alexametrics
22.9 C
Kudus
Monday, July 25, 2022

Baru Sepekan Dibuka, Warung Tempat Pesta Miras di Jepara Tewaskan 7 Orang

JEPARA – Pesta miras yang berujung merenggut nyawa tujuh orang di Jepara digelar di sebuah warung yang berlokasi di RT 5/RW 6, Dukuh Ploso, Desa Karanggondang, Mlonggo. Siapa sangka, warung itu baru beroperasi sepekan. Sebelumnya, hanya berupa bangunan kosong.

Wartawan ini mengunjungi warung tersebut kemarin. Jarak menuju Dukuh Ploso sekitar 2 kilometer ke barat dari Jalan Raya Mlonggo-Bondo. Lokasi warung tersebut, berada di kawasan permukiman. Namun, jarak antarrumah warga cukup jauh. Sebab, sebagian besar rumah di kawasan itu memiliki halaman sekitar tiga hingga lima meter.

Sementara warung bernama 2 Jiwo tersebut, letaknya di sisi selatan jalan. Di depan warung, terdapat sebuah rumah. Saat wartawan ke lokasi, pintunya tertutup. Di sisi kanannya berdempetan dengan rumah warga. Namun, dibatasi dengan tembok pagar setinggi sekitar 1,5 meter. ”Saat kejadian, saya kurang paham. Karena setiap hari setiap pukul 21.00, sudah kami tutup semua pintunya,” tutur sang pemilik rumah samping warung yang enggan disebut namanya.


Sedangkan di bagian belakang warung berupa perkebunan. Sementara di halamannya, ada dua baner yang dipasang berdampingan menghadap ke utara. Isinya tentang menu warung dan pengumuman persediaan jasa ekspedisi. Di halaman itu, juga ada dua meja bundar berpayung dan dikelilingi kursi. Ada yang panjang. Adapula yang pendek. Warung itu, berdampingan dengan rumah empunya, PRW.

Kemarin, kondisi warung itu sepi. Tak ada siapapun. Hanya ada motor matik terparkir di sisi rumah pemilik warung. Namun, pintu warung terbuka tanpa ada garis polisi.

Wartawan koran ini memasuki warung. Di dalam rumahnya ada dua lembar karpet dan beberapa meja yang menempel ditembok sebagai tempat nongkrong pelanggan. Selain itu, disediakan satu unit televisi, satu set sound system, sebuah microphone, dan VCD. Ruangan dengan ukuran sekitar 4×4 meter itu, baru dilengkapi toilet. Kondisinya masih baru. Itu dibuktikan saat disentuh masih terasa dingin dan masih tergeletak sekaleng cat tembok di sampingnya.

Baca Juga :  Atap Stadion GBK Jepara Rusak Dihantam Angin Kencang, Begini Penampakannya

”Warungnya baru. Sekitar sepekan ini. Sebelumnya rumah kosong milik saudaranya,” terang Harmono, 45, salah satu tetangga warung tersebut.

Rumah Harmono berada di sisi barat warung. Rumahnya hanya dipisahkan kebun yang jadi halaman. Jaraknya sekitar 7 meter dengan warung. Dari keterangannya, di warung tersebut merupakan tempat biasa masyarakat nongkrong. Karena disediakan beragam menu makanan. ”Statusnya seperti angkringan. Ada musiknya juga. Ada yang di dalam, ada pula yang di luar,” terangnya.

Sementara saat terjadi pesta miras, dirinya mengaku tidak terlalu paham terkait jumlah peserta maupun waktu pasti kejadiannya. ”Kebetulan yang jadi korban (pesta miras) orang sini. Namun, mereka dapat minuman (miras) dari mana, saya tidak paham,” tuturnya.

Terpisah, Kapolsek Mlonggo AKP Sudi Tjipto menjelaskan, setelah mengintrogasi PRW, pemilik warung, diketahui warung ini memang menyediakan minuman oplosan. Didapatkan PRW dari Desa Mambak, Kecamatan Pakisaji, Jepara. ”Dari sana (Desa Mambak, Red) sudah kami lakukan penyitaan sampel barang bukti. Beberapa botol dan satu jeriken oplosan,” ungkapnya.

Sementara saat pihaknya menggeledah warung yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP), hanya menemukan lima botol bir. Saat ini seluruh bir dan oplosan tersebut, diamankan kepolisian. (lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Pesta miras yang berujung merenggut nyawa tujuh orang di Jepara digelar di sebuah warung yang berlokasi di RT 5/RW 6, Dukuh Ploso, Desa Karanggondang, Mlonggo. Siapa sangka, warung itu baru beroperasi sepekan. Sebelumnya, hanya berupa bangunan kosong.

Wartawan ini mengunjungi warung tersebut kemarin. Jarak menuju Dukuh Ploso sekitar 2 kilometer ke barat dari Jalan Raya Mlonggo-Bondo. Lokasi warung tersebut, berada di kawasan permukiman. Namun, jarak antarrumah warga cukup jauh. Sebab, sebagian besar rumah di kawasan itu memiliki halaman sekitar tiga hingga lima meter.

Sementara warung bernama 2 Jiwo tersebut, letaknya di sisi selatan jalan. Di depan warung, terdapat sebuah rumah. Saat wartawan ke lokasi, pintunya tertutup. Di sisi kanannya berdempetan dengan rumah warga. Namun, dibatasi dengan tembok pagar setinggi sekitar 1,5 meter. ”Saat kejadian, saya kurang paham. Karena setiap hari setiap pukul 21.00, sudah kami tutup semua pintunya,” tutur sang pemilik rumah samping warung yang enggan disebut namanya.

Sedangkan di bagian belakang warung berupa perkebunan. Sementara di halamannya, ada dua baner yang dipasang berdampingan menghadap ke utara. Isinya tentang menu warung dan pengumuman persediaan jasa ekspedisi. Di halaman itu, juga ada dua meja bundar berpayung dan dikelilingi kursi. Ada yang panjang. Adapula yang pendek. Warung itu, berdampingan dengan rumah empunya, PRW.

Kemarin, kondisi warung itu sepi. Tak ada siapapun. Hanya ada motor matik terparkir di sisi rumah pemilik warung. Namun, pintu warung terbuka tanpa ada garis polisi.

Wartawan koran ini memasuki warung. Di dalam rumahnya ada dua lembar karpet dan beberapa meja yang menempel ditembok sebagai tempat nongkrong pelanggan. Selain itu, disediakan satu unit televisi, satu set sound system, sebuah microphone, dan VCD. Ruangan dengan ukuran sekitar 4×4 meter itu, baru dilengkapi toilet. Kondisinya masih baru. Itu dibuktikan saat disentuh masih terasa dingin dan masih tergeletak sekaleng cat tembok di sampingnya.

Baca Juga :  Sepakat Berdamai, Kasus Guru Ngaji Aniaya Murid di Jepara Dihentikan

”Warungnya baru. Sekitar sepekan ini. Sebelumnya rumah kosong milik saudaranya,” terang Harmono, 45, salah satu tetangga warung tersebut.

Rumah Harmono berada di sisi barat warung. Rumahnya hanya dipisahkan kebun yang jadi halaman. Jaraknya sekitar 7 meter dengan warung. Dari keterangannya, di warung tersebut merupakan tempat biasa masyarakat nongkrong. Karena disediakan beragam menu makanan. ”Statusnya seperti angkringan. Ada musiknya juga. Ada yang di dalam, ada pula yang di luar,” terangnya.

Sementara saat terjadi pesta miras, dirinya mengaku tidak terlalu paham terkait jumlah peserta maupun waktu pasti kejadiannya. ”Kebetulan yang jadi korban (pesta miras) orang sini. Namun, mereka dapat minuman (miras) dari mana, saya tidak paham,” tuturnya.

Terpisah, Kapolsek Mlonggo AKP Sudi Tjipto menjelaskan, setelah mengintrogasi PRW, pemilik warung, diketahui warung ini memang menyediakan minuman oplosan. Didapatkan PRW dari Desa Mambak, Kecamatan Pakisaji, Jepara. ”Dari sana (Desa Mambak, Red) sudah kami lakukan penyitaan sampel barang bukti. Beberapa botol dan satu jeriken oplosan,” ungkapnya.

Sementara saat pihaknya menggeledah warung yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP), hanya menemukan lima botol bir. Saat ini seluruh bir dan oplosan tersebut, diamankan kepolisian. (lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/