alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Duh, Tinggal Satu Desa di Jepara Belum Cairkan DD Tahap II, Apa Penyebabnya?

JEPARA – Batas waktu pencairan Dana Desa (DD) tahap kedua rencananya berakhir akhir Juli. Dari 184 desa di Jepara hampir seluruhnya telah mencairkan DD. Namun, hingga kemarin tersisa satu desa yang belum mencairkan. Yaitu Desa Bugel Kecamatan Kedung.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Edy Marwoto melalui Kabid Bina Pemerintahan Desa Muh. Taufiq menjelaskan desa tersebut belum mencairkan DD tahap ke dua karena masih mengalami kendala di bagian administrasi. ”Ini sudah proses di tingkat desa. Semoga bisa cair dalam waktu dekat. Semoga awal Agustus sudah clear,” terangnya.

Atas desa-desa yang masih mengalami kendala di bagian pencairan DD tahap kedua, pihaknya juga telah mengumpulkan perangkat desanya Senin (25/7) lalu. Mereka diberi pembinaan dan diminta untuk segera mencairkan DD-nya. Sehingga, dari DD tersebut bisa dilanjutkan kegiatan selanjutnya sesuai program yang direncanakan masing-masing desa.

Baca Juga :  KKN Unisnu Perkuat Digital Marketing UMKM Kerupuk

Pencairan DD dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama desa mendapat 40 persen dari total DD yang didapat, tahap ke dua juga 40 persen, dan di tahap ke tiga 20 persen.

Penggunaan DD tahun ini diatur oleh pemerintah pusat. Masing-masing desa harus mengalokasikan minimal 40 persen untuk menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari DD. Selain itu, DD juga wajib dialokasikan minimal 20 persen untuk ketahanan pangan nabati hewani, dan minimal 8 persen untuk membantu penanganan Covid-19 di tingkat desa.

Sementara sisanya, atau sekitar 32 persen diperkenankan untuk kegiatan lain. Bisa berupa kegiatan pembangunan desa atau pemberdayaan masyarakat desa. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Batas waktu pencairan Dana Desa (DD) tahap kedua rencananya berakhir akhir Juli. Dari 184 desa di Jepara hampir seluruhnya telah mencairkan DD. Namun, hingga kemarin tersisa satu desa yang belum mencairkan. Yaitu Desa Bugel Kecamatan Kedung.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Edy Marwoto melalui Kabid Bina Pemerintahan Desa Muh. Taufiq menjelaskan desa tersebut belum mencairkan DD tahap ke dua karena masih mengalami kendala di bagian administrasi. ”Ini sudah proses di tingkat desa. Semoga bisa cair dalam waktu dekat. Semoga awal Agustus sudah clear,” terangnya.

Atas desa-desa yang masih mengalami kendala di bagian pencairan DD tahap kedua, pihaknya juga telah mengumpulkan perangkat desanya Senin (25/7) lalu. Mereka diberi pembinaan dan diminta untuk segera mencairkan DD-nya. Sehingga, dari DD tersebut bisa dilanjutkan kegiatan selanjutnya sesuai program yang direncanakan masing-masing desa.

Baca Juga :  Alami Sedimentasi, SWD Tak Kunjung Dinormalisasi, Apa Sebab?

Pencairan DD dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama desa mendapat 40 persen dari total DD yang didapat, tahap ke dua juga 40 persen, dan di tahap ke tiga 20 persen.

Penggunaan DD tahun ini diatur oleh pemerintah pusat. Masing-masing desa harus mengalokasikan minimal 40 persen untuk menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari DD. Selain itu, DD juga wajib dialokasikan minimal 20 persen untuk ketahanan pangan nabati hewani, dan minimal 8 persen untuk membantu penanganan Covid-19 di tingkat desa.

Sementara sisanya, atau sekitar 32 persen diperkenankan untuk kegiatan lain. Bisa berupa kegiatan pembangunan desa atau pemberdayaan masyarakat desa. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru