alexametrics
26.4 C
Kudus
Monday, May 16, 2022

Galeri Dekranasda Jepara Pindah ke Mal Pelayanan Publik

JEPARA –  Galeri Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) yang sebelumnya di sisi pendapa kabupaten Jepara. Kini pindah di Mal Pelayanan Publik (MPP), kompleks gedung OPD bersama. Kemarin lokasi anyar itu diresmikan oleh Bupati Jepara Dian Kristiandi.

Isi galeri itu menjadi area memajang dan sarana promosi hasil produksi lokal. Mulai dari kerajinan kayu. Seperti ukiran, gebyok, kaligrafi, relief, hingga patung. Lalu ada kain tenun troso, batik jepara, monel, serta produk-produk khas Kota Ukir lainnya. Letak galeri itu tepat di belakang lift.

Ketua Dekranasda Jepara Hesti Nugroho menuturkan MPP dipilih karena lokasinya strategis. Selain itu, berada di pusat kota yang banyak dikunjungi masyarakat, juga satu lantai dengan loket layanan yang ada di MPP. “Penempatan showroom di MPP ini sengaja dipilih untuk memudahkan bagi pelaku kerajinan dalam pengurusan perizinan, sebab sudah tersentral di sini,” ujarnya.


Proyek tersebut merupakan kolaborasi antar pihak. Mulai dari DPUPR Jepara, Bagian Umum Setda Jepara, dan beberapa pihak lain. Karena proyek kolaborasi, maka anggarannya berasal dari beberapa OPD. Yaitu sebesar Rp 50 juta dari DPUPR Jepara dan Rp 50 juta Bagian Umum Setda Jepara. Totalnya sekitar Rp 100 juta.

Baca Juga :  Progres Rumah Komunitas Diperuntukkan bagi MBR Jepara Baru 50 Persen

Dekranasda merupakan lembaga yang membina dan mengembangkan produk kerajinan dan bernilai budaya menjadi produk bernilai ekonomi. Tujuannya mengangkat nilai para pengrajin asal Jepara. “Terima kasih kami sampaikan sebesar-besarnya kepada Pemkab Jepara dan Bank Jateng, yang telah membantu mewujudkan program kami ini,” tutur Hesti Nugroho.

Meski begitu, pihaknya berharap pemerintah bisa kembali memfasilitasi satu bangunan lagi. Lebih luas, agar semua produk unggulan dari para pelaku usaha kecil dan menengah bisa terpajang.

Permintaan itu pun langsung ditanggapi Andi, sapaan akrab Bupati Jepara. Pihaknya mempersilahkan sebagian gedung Jepara Trade and Tourism Center di Desa Rengging, Kecamatan Pecangaan, untuk dimanfaatkan. Sehingga produk-produk Jepara lainnya dapat terfasilitasi. “Itu bisa direnovasi kembali. Saya kira cukup representatif. Insyallah kami akan siapkan itu,” ujar Andi.






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA –  Galeri Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) yang sebelumnya di sisi pendapa kabupaten Jepara. Kini pindah di Mal Pelayanan Publik (MPP), kompleks gedung OPD bersama. Kemarin lokasi anyar itu diresmikan oleh Bupati Jepara Dian Kristiandi.

Isi galeri itu menjadi area memajang dan sarana promosi hasil produksi lokal. Mulai dari kerajinan kayu. Seperti ukiran, gebyok, kaligrafi, relief, hingga patung. Lalu ada kain tenun troso, batik jepara, monel, serta produk-produk khas Kota Ukir lainnya. Letak galeri itu tepat di belakang lift.

Ketua Dekranasda Jepara Hesti Nugroho menuturkan MPP dipilih karena lokasinya strategis. Selain itu, berada di pusat kota yang banyak dikunjungi masyarakat, juga satu lantai dengan loket layanan yang ada di MPP. “Penempatan showroom di MPP ini sengaja dipilih untuk memudahkan bagi pelaku kerajinan dalam pengurusan perizinan, sebab sudah tersentral di sini,” ujarnya.

Proyek tersebut merupakan kolaborasi antar pihak. Mulai dari DPUPR Jepara, Bagian Umum Setda Jepara, dan beberapa pihak lain. Karena proyek kolaborasi, maka anggarannya berasal dari beberapa OPD. Yaitu sebesar Rp 50 juta dari DPUPR Jepara dan Rp 50 juta Bagian Umum Setda Jepara. Totalnya sekitar Rp 100 juta.

Baca Juga :  Tebing Longsor Menutupi Jalan Tempur Jepara, Satu Rumah Rusak

Dekranasda merupakan lembaga yang membina dan mengembangkan produk kerajinan dan bernilai budaya menjadi produk bernilai ekonomi. Tujuannya mengangkat nilai para pengrajin asal Jepara. “Terima kasih kami sampaikan sebesar-besarnya kepada Pemkab Jepara dan Bank Jateng, yang telah membantu mewujudkan program kami ini,” tutur Hesti Nugroho.

Meski begitu, pihaknya berharap pemerintah bisa kembali memfasilitasi satu bangunan lagi. Lebih luas, agar semua produk unggulan dari para pelaku usaha kecil dan menengah bisa terpajang.

Permintaan itu pun langsung ditanggapi Andi, sapaan akrab Bupati Jepara. Pihaknya mempersilahkan sebagian gedung Jepara Trade and Tourism Center di Desa Rengging, Kecamatan Pecangaan, untuk dimanfaatkan. Sehingga produk-produk Jepara lainnya dapat terfasilitasi. “Itu bisa direnovasi kembali. Saya kira cukup representatif. Insyallah kami akan siapkan itu,” ujar Andi.






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/