alexametrics
32.6 C
Kudus
Monday, August 1, 2022

Target Pendapatan Daerah Sektor Pariwisata di Jepara Tak Tercapai

JEPARA – Sebagai antisipasi gelombang tiga Covid-19 di Indonesia, pemerintah pusat rencananya menerapkan PPKM Level 3 mulai 24 Desember hingga 2 Januari 2022. Selain itu, untuk tempat pariwisata rencananya bakal ditutup total pada 31 Desember dan 1 Januari 2022. Dengan adanya penutupan tersebut, diprediksi pendapatan daerah dari sektor pariwisata di Jepara bakal sulit tercapai.

Pasalnya, sejauh ini dari target pendapatan daerah sektor pariwisata sebesar Rp 998 juta, baru terealisasi sebesar Rp 471 juta hingga Oktober lalu. Atau sekitar 47 persen dari total target. ”Sehingga, bila pariwisata ditutup turut memengaruhi perolehan pendapatan daerah dari sektor pariwisata,” terang Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara melalui Kabid Destinasi Nur Zuhruf.

Sebelumnya, target pendapatan daerah Kabupaten Jepara dari sektor pariwisata tahun ini sekitar Rp 4,125 miliar. Usia pembahasan dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara  beberapa waktu lalu, target tersebut berkurang menjadi Rp 998 juta.


Pengurangan target tersebut dilatar belakangi karena lesunya pendapatan dari sektor pariwisata. Pasalnya, hingga akhir September kemarin realiasi pendapatan yang didapat baru sekitar Rp 349 juta.

Baca Juga :  40 Hari Mengabdi, Mahasiswa KKN Unisnu Jepara Resmi Ditarik

Meski begitu, menurut Nur Zuhruf target Rp 998 juta realistis di situasi saat ini. Namun, bila tanpa adanya penutupan tempat pariwisata. ”Kalau itu tutup, pesimis bisa tercapai target. Sepekan itu (25 Desember hingga 1 Januari, Red) bisa cukup siginifikan pemasukannya bila tidak ada pembatasan,” tutur Nur Zuhruf.

Untuk merealisasikan pendapatan tahun ini, bisa diambil dari penarikan retribusi pemakaian kekayaan daerah di lokasi wisata. Karena, penarikannya biasa dilakukan di akhir tahun. Selain itu, masih ada sisa waktu sebelum PPKM Level 3 diberlakukan secara nasional.

Ia menegaskan bila target belum tercapai pihaknya hanya pasrah. Hal tersebut menurutnya dimaklumi di situasi pandemi Covid-19 dalam sektor pariwisata. ”Mau bagaimana lagi, Seperti itulah konsekuensi selama pandemi,” tegas Nur Zuhruf.  (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Sebagai antisipasi gelombang tiga Covid-19 di Indonesia, pemerintah pusat rencananya menerapkan PPKM Level 3 mulai 24 Desember hingga 2 Januari 2022. Selain itu, untuk tempat pariwisata rencananya bakal ditutup total pada 31 Desember dan 1 Januari 2022. Dengan adanya penutupan tersebut, diprediksi pendapatan daerah dari sektor pariwisata di Jepara bakal sulit tercapai.

Pasalnya, sejauh ini dari target pendapatan daerah sektor pariwisata sebesar Rp 998 juta, baru terealisasi sebesar Rp 471 juta hingga Oktober lalu. Atau sekitar 47 persen dari total target. ”Sehingga, bila pariwisata ditutup turut memengaruhi perolehan pendapatan daerah dari sektor pariwisata,” terang Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara melalui Kabid Destinasi Nur Zuhruf.

Sebelumnya, target pendapatan daerah Kabupaten Jepara dari sektor pariwisata tahun ini sekitar Rp 4,125 miliar. Usia pembahasan dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara  beberapa waktu lalu, target tersebut berkurang menjadi Rp 998 juta.

Pengurangan target tersebut dilatar belakangi karena lesunya pendapatan dari sektor pariwisata. Pasalnya, hingga akhir September kemarin realiasi pendapatan yang didapat baru sekitar Rp 349 juta.

Baca Juga :  BPKAD Jepara bakal Lelang Puluhan Kendaraan Dinas, Anda Berminat?

Meski begitu, menurut Nur Zuhruf target Rp 998 juta realistis di situasi saat ini. Namun, bila tanpa adanya penutupan tempat pariwisata. ”Kalau itu tutup, pesimis bisa tercapai target. Sepekan itu (25 Desember hingga 1 Januari, Red) bisa cukup siginifikan pemasukannya bila tidak ada pembatasan,” tutur Nur Zuhruf.

Untuk merealisasikan pendapatan tahun ini, bisa diambil dari penarikan retribusi pemakaian kekayaan daerah di lokasi wisata. Karena, penarikannya biasa dilakukan di akhir tahun. Selain itu, masih ada sisa waktu sebelum PPKM Level 3 diberlakukan secara nasional.

Ia menegaskan bila target belum tercapai pihaknya hanya pasrah. Hal tersebut menurutnya dimaklumi di situasi pandemi Covid-19 dalam sektor pariwisata. ”Mau bagaimana lagi, Seperti itulah konsekuensi selama pandemi,” tegas Nur Zuhruf.  (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/