alexametrics
22.8 C
Kudus
Wednesday, June 29, 2022

Kembali Bertambah, Korban Tewas Pesta Miras di Jepara Jadi Delapan Orang

JEPARA – Korban tewas usai menggelar pesta miras di Desa Karanggondang, Mlonggo, kembali bertambah satu orang, pada Rabu (2/2). Yakni CA, 20, warga RT 3/RW 6 Dukuh Ploso  yang meninggal di Rumah Sakit (RS) Graha Husada Jepara sekitar pukul 09.00. Dengan begitu, total korban tewas akibat miras oplosan di Jepara hingga saat ini berjumlah delapan orang.

CA dibawa ke rumah sakit pada Selasa (1/2) malam sekitar pukul 23.30. ”Saat dibawa itu, kondisinya lemas. Bahkan matanya hanya kelihatan putihnya saja,” terang Salipan, 40, selaku paman korban.

Bahkan sehari sebelumnya atau Senin (31/1), lanjut Salipan, CA masih sempat mengikuti takziah di kediaman MH yang tewas Senin sekitar pukul 23.30 malam. MH merupakan tetangga CA. Antara rumahnya dengan rumah MH, hanya menyebrang jalan selebar tiga meter.


Salipan menjelaskan, sejak Senin itu sebenarnya keponakannya telah merasakan rasa tak enak badan. Terutama di bagian kepala dan dada. ”Pusing dan sesak. Tapi parahnya baru semalam itu, pas setelah buang air besar. Langkahnya geloyongan,” ungkapnya.

Dari situ, segera CA dibawa ke rumah sakit oleh keluarganya. Selain merasakan sakit di kepala dan dada, ia mengaku keponakannya beberapa kali muntah. Bahkan saat dibawa ke RS, keluarganya membawa ember untuk wadah muntahan CA. Muntahannya bening. Jenazah CA tiba di rumah duka kemarin sekitar 11.00 siang. Dan langsung dimakamkan hari itu juga sekitar pukul 13.30.

Sementara itu, Kepala Satreskrim Polres Jepara AKP M. Fachrur Rozi menjelaskan, setelah diselidiki lebih lanjut, pesta miras tersebut digelar Sabtu (29/1) siang sekitar pukul 13.00 dan berlangsung hingga Minggu (30/1) dini hari sekitar pukul 03.00. Lokasi pestanya di warung 2 Jiwo milik PRW. Alamatnya di Dukuh Ploso RT 5/RW 6, Desa Karanggondang, Mlonggo. ”Ada sekitar 17 orang yang ikut,” jelasnya.

Delapan orang sejauh ini tewas. Ada lima orang lainnya dirawat di rumah sakit. Yakni AM, 20; AK, 17; DA, 16; AR, 20; dan NR, 25. Lima orang itu berasal dari Karanggondang, Mlonggo. Sementara sisanya, sejauh ini masih dalam penelusuran pihak kepolisian.

Baca Juga :  Festival Kupat Lepet Ramaikan Pesta Lomban di Jepara Dipastikan Meriah

Selama penyelidikan, pihaknya telah meminta keterangan beberapa pihak. Mulai dari menyelidiki tempat kejadian perkara (TKP) di warung tempat pesta miras, meminta keterangan korban yang masih hidup, hingga ke perangkat Desa Karanggondang. Sejauh ini ada delapan orang yang telah diminta keterangan sebagai saksi. Sementara perkembangan penanganan kasusnya telah dinaikkan statusnya. Dari semula penyelidikan menjadi penyidikan. Meski begitu, sejauh ini belum ada yang ditetapkan tersangka. ”Ke depannya akan informasikan lebih lanjut terkait perkembangan kasusnya. Dan siapa yang akan ditetapkan tersangka,” tandas Rozi.

Sementara itu, penjual miras yang juga pemilik warung saat ini masih diperiksa secara intensif di Polres Jepara sebagai saksi. ”Awalnya dia sempat berkilah bahwa korban membawa miras dari luar. Dan hanya menjual minuman bersoda kemudian campurannya, Kukubima berbagai jenis rasa dan makanan,” imbuh Rozi.

Namun, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti dari TKP. Adapula yang telah dipindahkan sang penjual ke tempat lain. Dari si penjual, polisi menyita empat jerigen kecil ukuran 3 liter berisi etanol, ditambah 2 jerigen ukuran sekitar 20 liter yang juga berisi etanol.

Si penjual juga membeli etanol lain di salah satu desa di Kecamatan Pakisaji. Dari sana, pihak kepolisian juga turut mengamankan pesanannya itu. ”Kami dapatkan satu jerigen besar ditambah 10 botol yang berisi minuman keras oplosan siap jual,” papar AKP M. Fachrur Rozi.

Dari barang yang disita tersebut, Rozi mengaku telah mengirimkan sampel miras yang dijual ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng. Tujuannya, untuk mengetahui kandungan yang ada dalam miras yang dijual PRW tersebut.

Sebelumnya, ada tujuh orang yang telah tewas usai menggelar pesta miras. Lima korban dari Desa Karanggondang, Mlonggo. Mereka adalah SG, 20; JR, 20; FY, 20; MH, 21; dan DZ, 20. Dua orang lainnya, IAH, 19, dari Desa Srobyong, Mlonggo. Dan SW, 32, warga Desa Sekuro RT 18/RW 4, Mlonggo. (rom/khim)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Korban tewas usai menggelar pesta miras di Desa Karanggondang, Mlonggo, kembali bertambah satu orang, pada Rabu (2/2). Yakni CA, 20, warga RT 3/RW 6 Dukuh Ploso  yang meninggal di Rumah Sakit (RS) Graha Husada Jepara sekitar pukul 09.00. Dengan begitu, total korban tewas akibat miras oplosan di Jepara hingga saat ini berjumlah delapan orang.

CA dibawa ke rumah sakit pada Selasa (1/2) malam sekitar pukul 23.30. ”Saat dibawa itu, kondisinya lemas. Bahkan matanya hanya kelihatan putihnya saja,” terang Salipan, 40, selaku paman korban.

Bahkan sehari sebelumnya atau Senin (31/1), lanjut Salipan, CA masih sempat mengikuti takziah di kediaman MH yang tewas Senin sekitar pukul 23.30 malam. MH merupakan tetangga CA. Antara rumahnya dengan rumah MH, hanya menyebrang jalan selebar tiga meter.

Salipan menjelaskan, sejak Senin itu sebenarnya keponakannya telah merasakan rasa tak enak badan. Terutama di bagian kepala dan dada. ”Pusing dan sesak. Tapi parahnya baru semalam itu, pas setelah buang air besar. Langkahnya geloyongan,” ungkapnya.

Dari situ, segera CA dibawa ke rumah sakit oleh keluarganya. Selain merasakan sakit di kepala dan dada, ia mengaku keponakannya beberapa kali muntah. Bahkan saat dibawa ke RS, keluarganya membawa ember untuk wadah muntahan CA. Muntahannya bening. Jenazah CA tiba di rumah duka kemarin sekitar 11.00 siang. Dan langsung dimakamkan hari itu juga sekitar pukul 13.30.

Sementara itu, Kepala Satreskrim Polres Jepara AKP M. Fachrur Rozi menjelaskan, setelah diselidiki lebih lanjut, pesta miras tersebut digelar Sabtu (29/1) siang sekitar pukul 13.00 dan berlangsung hingga Minggu (30/1) dini hari sekitar pukul 03.00. Lokasi pestanya di warung 2 Jiwo milik PRW. Alamatnya di Dukuh Ploso RT 5/RW 6, Desa Karanggondang, Mlonggo. ”Ada sekitar 17 orang yang ikut,” jelasnya.

Delapan orang sejauh ini tewas. Ada lima orang lainnya dirawat di rumah sakit. Yakni AM, 20; AK, 17; DA, 16; AR, 20; dan NR, 25. Lima orang itu berasal dari Karanggondang, Mlonggo. Sementara sisanya, sejauh ini masih dalam penelusuran pihak kepolisian.

Baca Juga :  Prajurit Koramil Bangsri Digembleng Latihan Fisik

Selama penyelidikan, pihaknya telah meminta keterangan beberapa pihak. Mulai dari menyelidiki tempat kejadian perkara (TKP) di warung tempat pesta miras, meminta keterangan korban yang masih hidup, hingga ke perangkat Desa Karanggondang. Sejauh ini ada delapan orang yang telah diminta keterangan sebagai saksi. Sementara perkembangan penanganan kasusnya telah dinaikkan statusnya. Dari semula penyelidikan menjadi penyidikan. Meski begitu, sejauh ini belum ada yang ditetapkan tersangka. ”Ke depannya akan informasikan lebih lanjut terkait perkembangan kasusnya. Dan siapa yang akan ditetapkan tersangka,” tandas Rozi.

Sementara itu, penjual miras yang juga pemilik warung saat ini masih diperiksa secara intensif di Polres Jepara sebagai saksi. ”Awalnya dia sempat berkilah bahwa korban membawa miras dari luar. Dan hanya menjual minuman bersoda kemudian campurannya, Kukubima berbagai jenis rasa dan makanan,” imbuh Rozi.

Namun, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti dari TKP. Adapula yang telah dipindahkan sang penjual ke tempat lain. Dari si penjual, polisi menyita empat jerigen kecil ukuran 3 liter berisi etanol, ditambah 2 jerigen ukuran sekitar 20 liter yang juga berisi etanol.

Si penjual juga membeli etanol lain di salah satu desa di Kecamatan Pakisaji. Dari sana, pihak kepolisian juga turut mengamankan pesanannya itu. ”Kami dapatkan satu jerigen besar ditambah 10 botol yang berisi minuman keras oplosan siap jual,” papar AKP M. Fachrur Rozi.

Dari barang yang disita tersebut, Rozi mengaku telah mengirimkan sampel miras yang dijual ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng. Tujuannya, untuk mengetahui kandungan yang ada dalam miras yang dijual PRW tersebut.

Sebelumnya, ada tujuh orang yang telah tewas usai menggelar pesta miras. Lima korban dari Desa Karanggondang, Mlonggo. Mereka adalah SG, 20; JR, 20; FY, 20; MH, 21; dan DZ, 20. Dua orang lainnya, IAH, 19, dari Desa Srobyong, Mlonggo. Dan SW, 32, warga Desa Sekuro RT 18/RW 4, Mlonggo. (rom/khim)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/