alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Kasus Kekerasan Kian Marak, Forum Anak Jepara Deklarasikan Tujuh Aspirasi

JEPARA – Masih dalam suasana memeringati Hari Anak Nasional, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menyelenggarakan berbagai acara untuk anak. Diwakili oleh Forum Anak Jepara, ada tujuh aspirasi yang dideklarasikan pada acara tersebut. Terkait dengan berbagai permasalahan di Jepara termasuk kekerasan.

Tujuh aspirasi ini dinyatakan pada puncak acara. Dibacakan oleh perwakilan Forum Anak, mengatasnamakan anak Jepara. Tujuh tuntutan yang dibacakan ialah, meminta masyarakat dan pemerintah untuk mengawasi pergaulan anak dalam menyikapi bullying, gencar memberikan sanksi kepada pelaku kekerasan seksual terhadap anak, meningkatkan perhatian dan perlindungan tumbuh kembang anak dengan HIV AIDS, ikut serta berperan aktif untuk mencegah pernikahan dini, mewujudkan kawasan tanpa rokok, menyediakan bus sekolah, dan menyediakan tempat kreativitas anak di setiap kecamatan.

Fachruddin, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada DP3AP2KB Jepara menuturkan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, acara kali ini dirancang khusus. Berbagai lomba disediakan. Penyelenggaranya juga dari Forum Anak, komunitas yang ada dibawah naungan DP3AP2KB. “Biasanya acara anak cuma formalitas saja, tahun ini kita kasih anak-anak panggung, kasih mereka suara maunya apa, pengennya apa,” kata Fahruddin.

Baca Juga :  Jadi Tuan Rumah, Pemkab Jepara Diminta Kawal dan Sukseskan Gelaran KUPI

Ia menambahkan, peringatan hari anak menjadi pengingat bagi seluruh orangtua di Jepara utamanya, untuk lebih mempedulikan anak-anak. Ia menilai, permasalahan seperti pengajuan dispensasi nikah, tingginya angka perceraian, dan kekerasan bisa bermula dari tidak pedulinya orangtua terhadap anak. Di beberapa kasus yang ia tangani, banyak anak korban menjadi korban.

Muhammad Nafis, Ketua Forum Anak Jepara mengatakan ada banyak lomba yang diadakan. Di antaranya lomba mewarnai, permainan tradisional, memasak, senam, hola hoop, dan ular tangga. Ada juga bazaar yang dipamerkan oleh para pegiat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Ia berharap dengan adanya acara ini, tuntutan anak-anak di Jepara bisa terpenuhi. “Bagian dari usaha kita untuk mengupayakan Jepara sebagai kawasan ramah anak,” kata Nafis. (nib/war)

JEPARA – Masih dalam suasana memeringati Hari Anak Nasional, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menyelenggarakan berbagai acara untuk anak. Diwakili oleh Forum Anak Jepara, ada tujuh aspirasi yang dideklarasikan pada acara tersebut. Terkait dengan berbagai permasalahan di Jepara termasuk kekerasan.

Tujuh aspirasi ini dinyatakan pada puncak acara. Dibacakan oleh perwakilan Forum Anak, mengatasnamakan anak Jepara. Tujuh tuntutan yang dibacakan ialah, meminta masyarakat dan pemerintah untuk mengawasi pergaulan anak dalam menyikapi bullying, gencar memberikan sanksi kepada pelaku kekerasan seksual terhadap anak, meningkatkan perhatian dan perlindungan tumbuh kembang anak dengan HIV AIDS, ikut serta berperan aktif untuk mencegah pernikahan dini, mewujudkan kawasan tanpa rokok, menyediakan bus sekolah, dan menyediakan tempat kreativitas anak di setiap kecamatan.

Fachruddin, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada DP3AP2KB Jepara menuturkan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, acara kali ini dirancang khusus. Berbagai lomba disediakan. Penyelenggaranya juga dari Forum Anak, komunitas yang ada dibawah naungan DP3AP2KB. “Biasanya acara anak cuma formalitas saja, tahun ini kita kasih anak-anak panggung, kasih mereka suara maunya apa, pengennya apa,” kata Fahruddin.

Baca Juga :  Meriahkan HUT Rumah Sakit, RSUD Jepara Gelar Lomba Foto dan Donor Darah

Ia menambahkan, peringatan hari anak menjadi pengingat bagi seluruh orangtua di Jepara utamanya, untuk lebih mempedulikan anak-anak. Ia menilai, permasalahan seperti pengajuan dispensasi nikah, tingginya angka perceraian, dan kekerasan bisa bermula dari tidak pedulinya orangtua terhadap anak. Di beberapa kasus yang ia tangani, banyak anak korban menjadi korban.

Muhammad Nafis, Ketua Forum Anak Jepara mengatakan ada banyak lomba yang diadakan. Di antaranya lomba mewarnai, permainan tradisional, memasak, senam, hola hoop, dan ular tangga. Ada juga bazaar yang dipamerkan oleh para pegiat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Ia berharap dengan adanya acara ini, tuntutan anak-anak di Jepara bisa terpenuhi. “Bagian dari usaha kita untuk mengupayakan Jepara sebagai kawasan ramah anak,” kata Nafis. (nib/war)


Most Read

Artikel Terbaru