alexametrics
25.3 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Sempat Jadi Klaster, MTs Rengging Jepara Mulai PTM Lagi Hari ini

JEPARA – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Muttaqin Rengging, Pecangaan, Jepara, rencananya mulai kembali menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) hari ini. Sebelumnya, MTs tersebut menunda pelaksanaan PTM, lantaran ada beberapa siswa yang masih menjalani isolasi mandiri. Mereka baru selesai menjalani isolasi kemarin.

Jumlahnya ada 13 siswa. Dari total 25 siswa dan tiga guru yang terkonfirmasi positif Covid-19 beberapa waktu lalu. ”Untuk menjaga psikologi para siswa, sementara PTM di MTs tersebut baru akan dimulai Jumat (1/10),” terang Kepala MTs Al-Muttaqin Rengging Samudi kemarin.

Segala persiapan untuk menggelar PTM telah disiapkan. Mulai izin, pembentukan Satgas Covid-19 sekolah, serta mengumpulkan surat kesanggupan PTM dari orang tua dan wali siswa. Untuk kelas VII, 62 wali murid menyanggupi PTM, kelas VIII 37 orang, dan kelas IX ada 45 orang.


Sebelumnya, diberitakan Bupati Jepara Dian Kristiandi menghentikan sementara kegiatan PTM di Jepara untuk semua jenjang. Mulai PAUD, SD, SMP, hingga SMA. Menyusul ditemukan klaster Covid-19 di MTs Al-Muttaqin Rengging.

Saat itu, sekitar 50 siswa kelas VII akan divaksin Covid-19 guna menunjang PTM. Namun, saat screening sebelum vaksinasi, beberapa siswa ada yang bergejala Covid-19. Ada 24 siswa tak lolos screening. Mereka dites swab. Hasilnya, 12 anak positif. Lalu, siswa lain di kelas VII yang kontak erat di-tracing. Begitu pula dengan guru. Hasilnya, ada tambahan 13 siswa dan tiga guru yang positif Covid-19.

Baca Juga :  Renovasi Rumah, Pekerja Bangunan Tewas Tertimpa Tembok Roboh di Jepara

Terpisah, Kepala Kesehatan (Dinkes) Jepara melalui Kabid Pencegahan dan Penanganan Penyakit Eko Cahyo Puspeno menginstruksikan tiap sekolah di Jepara harus men-screening semua unsur di sekolah setiap hari. Baik siswa maupun guru.

Screening tak sekadar pengecekan suhu. Melainkan cek pula gejala-gejala yang bisa mengarah Covid-19. Sekolah wajib membentuk tim Satgas Covid-19. ”Apabila (warga sekolah) ditemukan tanda-tanda gejala, dianjurkan untuk memeriksakan ke puskesmas terdekat,” terang Eko.

Bila ditemukan kasus positif, PTM di sekolah tersebut sementara dihentikan hingga masa isolasi pasien rampung. Sementara PTM di sekolah-sekolah lain masih bisa berjalan. (lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Muttaqin Rengging, Pecangaan, Jepara, rencananya mulai kembali menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) hari ini. Sebelumnya, MTs tersebut menunda pelaksanaan PTM, lantaran ada beberapa siswa yang masih menjalani isolasi mandiri. Mereka baru selesai menjalani isolasi kemarin.

Jumlahnya ada 13 siswa. Dari total 25 siswa dan tiga guru yang terkonfirmasi positif Covid-19 beberapa waktu lalu. ”Untuk menjaga psikologi para siswa, sementara PTM di MTs tersebut baru akan dimulai Jumat (1/10),” terang Kepala MTs Al-Muttaqin Rengging Samudi kemarin.

Segala persiapan untuk menggelar PTM telah disiapkan. Mulai izin, pembentukan Satgas Covid-19 sekolah, serta mengumpulkan surat kesanggupan PTM dari orang tua dan wali siswa. Untuk kelas VII, 62 wali murid menyanggupi PTM, kelas VIII 37 orang, dan kelas IX ada 45 orang.

Sebelumnya, diberitakan Bupati Jepara Dian Kristiandi menghentikan sementara kegiatan PTM di Jepara untuk semua jenjang. Mulai PAUD, SD, SMP, hingga SMA. Menyusul ditemukan klaster Covid-19 di MTs Al-Muttaqin Rengging.

Saat itu, sekitar 50 siswa kelas VII akan divaksin Covid-19 guna menunjang PTM. Namun, saat screening sebelum vaksinasi, beberapa siswa ada yang bergejala Covid-19. Ada 24 siswa tak lolos screening. Mereka dites swab. Hasilnya, 12 anak positif. Lalu, siswa lain di kelas VII yang kontak erat di-tracing. Begitu pula dengan guru. Hasilnya, ada tambahan 13 siswa dan tiga guru yang positif Covid-19.

Baca Juga :  Hendak Dikirim, Ratusan Botol Miras di Jepara Diamankan Polisi

Terpisah, Kepala Kesehatan (Dinkes) Jepara melalui Kabid Pencegahan dan Penanganan Penyakit Eko Cahyo Puspeno menginstruksikan tiap sekolah di Jepara harus men-screening semua unsur di sekolah setiap hari. Baik siswa maupun guru.

Screening tak sekadar pengecekan suhu. Melainkan cek pula gejala-gejala yang bisa mengarah Covid-19. Sekolah wajib membentuk tim Satgas Covid-19. ”Apabila (warga sekolah) ditemukan tanda-tanda gejala, dianjurkan untuk memeriksakan ke puskesmas terdekat,” terang Eko.

Bila ditemukan kasus positif, PTM di sekolah tersebut sementara dihentikan hingga masa isolasi pasien rampung. Sementara PTM di sekolah-sekolah lain masih bisa berjalan. (lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/