alexametrics
28.3 C
Kudus
Sunday, May 22, 2022

Fasilitas Docking Baru Rawan Diterjang Ombak saat Pembangunan

JEPARA – Pembangunan fasilitas docking atau tempat perbaikan kapal di sekitar TPI Ujungbatu terancam adanya ombak besar. Pasalnya, saat ini di Jepara mulai memasuki musim hujan. Sementara, pembangunannya masih berupa pemesanan material.

”Mudahan-mudahan bisa dikerjakan. Karena datangnya musim hujan kan selaras dengan adanya ombak besar. Di sekitar Ujungbatu biasanya ombaknya tinggi,” ujar Wasiyanto, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Jepara kemarin.

Namun ia tetap mengupayakan agar peningkatan fasilitas docking itu bisa sesuai target. Yaitu akhir Desember. Pasalnya, anggaran yang digunakan bukan anggaran multi years.


Perkiraan lama pembangunannya butuh waktu sekitar 21 hari. Dua pekan untuk pemesanan dan pembuatan material beton. Sedangkan sepekan untuk pemasangan.

”Pemasangannya tidak butuh waktu lama. Justru yang membuat lama adalah pra-nya,” ujar Wasiyanto.

Menurutnya, tahapan terberat adalah saat pemasangan material tersebut. Karena bangunan tersebut berdampingan dengan laut. Sehingga, dalam membangun harus memperhitungkan musim. Juga teknis dan metodenya.

Baca Juga :  Penyaluran BPNT di Jepara Dialihkan Tunai, Apa Pertimbangannya?

Wasiyanto menegaskan telah berupaya dan merinci terkait pembangunan itu sejak sebelum tiba musim hujan. Namun karena adanya kendala, pengerjaannya terpaksa harus dilelang hingga dua kali, baru bisa mulai digarap sekarang.

Mestinya, peningkatan itu mulai digarap sejak Juli lalu. Dan diperkirakan rampung November. Namun molor. Sebab setelah proses lelang pertama rampung, pemenang tak segera menggarap kegiatan. Akhirnya digelar tender ulang. Bahkan hingga dua kali. Dan baru berhasil tanda tangan kontrak sekitar Oktober kemarin.

Oleh sebab itu, sebagai antisipasi ancaman terhempas ombak, saat pemasangan material beton pihaknya akan terus mengacu prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). ”Kalau seperti ini, hanya berdoa. Agar diberi kesempatan saat masang material beton, ombaknya tidak tinggi,” tandas Wasiyanto.






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom





Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

JEPARA – Pembangunan fasilitas docking atau tempat perbaikan kapal di sekitar TPI Ujungbatu terancam adanya ombak besar. Pasalnya, saat ini di Jepara mulai memasuki musim hujan. Sementara, pembangunannya masih berupa pemesanan material.

”Mudahan-mudahan bisa dikerjakan. Karena datangnya musim hujan kan selaras dengan adanya ombak besar. Di sekitar Ujungbatu biasanya ombaknya tinggi,” ujar Wasiyanto, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Jepara kemarin.

Namun ia tetap mengupayakan agar peningkatan fasilitas docking itu bisa sesuai target. Yaitu akhir Desember. Pasalnya, anggaran yang digunakan bukan anggaran multi years.

Perkiraan lama pembangunannya butuh waktu sekitar 21 hari. Dua pekan untuk pemesanan dan pembuatan material beton. Sedangkan sepekan untuk pemasangan.

”Pemasangannya tidak butuh waktu lama. Justru yang membuat lama adalah pra-nya,” ujar Wasiyanto.

Menurutnya, tahapan terberat adalah saat pemasangan material tersebut. Karena bangunan tersebut berdampingan dengan laut. Sehingga, dalam membangun harus memperhitungkan musim. Juga teknis dan metodenya.

Baca Juga :  Polsek Mayong Jepara Bantah Ada Penutupan Jalan Akibat Tongtek

Wasiyanto menegaskan telah berupaya dan merinci terkait pembangunan itu sejak sebelum tiba musim hujan. Namun karena adanya kendala, pengerjaannya terpaksa harus dilelang hingga dua kali, baru bisa mulai digarap sekarang.

Mestinya, peningkatan itu mulai digarap sejak Juli lalu. Dan diperkirakan rampung November. Namun molor. Sebab setelah proses lelang pertama rampung, pemenang tak segera menggarap kegiatan. Akhirnya digelar tender ulang. Bahkan hingga dua kali. Dan baru berhasil tanda tangan kontrak sekitar Oktober kemarin.

Oleh sebab itu, sebagai antisipasi ancaman terhempas ombak, saat pemasangan material beton pihaknya akan terus mengacu prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). ”Kalau seperti ini, hanya berdoa. Agar diberi kesempatan saat masang material beton, ombaknya tidak tinggi,” tandas Wasiyanto.






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom





Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

Most Read

Artikel Terbaru

/