alexametrics
26.2 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Tahun 2021, Pendapatan Uji KIR di Jepara Lampaui Target

JEPARA – Pendapatan daerah lewat uji kendaraan bermotor tahun kemarin lampaui target yang ditetapkan. Pendapatan selama 2021 Rp 1,369 miliar dari target Rp 1,338 miliar yang ditetapkan. Meski begitu, target pendapatan uji KIR tak lepas dari adanya penurunan target yang semula Rp 1,803 miliar.

Penurunan target itu dipengaruhi karena persentase penurunan kendaraan yang melakukan uji KIR dari Januari hingga Juni 2021. Ada penurunan sekitar 73 persen. Pasalnya, target kendaraan uji per bulan yaitu 1.801 kendaraan.

Namun realisasi rata-rata per bulan hanya sekitar 1.306 kendaraan yang uji KIR. “Di lain sisi ada kendaraan-kendaraan angkutan yang tidak berfungsi dan lainnya. Sehingga minta diturunkan targetnya,” terang Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara Trisno Santosa.


Meski begitu, dirinya tetap bersyukur target tahun kemarin tercapai. Pasalnya, ada peningkatan dibanding dengan realisasi pendapatan uji KIR tahun 2020. Saat itu targetnya Rp 1,1 miliar. Namun hanya terealisasi Rp 1 miliar.

Baca Juga :  Satlantas Gelar Vaksinasi di Jepara, Sasar Karyawan Mebel

Saat itu Trisno beralasan adanya pandemi Covid-19 jadi salah satu penyebab tak terealisasinya target pendapatan 2020. Sehingga, layanan uji kendaraan bermotor sempat ditutup sekitar dua bulan. Ditambah, animo masyarakat untuk uji kendaraan rendah. Alasannya, banyak kendaraan tak beroperasi selama pandemi. ”Tahun ini ada kenaikan pendapatan dibanding tahun 2020,” tandas Trisno.

Tahun ini, rencananya target pendapatan uji kendaraan bermotor kembali dinaikkan menjadi Rp 1,36 miliar. Di Jepara sistem pendaftaran uji kendaraan bermotor dilakukan melalui online. Setelah terdaftar online, pembayarannya lewat bank yang ditunjuk Dishub Jepara. yaitu Bank Jateng. Hal itu guna menghindari terjadinya pungutan liar. ”Sehingga pemasukannya jelas,” tegas Trisno. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Pendapatan daerah lewat uji kendaraan bermotor tahun kemarin lampaui target yang ditetapkan. Pendapatan selama 2021 Rp 1,369 miliar dari target Rp 1,338 miliar yang ditetapkan. Meski begitu, target pendapatan uji KIR tak lepas dari adanya penurunan target yang semula Rp 1,803 miliar.

Penurunan target itu dipengaruhi karena persentase penurunan kendaraan yang melakukan uji KIR dari Januari hingga Juni 2021. Ada penurunan sekitar 73 persen. Pasalnya, target kendaraan uji per bulan yaitu 1.801 kendaraan.

Namun realisasi rata-rata per bulan hanya sekitar 1.306 kendaraan yang uji KIR. “Di lain sisi ada kendaraan-kendaraan angkutan yang tidak berfungsi dan lainnya. Sehingga minta diturunkan targetnya,” terang Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara Trisno Santosa.

Meski begitu, dirinya tetap bersyukur target tahun kemarin tercapai. Pasalnya, ada peningkatan dibanding dengan realisasi pendapatan uji KIR tahun 2020. Saat itu targetnya Rp 1,1 miliar. Namun hanya terealisasi Rp 1 miliar.

Baca Juga :  Renovasi Petilasan Ratu Kalinyamat Jepara Digelontor Rp 200 Juta

Saat itu Trisno beralasan adanya pandemi Covid-19 jadi salah satu penyebab tak terealisasinya target pendapatan 2020. Sehingga, layanan uji kendaraan bermotor sempat ditutup sekitar dua bulan. Ditambah, animo masyarakat untuk uji kendaraan rendah. Alasannya, banyak kendaraan tak beroperasi selama pandemi. ”Tahun ini ada kenaikan pendapatan dibanding tahun 2020,” tandas Trisno.

Tahun ini, rencananya target pendapatan uji kendaraan bermotor kembali dinaikkan menjadi Rp 1,36 miliar. Di Jepara sistem pendaftaran uji kendaraan bermotor dilakukan melalui online. Setelah terdaftar online, pembayarannya lewat bank yang ditunjuk Dishub Jepara. yaitu Bank Jateng. Hal itu guna menghindari terjadinya pungutan liar. ”Sehingga pemasukannya jelas,” tegas Trisno. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/