25.3 C
Kudus
Monday, November 28, 2022

Perubahan Anggaran Jepara Disetujui Gubernur Jateng

JEPARA – Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jepara 2022 telah disetujui oleh Gubernur Jawa Tengah. Setelah ini, langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara akan menyerahkan hasil evaluasi yang diberikan Gubernur Jateng ke DPRD Jepara. Sebelumnya Ranperda terkait Perubahan APBD tahun 2022 telah disetujui DPRD Jepara (12/9) lalu.

Alurnya, sebelum ditetapkan sebagai peraturan daerah, rancangan perda tersebut harus disampaikan ke Gubernur Jateng terlebih dahulu untuk dievaluasi. Itu diperlukan agar ada keserasian kebijakan daerah dengan nasional. Antara kepentingan publik serta aparatur dan tidak adanya pertentangan dengan kepentingan umum maupun aturan perundangan yang berlaku. ”Hasil evaluasi sudah keluar. Dari Gubernur Jateng, pada prinsipnya disetujui,” terang Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jepara Ronji kemarin.

Ia menjelaskan hasil evaluasi gubernur tersebut perlu diserahkan kembali ke DPRD supaya dewan memberi tanggapan atas evaluasi tersebut. ”Dan kami meminta registrasi dari Biro Hukum Provinsi Jateng untuk mengundangkan sesuai ketentuan yg berlaku,” jelas Ronji.

Baca Juga :  Segera Beroperasi, Kuota Solar di SPBN Mlonggo Jepara Dijatah 70 Kiloliter

Pihaknya memprediksi pekan depan Perda dan Perbup Perubahan APBD 2022 bisa diundangkan. Begitu perda dan perbup telah diundangkan, APBD Perubahan tersebut bisa langsung dilaksanakan sesuai ketentuan.

Diketahui, dalam Ranperda Perubahan APBD 2022 anggaran belanja Kabupaten Jepara rencananya sebesar Rp 2,62 triliun. Jumlah itu lebih tinggi dari angka yang ditetapkan dalam APBD murni sebesar Rp 2,58 triliun.

Di tengah kenaikan pos belanja yang disepakati, anggaran pendapatan justru sepakat diturunkan. Pendapatan yang awalnya ditetapkan Rp 2,414 triliun, berdasarkan pembahasan bersama dikoreksi ke angka Rp 2,377 triliun. Atau berkurang Rp 37 miliar. Akibatnya, APBD Perubahan tahun 2022 mengalami defisit sebesar Rp 244 miliar. Defisit itu ditutup dari surplus pembiayaan. Penerimaan pembiayaan sebesar Rp 269 miliar, hanya akan dikeluarkan sebesar Rp 25 miliar. (rom/him)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jepara 2022 telah disetujui oleh Gubernur Jawa Tengah. Setelah ini, langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara akan menyerahkan hasil evaluasi yang diberikan Gubernur Jateng ke DPRD Jepara. Sebelumnya Ranperda terkait Perubahan APBD tahun 2022 telah disetujui DPRD Jepara (12/9) lalu.

Alurnya, sebelum ditetapkan sebagai peraturan daerah, rancangan perda tersebut harus disampaikan ke Gubernur Jateng terlebih dahulu untuk dievaluasi. Itu diperlukan agar ada keserasian kebijakan daerah dengan nasional. Antara kepentingan publik serta aparatur dan tidak adanya pertentangan dengan kepentingan umum maupun aturan perundangan yang berlaku. ”Hasil evaluasi sudah keluar. Dari Gubernur Jateng, pada prinsipnya disetujui,” terang Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jepara Ronji kemarin.

Ia menjelaskan hasil evaluasi gubernur tersebut perlu diserahkan kembali ke DPRD supaya dewan memberi tanggapan atas evaluasi tersebut. ”Dan kami meminta registrasi dari Biro Hukum Provinsi Jateng untuk mengundangkan sesuai ketentuan yg berlaku,” jelas Ronji.

Baca Juga :  Polres Jepara Bentuk Desa Antinarkoba Upaya Tekan Peredaran Narkoba dan Obat Terlarang

Pihaknya memprediksi pekan depan Perda dan Perbup Perubahan APBD 2022 bisa diundangkan. Begitu perda dan perbup telah diundangkan, APBD Perubahan tersebut bisa langsung dilaksanakan sesuai ketentuan.

Diketahui, dalam Ranperda Perubahan APBD 2022 anggaran belanja Kabupaten Jepara rencananya sebesar Rp 2,62 triliun. Jumlah itu lebih tinggi dari angka yang ditetapkan dalam APBD murni sebesar Rp 2,58 triliun.

Di tengah kenaikan pos belanja yang disepakati, anggaran pendapatan justru sepakat diturunkan. Pendapatan yang awalnya ditetapkan Rp 2,414 triliun, berdasarkan pembahasan bersama dikoreksi ke angka Rp 2,377 triliun. Atau berkurang Rp 37 miliar. Akibatnya, APBD Perubahan tahun 2022 mengalami defisit sebesar Rp 244 miliar. Defisit itu ditutup dari surplus pembiayaan. Penerimaan pembiayaan sebesar Rp 269 miliar, hanya akan dikeluarkan sebesar Rp 25 miliar. (rom/him)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/