alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Pemkab Jepara Kucurkan Rp 1 Miliar untuk Penanganan Anak Tidak Sekolah

JEPARA – Jumlah anak tidak sekolah di Jepara yang didata Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jepara saat ini mencapai 17.065 anak. Dari data tersebut Pemkab Jepara memprioritaskan Jepara bebas dari anak tidak sekolah dalam empat tahun ke depan. Rencananya, mulai tahun depan penanganan anak tidak sekolah tersebut dikucur anggaran mencapai Rp 1 miliar.

Pelaksana tugas (Plt) Disdikpora Jepara Ali Hidayat menjelaskan proses penanganan tersebut dilakukan bertahap. Dimulai tahun ini, dan ditargetkan selesai 2025. ”Harapan kita niat kita bisa diselesaikan,” terangnya.

Mulai tahun ini bentuk penanganan yang dilakukan adalah pengusulan Peraturan Bupati (Perbup) wajib belajar 12 tahun. Setelah itu, pihaknya juga telah membentuk Komunitas Peduli Pendidikan Jepara (KPPJ). Isinya dari beragam lembaga. Mulai dari universitas, organisasi keagamaan, juga beberapa perangkat dinas terkait. ”Ada Disdikpora, Dikarpus, Bappeda, dan Dinsospermades juga,” imbuh Ali Hidayat.

Baca Juga :  Awal Tahun, Dinas Kesehatan Jepara Catat Ada 53 Kasus DBD, Satu Meninggal

Dari anggaran yang disediakan di tahun depan tersebut, komunitas ini akan mendapat kucuran untuk kegiatan operasional dan penyaluran bantuan. Kegiatannya dimulai dari pendataan, juga merencanakan pelaksanaan pengentasan anak tidak di sekolah di Jepara.

Ada banyak faktor yang menyebabkan anak tidak sekolah. Selain faktor ekonomi juga bisa disebabkan oleh faktor geografis, sosial budaya, dan juga bullying. Kondisi ekonomi keluarga berdampak juga terhadap keinginan anak bersekolah. Umumnya berkaitan dengan biaya sekolah.

Ali menjelaskan anak tidak sekolah berusia 7 hingga 18 tahun dan saat ini tidak bersekolah. Baik karena putus sekolah, tidak melanjutkan jenjang sekolahnya meski usianya masih usia sekolah, juga anak-anak di usia tersebut namun belum pernah sekolah. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Jumlah anak tidak sekolah di Jepara yang didata Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jepara saat ini mencapai 17.065 anak. Dari data tersebut Pemkab Jepara memprioritaskan Jepara bebas dari anak tidak sekolah dalam empat tahun ke depan. Rencananya, mulai tahun depan penanganan anak tidak sekolah tersebut dikucur anggaran mencapai Rp 1 miliar.

Pelaksana tugas (Plt) Disdikpora Jepara Ali Hidayat menjelaskan proses penanganan tersebut dilakukan bertahap. Dimulai tahun ini, dan ditargetkan selesai 2025. ”Harapan kita niat kita bisa diselesaikan,” terangnya.

Mulai tahun ini bentuk penanganan yang dilakukan adalah pengusulan Peraturan Bupati (Perbup) wajib belajar 12 tahun. Setelah itu, pihaknya juga telah membentuk Komunitas Peduli Pendidikan Jepara (KPPJ). Isinya dari beragam lembaga. Mulai dari universitas, organisasi keagamaan, juga beberapa perangkat dinas terkait. ”Ada Disdikpora, Dikarpus, Bappeda, dan Dinsospermades juga,” imbuh Ali Hidayat.

Baca Juga :  Pulau Panjang Bakal Miliki Terumbu Karang Buatan

Dari anggaran yang disediakan di tahun depan tersebut, komunitas ini akan mendapat kucuran untuk kegiatan operasional dan penyaluran bantuan. Kegiatannya dimulai dari pendataan, juga merencanakan pelaksanaan pengentasan anak tidak di sekolah di Jepara.

Ada banyak faktor yang menyebabkan anak tidak sekolah. Selain faktor ekonomi juga bisa disebabkan oleh faktor geografis, sosial budaya, dan juga bullying. Kondisi ekonomi keluarga berdampak juga terhadap keinginan anak bersekolah. Umumnya berkaitan dengan biaya sekolah.

Ali menjelaskan anak tidak sekolah berusia 7 hingga 18 tahun dan saat ini tidak bersekolah. Baik karena putus sekolah, tidak melanjutkan jenjang sekolahnya meski usianya masih usia sekolah, juga anak-anak di usia tersebut namun belum pernah sekolah. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru