SOLO - Program pemenuhan gizi bagi pelajar di Kota Solo kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, perhatian datang setelah muncul keluhan masyarakat terkait variasi menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disampaikan langsung melalui media sosial.
Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, merespons aduan tersebut dengan langkah cepat. Ia melakukan inspeksi mendadak ke dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi pusat produksi makanan bagi penerima manfaat program tersebut di Solo, Jawa Tengah.
Langkah ini menunjukkan perubahan pola komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, di mana laporan warga melalui media sosial kini dapat langsung memicu tindakan di lapangan.
Baca Juga: SPPG Sidorejo Pamotan Digembok Pemilik Aset, Program MBG 1.790 Siswa Terhenti
Aduan Warga Masuk Lewat Instagram
Inspeksi yang dilakukan pada Kamis (12/3/2026) itu berawal dari sejumlah pesan langsung (DM) dan komentar yang masuk ke akun Instagram pribadi Wakil Wali Kota Solo.
Warga menyampaikan keluhan terkait menu makanan dalam program MBG yang dinilai kurang bervariasi. Sebagian orang tua siswa mengaku khawatir anak-anak akan merasa bosan sehingga makanan yang disediakan berpotensi tidak dikonsumsi secara optimal.
Menanggapi laporan tersebut, Astrid memutuskan untuk mengecek langsung operasional dapur yang menjadi mitra program MBG.
Ia menegaskan bahwa laporan masyarakat harus ditindaklanjuti secara konkret agar kualitas layanan publik tetap terjaga.
“Ini bagian dari monitoring sekaligus merespons aduan masyarakat. Kami ingin memastikan kondisi di lapangan secara langsung,” ujarnya.
Dua Dapur SPPG Jadi Sasaran Sidak
Dalam kegiatan tersebut, Astrid meninjau dua lokasi dapur SPPG di Kota Solo, yaitu:
-
Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres
-
RT 006 RW 007 Karangasem, Kecamatan Laweyan
Kedua dapur tersebut merupakan bagian dari jaringan dapur yang menyiapkan makanan bagi siswa penerima manfaat program MBG di sejumlah sekolah.
Selama sidak berlangsung, Astrid tidak hanya meninjau ruang dapur, tetapi juga mengevaluasi seluruh proses operasional, mulai dari persiapan bahan baku hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan standar kebersihan, kualitas gizi, serta ketepatan proses distribusi tetap terjaga.
Proses Produksi Makanan Ikut Dicek
Dalam peninjauan tersebut, beberapa aspek yang diperiksa antara lain:
-
proses pemilihan bahan makanan
-
standar kebersihan dapur
-
teknik pengolahan makanan
-
pengemasan dan distribusi makanan
Pemerintah Kota Solo ingin memastikan bahwa dapur mitra MBG bekerja sesuai standar yang telah ditetapkan.
Selain itu, pengawasan juga dilakukan untuk memastikan makanan yang disajikan tetap aman dikonsumsi oleh anak-anak.
Menurut Astrid, pengawasan terhadap dapur MBG memang harus dilakukan secara berkala karena program ini menyasar ribuan siswa setiap hari.
Tidak Ada Pelanggaran Serius
Dari hasil inspeksi lapangan, Astrid menyampaikan bahwa secara umum operasional dua dapur SPPG tersebut berjalan cukup baik.
Tidak ditemukan pelanggaran besar dalam proses pengolahan maupun distribusi makanan.
Namun demikian, pemerintah tetap memberikan sejumlah catatan perbaikan kepada pengelola dapur.
Catatan tersebut terutama berkaitan dengan variasi menu makanan agar lebih menarik bagi siswa.
Hal ini dinilai penting karena keberhasilan program pemenuhan gizi tidak hanya bergantung pada kandungan nutrisi, tetapi juga pada tingkat penerimaan anak terhadap makanan yang disajikan.
Menu Harus Sesuai Selera Anak
Astrid menegaskan bahwa makanan yang diberikan kepada siswa harus mempertimbangkan dua hal utama sekaligus, yaitu nilai gizi dan selera anak.
Jika makanan kurang disukai, ada risiko makanan tidak dimakan dan akhirnya terbuang.
Karena itu, pengelola dapur diminta melakukan inovasi menu agar makanan tetap menarik tanpa mengurangi standar gizi yang ditetapkan.
Menurutnya, variasi menu sangat penting terutama bagi siswa sekolah dasar yang menjadi penerima manfaat utama program MBG.
“Menu harus memperhatikan selera anak-anak agar makanan tidak terbuang,” jelasnya.
Penyesuaian Porsi Saat Ramadhan
Selain membahas variasi menu, sidak tersebut juga menyoroti pengaturan porsi makanan selama bulan Ramadhan.
Sebagian siswa menjalankan ibadah puasa sehingga pengaturan porsi makanan perlu disesuaikan.
Astrid mengingatkan bahwa perubahan porsi tidak boleh berdampak pada kualitas nutrisi makanan yang diberikan.
Artinya, meskipun porsi bisa berbeda antara siswa yang berpuasa dan yang tidak, kandungan gizi tetap harus terpenuhi.
Langkah ini dianggap penting untuk menjaga tujuan utama program MBG, yakni meningkatkan kualitas gizi anak sekolah.
Monitoring Akan Dilakukan Berkala
Pemerintah Kota Solo memastikan bahwa pengawasan terhadap dapur MBG tidak hanya dilakukan sekali.
Monitoring akan terus dilakukan secara berkala untuk menjaga kualitas program.
Selain melalui inspeksi langsung, pemerintah juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan maupun kritik.
Media sosial kini menjadi salah satu kanal pengaduan yang cukup efektif untuk menjembatani komunikasi antara warga dan pemerintah.
Kasus ini menjadi contoh bagaimana laporan warga dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
Program MBG Jadi Sorotan Nasional
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah di Indonesia.
Program ini menyasar jutaan siswa dari berbagai jenjang pendidikan.
Namun dalam implementasinya, program tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan, mulai dari kualitas menu, distribusi makanan, hingga pengawasan dapur penyedia makanan.
Karena itu, pengawasan dari pemerintah daerah menjadi faktor penting untuk memastikan program berjalan efektif.
Langkah sidak yang dilakukan Wakil Wali Kota Solo dinilai sebagai upaya menjaga kualitas pelaksanaan program di tingkat daerah.
Respons Cepat Pemerintah Daerah
Kasus ini juga memperlihatkan perubahan pendekatan pemerintah dalam merespons keluhan masyarakat.
Jika sebelumnya laporan warga harus melalui jalur birokrasi panjang, kini aduan melalui media sosial pun dapat langsung mendapat perhatian.
Respons cepat ini dianggap penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap program pemerintah.
Selain itu, keterbukaan terhadap kritik juga dapat membantu memperbaiki pelaksanaan program di lapangan.
Inspeksi yang dilakukan Wakil Wali Kota Solo ke dapur SPPG menunjukkan bahwa pengawasan terhadap program pemenuhan gizi harus dilakukan secara berkelanjutan.
Meski tidak ditemukan pelanggaran serius, pemerintah tetap mendorong perbaikan terutama dalam hal variasi menu dan penyesuaian porsi makanan selama Ramadhan.
Kasus ini juga menjadi bukti bahwa aduan masyarakat melalui media sosial dapat menjadi alat kontrol sosial yang efektif untuk menjaga kualitas pelayanan publik.
Editor : Mahendra Aditya