26.4 C
Kudus
Tuesday, February 7, 2023

Tok! UMP Jawa Tengah 2023 Diumumkan Hari Ini, Cek Besaran Nominalnya

SEMARANG– Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo hari ini Senin (28/11) resmi mengumumkan jika upah minimum provisin (UMP) Jawa Tengah mengalami kenaikan sebesar 8,01 persen.

Penetapan kenaikan UMP 2023 Jawa Tengah ini, lanjut Ganjar Pranowo, berdasarkan pada Peraturan Menteri Tenaga Ketenagakerjaan No.18 Tahun 2022 Tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2023.

“Penetapan UMP Jateng 2023 saya sampaikan berdasarkan putusan Gubernur Jateng No. 561/50 Tentang Upah Minimum Provinsi Jawa Tengah tahun 2023 nilai UMPnya sebesar 1.958.169,69. Maka nilai UMP Jateng tahun 2023 ini mengalami kenaikan sebesar 145.234,26,” ujar Ganjar didampingi Kepala Kesbangpol Jateng, Haerudin dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng di kantornya.


Ganjar menambahkan data yang digunakan dalam penghitungan penyesuaian nilai Upah Minimum menggunakan data yang bersumber dari BPS (Badan Pusat Statistik). Alhasil yang digunakan hanya satu data saja.

Kemudian bila penetapan UMP di Jateng berdasarkan Peraturan Pemerintah dan Permenaker, penetapan UMP kali ini memperhatikan nilai Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi dan nilai Alfa.

“Apa itu nilai Alfa, nilai Alfa ini merupakan perwujudan dari indeks tertentu yang menggambarkan kontribusi tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai tertentu dalam rentan tertentu juga 0,10 sampai dengan 0,30. Dan penentuan nilai Alfa harus mempertimbangkan produktifitas dan perluasan kesempatan kerja,” jelasnya.

Baca Juga :  Ditinggal Kerja Penghuni, Tiga Rumah di Kendal Ludes Terbakar

Untuk Jateng sendiri inflasinya diangka 6,4 persen dan pertumbuhan ekonominya 5,37 persen serta Alfanya 0,3 persen,”. tambahnya.

Tidak hanya itu Ganjar juga memaparkan, UMP ini juga berlaku bagi pekerja atau buruh yang bekerja di Perusahaan yang bersangkutan dengan masa kerja kurang dari satu tahun.

Kemudian untuk pekerja atau buruh dengan masa kerja kurang dari satu tahun namun memiliki kualifikasi tertentu dapat diberikan upah lebih besar dari UMP.

“Sedangkan bagi pekerja atau buruh dengan masa kerja lebih dari satu tahun pemberian upah bisa berpedoman pada struktur dan skala upah,” ungkapnya.

Ganjar melanjutkan, Kabupaten di Jawa Tengah yang wajib menaikan sesuai dengan UMP adalah Kabupaten Banjarnegara.

Hal itu karena nilai UMK tahun 2023 dibawah UMP 2023.


SEMARANG– Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo hari ini Senin (28/11) resmi mengumumkan jika upah minimum provisin (UMP) Jawa Tengah mengalami kenaikan sebesar 8,01 persen.

Penetapan kenaikan UMP 2023 Jawa Tengah ini, lanjut Ganjar Pranowo, berdasarkan pada Peraturan Menteri Tenaga Ketenagakerjaan No.18 Tahun 2022 Tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2023.

“Penetapan UMP Jateng 2023 saya sampaikan berdasarkan putusan Gubernur Jateng No. 561/50 Tentang Upah Minimum Provinsi Jawa Tengah tahun 2023 nilai UMPnya sebesar 1.958.169,69. Maka nilai UMP Jateng tahun 2023 ini mengalami kenaikan sebesar 145.234,26,” ujar Ganjar didampingi Kepala Kesbangpol Jateng, Haerudin dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng di kantornya.

Ganjar menambahkan data yang digunakan dalam penghitungan penyesuaian nilai Upah Minimum menggunakan data yang bersumber dari BPS (Badan Pusat Statistik). Alhasil yang digunakan hanya satu data saja.

Kemudian bila penetapan UMP di Jateng berdasarkan Peraturan Pemerintah dan Permenaker, penetapan UMP kali ini memperhatikan nilai Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi dan nilai Alfa.

“Apa itu nilai Alfa, nilai Alfa ini merupakan perwujudan dari indeks tertentu yang menggambarkan kontribusi tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai tertentu dalam rentan tertentu juga 0,10 sampai dengan 0,30. Dan penentuan nilai Alfa harus mempertimbangkan produktifitas dan perluasan kesempatan kerja,” jelasnya.

Baca Juga :  Diumumkan Hari Ini? Upah Minimum Jawa Tengah Diprediksi Naik 5 persen

Untuk Jateng sendiri inflasinya diangka 6,4 persen dan pertumbuhan ekonominya 5,37 persen serta Alfanya 0,3 persen,”. tambahnya.

Tidak hanya itu Ganjar juga memaparkan, UMP ini juga berlaku bagi pekerja atau buruh yang bekerja di Perusahaan yang bersangkutan dengan masa kerja kurang dari satu tahun.

Kemudian untuk pekerja atau buruh dengan masa kerja kurang dari satu tahun namun memiliki kualifikasi tertentu dapat diberikan upah lebih besar dari UMP.

“Sedangkan bagi pekerja atau buruh dengan masa kerja lebih dari satu tahun pemberian upah bisa berpedoman pada struktur dan skala upah,” ungkapnya.

Ganjar melanjutkan, Kabupaten di Jawa Tengah yang wajib menaikan sesuai dengan UMP adalah Kabupaten Banjarnegara.

Hal itu karena nilai UMK tahun 2023 dibawah UMP 2023.


Most Read

Artikel Terbaru