RADAR KUDUS – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan para kepala daerah di wilayahnya tidak diperkenankan meninggalkan daerah selama masa libur Lebaran 2026.
Kebijakan tersebut diterapkan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan serta pengamanan arus mudik dapat dilakukan secara maksimal.
Pernyataan itu disampaikan Ahmad Luthfi saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral bersama para bupati dan wali kota serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (9/3/2026).
Baca Juga: Tak Perlu Motor! Pemprov Jateng Siapkan 342 Bus dan 17 Kereta untuk Mudik Gratis 2026
Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 000.2.3/1171/SJ tertanggal 8 Maret 2026 yang mengatur penundaan perjalanan ke luar negeri bagi kepala daerah selama masa libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
“Saya minta para kepala daerah tetap berada di wilayahnya masing-masing mulai H-7 hingga H+7 Lebaran, sesuai dengan surat edaran dari Mendagri,” ujar Ahmad Luthfi.
Ia menekankan agar para bupati dan wali kota mematuhi ketentuan tersebut, mengingat pada periode mudik Lebaran pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memantau situasi di wilayahnya.
Selain memastikan pelayanan publik tetap berjalan, pemerintah daerah juga harus siap menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama momentum mudik.
Ahmad Luthfi menambahkan, Jawa Tengah diperkirakan kembali menjadi salah satu tujuan utama pemudik pada Lebaran tahun ini.
Berdasarkan proyeksi yang ada, jumlah pemudik yang masuk ke wilayah tersebut diprediksi mencapai sekitar 17,3 juta orang.
“Tahun ini diperkirakan ada sekitar 17,3 juta pemudik yang datang ke Jawa Tengah,” katanya.
Baca Juga: Pemprov Jateng dan Undip Gelar Nobar Film Dokumenter untuk Cegah Radikalisme di Kalangan Pelajar
Dalam rapat koordinasi tersebut, berbagai kesiapan menghadapi arus mudik dan arus balik juga turut dibahas.
Pembahasan mencakup kesiapan transportasi, ketersediaan bahan pokok penting, hingga upaya mitigasi di daerah yang berpotensi terdampak bencana.
Rapat itu juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno, serta jajaran Forkopimda.
Untuk menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat saat Lebaran, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan sejumlah langkah.
Di antaranya pembentukan posko terpadu serta patroli mobile di titik-titik rawan kemacetan.
Baca Juga: Pemprov Jateng Ganjar Atlet Berprestasi, Ahmad Luthfi Serahkan Tali Asih Rp4,9 Miliar
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan rambu lalu lintas portabel, menambah 10 titik kamera pengawas (CCTV), serta memperkuat pengawasan di jalur mudik.
Langkah lain yang dilakukan adalah menyelenggarakan program mudik dan balik gratis, melakukan ramp check kendaraan angkutan umum di 23 terminal tipe B, serta menyiapkan jalur alternatif bagi para pemudik.
Di sektor infrastruktur, perbaikan jalan berlubang dan peningkatan fasilitas keselamatan lalu lintas juga terus dipercepat.
“Perbaikan jalan yang rusak, pemasangan rambu, hingga penerangan jalan terus kita lakukan agar jalur yang dilalui pemudik aman dan nyaman,” ujar Ahmad Luthfi.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap berbagai langkah tersebut dapat memastikan arus mudik Lebaran 2026 berjalan lancar serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan pulang kampung. (*)
Editor : Ali Mustofa