingga jelang Lebaran nanti.

Kasi Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Lia Supardanik mengatakan mundurnya penggrapan digitalisasi koleksi tersebut dikarenakan ada program lain yang lebih diprioritaskan oleh Disparbud Jepara. “Tetapi tetap kami jalankan, namun tergantung dari skala prioritas,” katanya.

Petugas Museum RA Kartini Faiz mengatakan setidaknya ada sekitar 700-800 koleksi yang berada di museum. Semua itu nantinya akan dimasukkan ke dalam katalog digital. “Bentuknya tidak seperti website,” jelasnya.


Diketahui, program digitalisasi koleksi tersebut dicanangkan karena sebelumnya Jepara belum mempunyai katalog digital. Ketika katalog sudah selesai penggarapan, maka katalog itu pun nantinya dapat di akses oleh masyarakat melalui situs sejarah dengan mudah.

Baca Juga :  Jepara Tambah Titik Penyekatan dan Penutupan Jalan, Ini Daftarnya

Program itu pun di kucur anggaran Rp 70 juta. Awalnya, penyelesaian program itu ditargetkan sebelum memasuki April. Tetapi sampai kini, penggarapan masih dalam proses. (ark/war)

JEPARA – Digitalisasi koleksi Museum RA Kartini ngadat. Persemian yang ditargetkan selesai sebelum Hari Jadi Jepara, diperkirakan tak bisa terealisasi. Proses digitalisasi diprediksi selesai hingga jelang Lebaran nanti.

Kasi Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Lia Supardanik mengatakan mundurnya penggrapan digitalisasi koleksi tersebut dikarenakan ada program lain yang lebih diprioritaskan oleh Disparbud Jepara. “Tetapi tetap kami jalankan, namun tergantung dari skala prioritas,” katanya.

Petugas Museum RA Kartini Faiz mengatakan setidaknya ada sekitar 700-800 koleksi yang berada di museum. Semua itu nantinya akan dimasukkan ke dalam katalog digital. “Bentuknya tidak seperti website,” jelasnya.

Diketahui, program digitalisasi koleksi tersebut dicanangkan karena sebelumnya Jepara belum mempunyai katalog digital. Ketika katalog sudah selesai penggarapan, maka katalog itu pun nantinya dapat di akses oleh masyarakat melalui situs sejarah dengan mudah.

Baca Juga :  Infrastruktur Beres, Pemberdayaan Warga dalam Proses

Program itu pun di kucur anggaran Rp 70 juta. Awalnya, penyelesaian program itu ditargetkan sebelum memasuki April. Tetapi sampai kini, penggarapan masih dalam proses. (ark/war)

Most Read

Artikel Terbaru

/