alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Pendapatan Uji Kir Kendaraan di Jepara Menurun, Ini Penyebabnya

JEPARA – Pendapatan daerah lewat uji kendaraan bermotor atau uji kir tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun kemarin di semester pertama. Pasalnya, tahun kemarin jumlah pendapatan yang diperoleh di semester pertama mencapai Rp 679.657.000. Sementara tahun ini baru mencapai Rp 635.071.300.

Ada selisih sekitar Rp 40 juta dibandingkan tahun kemarin. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jepara Trisno Santosa melalui Kasi Pengujian Samsul Anwar menjelaskan ada beberapa faktor yang menjadi penyebab jumlah pendapatan tahun ini menurun dibanding tahun kemarin. Di antaranya meliputi kondisi saat ini yang masih transisi dalam pemulihan ekonimi akibat Covid-19 dan adanya pembatasan kendaraan over dimention yang menumpang uji KIR ke Jepara. ”Itu kami tolak. Over dimention Misalnya panjang sumbunya sekian, ternyata ditambahi sekian,” terang Samsul kemarin.

Baca Juga :  Resmi Dilatik, M. Zaenal Afrodi Nakhodai Hipmi Jepara hingga 2025

Itu merupakan salah satu faktor terbesar menurunnya jumlah pendapatan tahun ini. Menurutnya, tahun-tahun sebelumnya kendaraan over dimention masih diperkenankan mengikuti uji KIR. ”Ini juga sebagai upaya dalam mensukseskan zero over dimention di tahun 2023,” tandasnya.


Selain dua masalah itu, kesadaran pemilik kendaraan yang wajib ikut uji KIR untuk mengujikan kendaraanya juga masih rendah. Sehingga saat ini masih ada tiga kendala yang dihadapi. Untuk itu, pihaknya mengupayakan untuk mensosialisasi dan membina para pemilik angkutan umum agar selalu tertib administrasi kendaraan. Namun untuk penindakan, merupakan kewenangan kepolisian.

Terkait target pendapatan uji KIR tahun ini besarnya Rp 1.836 miliar. Jumlah tersebut meningkat dari tahun kemarin yang besarannya Rp 1,338 miliar. (rom/khim)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Pendapatan daerah lewat uji kendaraan bermotor atau uji kir tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun kemarin di semester pertama. Pasalnya, tahun kemarin jumlah pendapatan yang diperoleh di semester pertama mencapai Rp 679.657.000. Sementara tahun ini baru mencapai Rp 635.071.300.

Ada selisih sekitar Rp 40 juta dibandingkan tahun kemarin. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jepara Trisno Santosa melalui Kasi Pengujian Samsul Anwar menjelaskan ada beberapa faktor yang menjadi penyebab jumlah pendapatan tahun ini menurun dibanding tahun kemarin. Di antaranya meliputi kondisi saat ini yang masih transisi dalam pemulihan ekonimi akibat Covid-19 dan adanya pembatasan kendaraan over dimention yang menumpang uji KIR ke Jepara. ”Itu kami tolak. Over dimention Misalnya panjang sumbunya sekian, ternyata ditambahi sekian,” terang Samsul kemarin.

Baca Juga :  492 SD di Jepara Masih Numpang, Tak Perlu Ikut Simulasi ANBK

Itu merupakan salah satu faktor terbesar menurunnya jumlah pendapatan tahun ini. Menurutnya, tahun-tahun sebelumnya kendaraan over dimention masih diperkenankan mengikuti uji KIR. ”Ini juga sebagai upaya dalam mensukseskan zero over dimention di tahun 2023,” tandasnya.

Selain dua masalah itu, kesadaran pemilik kendaraan yang wajib ikut uji KIR untuk mengujikan kendaraanya juga masih rendah. Sehingga saat ini masih ada tiga kendala yang dihadapi. Untuk itu, pihaknya mengupayakan untuk mensosialisasi dan membina para pemilik angkutan umum agar selalu tertib administrasi kendaraan. Namun untuk penindakan, merupakan kewenangan kepolisian.

Terkait target pendapatan uji KIR tahun ini besarnya Rp 1.836 miliar. Jumlah tersebut meningkat dari tahun kemarin yang besarannya Rp 1,338 miliar. (rom/khim)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/