alexametrics
23.2 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Aksi Kompak Pimpinan DPRD Sragen Kembalikan Mobil Dinas

SRAGEN – Mobil Dinas (mobdin) yang digunakan untuk operasional para pimpinan DPRD Sragen dikembalikan ke aset daerah dalam rangka menghemat anggaran. Pimpinan yang terdiri dari ketua dan tiga wakil ketua itu menghemat agar digunakan sebaik-baiknya dalam memulihkan ekonomi akibat pandemi,

Mobdin yang dikembalikan jenis Mitsubishi Pajero untuk ketua DPRD dan tiga mobil Toyota Innova masing-masing untuk wakil ketua DPRD. Semua dibeli pada tahun 2017.

Ketua DPRD Sragen Suparno menyampaikan, sudah sepekan ini mobil dinasnya dikembalikan ke aset daerah. Alasan dia karena postur APBD Sragen saat ini sangat minim. Secara umum anggaran untuk pemberdayaan ke masyarakat hanya Rp 47,5 miliar.


”Saya tidak meminta kendaraan baru. Saya memilih uang yang bakal digunakan untuk membeli kendaraan dinas agar dikembalikan ke masyarakat. Digunakan untuk pemulihan ekonomi akibat dampak Covid-19,” ujarnya.

Pihaknya tidak memaksa untuk dianggarkan pembelian mobil baru. Langkah itu juga dilakukan oleh tiga wakil ketua DPRD Sragen. Sehingga empat mobil dinas dikembalikan ke sekretariat dewan untuk dikembalikan ke aset daerah.

Untuk menunjang aktivitasnya saat ini, selain menggunakan mobil pribadi, pimwan memilih menggunakan mobil operasional rumah dinas. Dengan demikian biaya perawatan mobil dinas bisa dihemat dan tidak dianggarkan.

Baca Juga :  Pedagang Pasar Legi Bisa Tempati Kios Pada Desember Nanti

”Pemeliharaan tidak dianggarkan. Hanya dibiayai pemerintah ketika sedang ada kegiatan saja. Sebelumnya ada biaya bensin rutin sebulan Rp 2,5 juta,” ujarnya.

Suparno memastikan pengembalian mobil tidak hanya dokumen saja. Namun juga berikut fisik mobil ke pemerintah daerah. Selanjutnya Suparno akan memaksimalkan Toyota Camry yang dibeli pada tahun 2011 dan merupakan bekas operasional ketua DPRD sebelumnya.

”Kondisi sebelumnya tak terawat. Ini statusnya pinjam pakai. Soal operasional jadi tanggung jawab saya secara pribadi. Kalau dibilang lebih nyaman mana, nyaman mobil kita sendiri,” ujarnya.

Selain itu mobil dinas sebelumnya juga sempat mogok di jalan tol saat perjalanan ke Semarang. Namun sudah diperbaiki sebelum dikembalikan ke aset daerah.

Sekretaris DPRD Sragen Pujiatmoko membenarkan mobil dinas para pimpinan sudah dikembalikan. Lantas untuk kegiatan mereka menggunakan mobil pribadi.

”Ketua dan tiga wakil ketua mengembalikan mobil dinas. Mobilnya itu semua kendaraan pimpinan yang lama,” ujar Puji.

Karena menggunakan kendaraan pribadi, belum ada kejelasan tunjangannya. ”Saat ini masih menaikkan nota dinasnya, tergantung TAPD (tim anggaran pemerintah daerah) nanti, jadi masih menggunakan biaya pribadi,” terangnya. (nac)

SRAGEN – Mobil Dinas (mobdin) yang digunakan untuk operasional para pimpinan DPRD Sragen dikembalikan ke aset daerah dalam rangka menghemat anggaran. Pimpinan yang terdiri dari ketua dan tiga wakil ketua itu menghemat agar digunakan sebaik-baiknya dalam memulihkan ekonomi akibat pandemi,

Mobdin yang dikembalikan jenis Mitsubishi Pajero untuk ketua DPRD dan tiga mobil Toyota Innova masing-masing untuk wakil ketua DPRD. Semua dibeli pada tahun 2017.

Ketua DPRD Sragen Suparno menyampaikan, sudah sepekan ini mobil dinasnya dikembalikan ke aset daerah. Alasan dia karena postur APBD Sragen saat ini sangat minim. Secara umum anggaran untuk pemberdayaan ke masyarakat hanya Rp 47,5 miliar.

”Saya tidak meminta kendaraan baru. Saya memilih uang yang bakal digunakan untuk membeli kendaraan dinas agar dikembalikan ke masyarakat. Digunakan untuk pemulihan ekonomi akibat dampak Covid-19,” ujarnya.

Pihaknya tidak memaksa untuk dianggarkan pembelian mobil baru. Langkah itu juga dilakukan oleh tiga wakil ketua DPRD Sragen. Sehingga empat mobil dinas dikembalikan ke sekretariat dewan untuk dikembalikan ke aset daerah.

Untuk menunjang aktivitasnya saat ini, selain menggunakan mobil pribadi, pimwan memilih menggunakan mobil operasional rumah dinas. Dengan demikian biaya perawatan mobil dinas bisa dihemat dan tidak dianggarkan.

Baca Juga :  Pedagang Pasar Legi Bisa Tempati Kios Pada Desember Nanti

”Pemeliharaan tidak dianggarkan. Hanya dibiayai pemerintah ketika sedang ada kegiatan saja. Sebelumnya ada biaya bensin rutin sebulan Rp 2,5 juta,” ujarnya.

Suparno memastikan pengembalian mobil tidak hanya dokumen saja. Namun juga berikut fisik mobil ke pemerintah daerah. Selanjutnya Suparno akan memaksimalkan Toyota Camry yang dibeli pada tahun 2011 dan merupakan bekas operasional ketua DPRD sebelumnya.

”Kondisi sebelumnya tak terawat. Ini statusnya pinjam pakai. Soal operasional jadi tanggung jawab saya secara pribadi. Kalau dibilang lebih nyaman mana, nyaman mobil kita sendiri,” ujarnya.

Selain itu mobil dinas sebelumnya juga sempat mogok di jalan tol saat perjalanan ke Semarang. Namun sudah diperbaiki sebelum dikembalikan ke aset daerah.

Sekretaris DPRD Sragen Pujiatmoko membenarkan mobil dinas para pimpinan sudah dikembalikan. Lantas untuk kegiatan mereka menggunakan mobil pribadi.

”Ketua dan tiga wakil ketua mengembalikan mobil dinas. Mobilnya itu semua kendaraan pimpinan yang lama,” ujar Puji.

Karena menggunakan kendaraan pribadi, belum ada kejelasan tunjangannya. ”Saat ini masih menaikkan nota dinasnya, tergantung TAPD (tim anggaran pemerintah daerah) nanti, jadi masih menggunakan biaya pribadi,” terangnya. (nac)

Most Read

Artikel Terbaru

/