alexametrics
28.6 C
Kudus
Friday, July 29, 2022

Usai Bentrok Berdarah, Desa Muryolobo-Ngetuk Sepakat Berdamai

JEPARA – Usai bentrok berdarah beberapa waktu lalu, Desa Muryolobo-Ngetuk, Nalumsari menyepakati berdamai. Kesepakatan itu didapat setelah dilakukan rekonsiliasi di gedung Shima, Kamis (6/2). Pemerintah kabupaten (pemkab) Jepara berharap kejadian tersebut  tak terulang kembali.

Baca Juga : Kasus Sapi Terjangkit PMK Naik Tiga Kali Lipat, Pasar Hewan di Jepara Tutup Tiga Minggu

Hadir pula pejabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta beserta jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) dan kecamatan (forkopimcam), Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), kepala desa Muryolobo dan Ngetuk serta tokoh agama setempat. Tak ketinggalan, beberapa perwakilan pemuda masing-masing desa juga ikut hadir.


Dalam sambutannya, Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta sangat menyayangkan terjadinya bentrokan tersebut. Ia juga meminta kepada semua pihak terkait untuk menyepakati perdamaian.

Baca Juga :  Pagar Perumahan di Karimunjawa Dijual ke Asing Diduga “Makan” Lahan Warga

Selain itu, Edy bahkan sempat melempar pertanyaan kepada hadirin. Yang juga ada perwakilan pemuda masing-masing desa. “Saya minta komitmen, kepada bapak ibu, apakah siap rukun saklawase?” hingga dua kali. Pertanyaannya lalu dijawab “Siap” oleh hadirin.

Dalam acara tersebut, kedua pihak berkomitmen untuk berdamai. Namun, ada beberapa keputusan yang disepakati. Yakni, komitmen menjaga kerukunan dan persatuan, persoalan hukum menjadi urusan pihak berwajib, membentuk komunitas pemuda lintas desa, dan melarang hiburan terbuka di kedua desa, serta menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam mengedukasi pentingnya persatuan. (nib/khim)






Reporter: Nibros Hassani

JEPARA – Usai bentrok berdarah beberapa waktu lalu, Desa Muryolobo-Ngetuk, Nalumsari menyepakati berdamai. Kesepakatan itu didapat setelah dilakukan rekonsiliasi di gedung Shima, Kamis (6/2). Pemerintah kabupaten (pemkab) Jepara berharap kejadian tersebut  tak terulang kembali.

Baca Juga : Kasus Sapi Terjangkit PMK Naik Tiga Kali Lipat, Pasar Hewan di Jepara Tutup Tiga Minggu

Hadir pula pejabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta beserta jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) dan kecamatan (forkopimcam), Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), kepala desa Muryolobo dan Ngetuk serta tokoh agama setempat. Tak ketinggalan, beberapa perwakilan pemuda masing-masing desa juga ikut hadir.

Dalam sambutannya, Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta sangat menyayangkan terjadinya bentrokan tersebut. Ia juga meminta kepada semua pihak terkait untuk menyepakati perdamaian.

Baca Juga :  Breaking News! Pemandu Karaoke di Jepara Ditemukan Tewas di Kamar

Selain itu, Edy bahkan sempat melempar pertanyaan kepada hadirin. Yang juga ada perwakilan pemuda masing-masing desa. “Saya minta komitmen, kepada bapak ibu, apakah siap rukun saklawase?” hingga dua kali. Pertanyaannya lalu dijawab “Siap” oleh hadirin.

Dalam acara tersebut, kedua pihak berkomitmen untuk berdamai. Namun, ada beberapa keputusan yang disepakati. Yakni, komitmen menjaga kerukunan dan persatuan, persoalan hukum menjadi urusan pihak berwajib, membentuk komunitas pemuda lintas desa, dan melarang hiburan terbuka di kedua desa, serta menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam mengedukasi pentingnya persatuan. (nib/khim)






Reporter: Nibros Hassani

Most Read

Artikel Terbaru

/