alexametrics
26.1 C
Kudus
Monday, May 16, 2022

Tewaskan Dua Orang, Penjual Miras di Jepara Dituntut Hukuman 15 Tahun

JEPARA – Penjual miras oplosan yang tewaskan Nur Alfin warga Desa Rengging dan Agus Amin warga Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, pada Kamis (10/2) lalu. Akhirnya ditangkap Satreskrim Polres Jepara. Atas perbuatan tersebut pelaku dituntut hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Mereka adalah BS (25) warga RT 7/RW 3 Desa Pendo Sawalan serta S (35) warga RT 9 /RW 3 Banyu putih, Kecamatan Kalinyamatan,” ujar Kapolres Jepara AKBP Warsono saat Jumpa Pers, Jumat (4/3).

Kepada polisi, tersangka S mengaku sudah menjual miras oplosan jenis gingseng sekitar dua tahun, sedangkan tersangka BS mengaku menjual miras kepada tersangka S baru beberapa hari, dan ia memperoleh miras oplosan dari penjual online melalui medsos dan dibeli dengan harga Rp. 30.000,-.


Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 73 botol ukuran 1,5 liter miras oplosan, 4 botol ukuran 1 liter berisi arak lemon, 312 gelas plastik, 1 HP merk Oppo, 10 dus kecil kukubima original, 10 dus kecil kukubima rasa jeruk dan 1 buah baskom warna kuning.

Baca Juga :  Warga Jepara Gotong Royong Tutup Lubang dengan Bongkahan Batu Bata

Sebelumnya, kejadian bermula saat beberapa pemuda melakukan pesta miras pada hari Kamis (10/2) malam di bengkel motor milik saksi Naufal. Tepatnya di RT 01/RW 06 Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan.

Setelahnya, korban Nur Afin dan Agus Amin meninggal setelah mengonsumsi minuman beralkohol jenis gingseng sebanyak 1,5 liter secara bergantian. Bersama dengan saksi Naufal Muhajir dan saksi Haryo Prabowo. Kemudian, sekitar pukul 03.00 dini hari kedua korban pulang ke rumah masing-masing.

Sesampainya di rumah, korban Nur Alfin Khabib tidak keluar dari kamar tidur. Setelah ditanya kakak korban, diketahui bahwa ia usai minum minuman beralkohol yang diduga dibeli dari tersangka.

Korban kemudian, dilarikan ke RS PKU Mayong pada Sabtu (12/2) sekira pukul 09.00 . Namun, sore harinya pukul 16.00 korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Atas kejadian tersebut tersangka S dan BS dikenai pasal 204 KUHP dan/atau pasal 146 UU 18/2012 tentang pangan dan/atau pasal 196 UU 36/2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun penjara.

JEPARA – Penjual miras oplosan yang tewaskan Nur Alfin warga Desa Rengging dan Agus Amin warga Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, pada Kamis (10/2) lalu. Akhirnya ditangkap Satreskrim Polres Jepara. Atas perbuatan tersebut pelaku dituntut hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Mereka adalah BS (25) warga RT 7/RW 3 Desa Pendo Sawalan serta S (35) warga RT 9 /RW 3 Banyu putih, Kecamatan Kalinyamatan,” ujar Kapolres Jepara AKBP Warsono saat Jumpa Pers, Jumat (4/3).

Kepada polisi, tersangka S mengaku sudah menjual miras oplosan jenis gingseng sekitar dua tahun, sedangkan tersangka BS mengaku menjual miras kepada tersangka S baru beberapa hari, dan ia memperoleh miras oplosan dari penjual online melalui medsos dan dibeli dengan harga Rp. 30.000,-.

Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 73 botol ukuran 1,5 liter miras oplosan, 4 botol ukuran 1 liter berisi arak lemon, 312 gelas plastik, 1 HP merk Oppo, 10 dus kecil kukubima original, 10 dus kecil kukubima rasa jeruk dan 1 buah baskom warna kuning.

Baca Juga :  Diguyur Hujan Deras, Jepara Dikepung Banjir

Sebelumnya, kejadian bermula saat beberapa pemuda melakukan pesta miras pada hari Kamis (10/2) malam di bengkel motor milik saksi Naufal. Tepatnya di RT 01/RW 06 Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan.

Setelahnya, korban Nur Afin dan Agus Amin meninggal setelah mengonsumsi minuman beralkohol jenis gingseng sebanyak 1,5 liter secara bergantian. Bersama dengan saksi Naufal Muhajir dan saksi Haryo Prabowo. Kemudian, sekitar pukul 03.00 dini hari kedua korban pulang ke rumah masing-masing.

Sesampainya di rumah, korban Nur Alfin Khabib tidak keluar dari kamar tidur. Setelah ditanya kakak korban, diketahui bahwa ia usai minum minuman beralkohol yang diduga dibeli dari tersangka.

Korban kemudian, dilarikan ke RS PKU Mayong pada Sabtu (12/2) sekira pukul 09.00 . Namun, sore harinya pukul 16.00 korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Atas kejadian tersebut tersangka S dan BS dikenai pasal 204 KUHP dan/atau pasal 146 UU 18/2012 tentang pangan dan/atau pasal 196 UU 36/2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun penjara.

Most Read

Artikel Terbaru

/