alexametrics
23.2 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Pembangunan Gedung Islamic Centre Jepara Molor, Penyedia Jasa Didenda

JEPARA – Pembangunan gedung Islamic Centre Jepara sedianya ditarget rampung 30 November lalu. Namun, karena masih ada komponen fasade yang belum terpasang, pembangunannya masih berlanjut. Penyedia jasanya pun terancam denda.

Terkait fasade yang menghiasi bagian depan gedung, memang menjadi salah satu kendala dalam pembangunan gedung tersebut. Sebab ada perubahan desain, sehingga mempengaruhi waktu pembangunan.

Semula pembangunan gedung tersebut, ditarget rampung 14 November lalu. Setelah adanya perubahan desain fasade, ada adendum perpanjangan pelaksanaan pekerjaan. Yang mestinya sampai 14 November diadendum sampai 30 November. ”Ternyata saat dicek pada 30 November belum selesai juga. Kurang sedikit,” terang Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara Ary Bachtiar melalui Kabid Cipta Karya Endro Wahyu Purwanto.


Meski begitu, dirinya menegaskan pembangunan gedung Islamic Centre telah rampung untuk tahun ini. Tersisa pemasangan fasade yang belum. Karena penyedia tidak bisa menyelesaikan sesuai target, bakal terancam denda. Besaran dendanya 1/1.000 dari nilai kontrak. Besaran nilai anggaran pembangunan gedung tersebut Rp 2 miliar. Sehingga, ancaman denda bagi penyedia jasanya sekitar Rp 2 juta per hari. ”Tinggal melihat berapa lama proses pemasangannya. Harusnya tidak lama. Tapi kalau santai-santai, argonya terus berputar,” tandas Endro.

Baca Juga :  Rumah Susun atau Flat Pulo Darat di Jepara Terisi Tujuh Hunian Baru

Pembangunan gedung tersebut, rencananya akan kembali dilanjutkan tahun depan. Karena anggaran yang dibutuhkan agar gedung tersebut siap pakai sekitar Rp 3 miliar. Untuk itu, tahun depan DPUPR berencana mengajukan anggaran Rp 1 miliar untuk melanjutkan pembangunan gedung tersebut.

Gedung Islamic Centre dibangun di Jalan Kartini, Jepara. Tepat di selatan Masjid Agung Jepara. Gedung tersebut diproyeksikan untuk memfasilitasi ormas Islam yang ada di Jepara. Rencananya ada kantor untuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jepara dan Baznas. Selain itu, adapula koperasi. (lin)

 






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Pembangunan gedung Islamic Centre Jepara sedianya ditarget rampung 30 November lalu. Namun, karena masih ada komponen fasade yang belum terpasang, pembangunannya masih berlanjut. Penyedia jasanya pun terancam denda.

Terkait fasade yang menghiasi bagian depan gedung, memang menjadi salah satu kendala dalam pembangunan gedung tersebut. Sebab ada perubahan desain, sehingga mempengaruhi waktu pembangunan.

Semula pembangunan gedung tersebut, ditarget rampung 14 November lalu. Setelah adanya perubahan desain fasade, ada adendum perpanjangan pelaksanaan pekerjaan. Yang mestinya sampai 14 November diadendum sampai 30 November. ”Ternyata saat dicek pada 30 November belum selesai juga. Kurang sedikit,” terang Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara Ary Bachtiar melalui Kabid Cipta Karya Endro Wahyu Purwanto.

Meski begitu, dirinya menegaskan pembangunan gedung Islamic Centre telah rampung untuk tahun ini. Tersisa pemasangan fasade yang belum. Karena penyedia tidak bisa menyelesaikan sesuai target, bakal terancam denda. Besaran dendanya 1/1.000 dari nilai kontrak. Besaran nilai anggaran pembangunan gedung tersebut Rp 2 miliar. Sehingga, ancaman denda bagi penyedia jasanya sekitar Rp 2 juta per hari. ”Tinggal melihat berapa lama proses pemasangannya. Harusnya tidak lama. Tapi kalau santai-santai, argonya terus berputar,” tandas Endro.

Baca Juga :  Perayaan Natal di GITJ Jepara, Sebagian Jemaat Ibadah lewat Live Streaming

Pembangunan gedung tersebut, rencananya akan kembali dilanjutkan tahun depan. Karena anggaran yang dibutuhkan agar gedung tersebut siap pakai sekitar Rp 3 miliar. Untuk itu, tahun depan DPUPR berencana mengajukan anggaran Rp 1 miliar untuk melanjutkan pembangunan gedung tersebut.

Gedung Islamic Centre dibangun di Jalan Kartini, Jepara. Tepat di selatan Masjid Agung Jepara. Gedung tersebut diproyeksikan untuk memfasilitasi ormas Islam yang ada di Jepara. Rencananya ada kantor untuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jepara dan Baznas. Selain itu, adapula koperasi. (lin)

 






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/