alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Diduga Dipicu Masalah Keluarga, Pria di Jepara Ini Rela Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

JEPARA – Seorang pria, berinisial S (36) warga Ngasem RT 14 RW 02 Kecamatan Batealit tewas gantung diri. Almarhum dikenal baik dan tidak bermasalah dengan warga sekitar. Diduga pemicunya adalah masalah keluarga.

Dari foto yang diterima wartawan Jawa Pos Radar Kudus, pria itu tampak terbujur kaku, tergantung pada blandar rumah. Ia mengenakan singlet dan celana berwarna putih.

Menurut Petinggi Desa Ngasem, Surjono, pria tersebut, S (36) diduga melancarkan aksi itu sekitar setelah subuh. Ia ditemukan sekitar pukul tujuh. Merujuk keterangan puskesmas, ia telah mati satu jam sebelumnya.


Kata Surjono, saat itu S (36) sedang berada sendiri di rumah. “Biasanya ada ayahnya, tapi katanya sedang diluar ada acara,” jelas Surjono. Sementara itu, istrinya juga sedang tidak berada di rumah.

Baca Juga :  Kawasan Pesisir Jepara Kembali Diterjang Banjir Rob

Surjono menduga pemicunya adalah masalah keluarga. “Entah ekonomi atau dengan keluarga istri, saya tidak tahu. Yang pasti korban dengan warga sekitar tidak ada masalah,” jelasnya.

Sehari-hari S (36) bekerja sebagai karyawan swasta. “Kerja di garmen atau gudang setahu saya, istrinya juga (sama)” kata Surjono.

Bhabinkamtibmas Ngasem, Juni Setiawan mengatakan korban bunuh diri dengan menggunakan tali nilon sepanjang satu setengah meter. Saat diperiksa pihak puskesmas, tidak ada tanda-tanda kekerasan di sekitar tubuhnya. Hanya bagian leher yang tedapat luka jeratan tali melingkar.

“Setelah saya tinggal ke polres, siang sudah dimandikan oleh pak Moden,lalu disemayamkan langsung,” jelasnya. (nib)

JEPARA – Seorang pria, berinisial S (36) warga Ngasem RT 14 RW 02 Kecamatan Batealit tewas gantung diri. Almarhum dikenal baik dan tidak bermasalah dengan warga sekitar. Diduga pemicunya adalah masalah keluarga.

Dari foto yang diterima wartawan Jawa Pos Radar Kudus, pria itu tampak terbujur kaku, tergantung pada blandar rumah. Ia mengenakan singlet dan celana berwarna putih.

Menurut Petinggi Desa Ngasem, Surjono, pria tersebut, S (36) diduga melancarkan aksi itu sekitar setelah subuh. Ia ditemukan sekitar pukul tujuh. Merujuk keterangan puskesmas, ia telah mati satu jam sebelumnya.

Kata Surjono, saat itu S (36) sedang berada sendiri di rumah. “Biasanya ada ayahnya, tapi katanya sedang diluar ada acara,” jelas Surjono. Sementara itu, istrinya juga sedang tidak berada di rumah.

Baca Juga :  Pemuda Bringin Jepara Dibekali Pelatihan Digital Marketing

Surjono menduga pemicunya adalah masalah keluarga. “Entah ekonomi atau dengan keluarga istri, saya tidak tahu. Yang pasti korban dengan warga sekitar tidak ada masalah,” jelasnya.

Sehari-hari S (36) bekerja sebagai karyawan swasta. “Kerja di garmen atau gudang setahu saya, istrinya juga (sama)” kata Surjono.

Bhabinkamtibmas Ngasem, Juni Setiawan mengatakan korban bunuh diri dengan menggunakan tali nilon sepanjang satu setengah meter. Saat diperiksa pihak puskesmas, tidak ada tanda-tanda kekerasan di sekitar tubuhnya. Hanya bagian leher yang tedapat luka jeratan tali melingkar.

“Setelah saya tinggal ke polres, siang sudah dimandikan oleh pak Moden,lalu disemayamkan langsung,” jelasnya. (nib)


Most Read

Artikel Terbaru

/