alexametrics
28.1 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Penangkapan Layanan Pijat Plus-plus di Solo Ungkap Prostitusi Gay

SOLO – Praktik prostitusi pria penyuka sesama jenis yang beroperasi sebagai panti pijat plus-plus di sebuah rumah kos di Nusukan, Banjarsari, Solo digrebek. Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng turut mengamankan sejumlah barang bukti pada Minggu (26/9).

Dirkrimum Polda Jateng  Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro mengatakan, barang bukti yang ikut diamankan dalam penggerebekan tersebut, di antaranya  sejumlah obat perangsang, beberapa alat kontrasepsi jenis kondom, minyak zaitun, dan uang senilai Rp 300 ribu.

“Kami telah menetapkan satu tersangka. Yaitu D, 47, warga Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, pengelola tempat pijat plus-plus itu,” pungkas Djuhandani saat .


Ditambahkan Djuhandani , saat melakukan penggerebekan, tim Polda Jateng menemui seorang terapis berinisial H yang tengah melayani satu tamu laki-laki. Saat ditanya, H menyebutkan layanan pijat yang yang biasa diberikan kepada pelanggan antara lain pijat tradisional dan pijat plus-plus.

Baca Juga :  Usai Mudik Gratis, Ganjar Siapkan Transportasi untuk Balik Gratis

Selain itu, juga diamankan enam orang yang diduga pasangan sejenis diamankan. Mereka diketahui menjalin hubungan sesama jenis selama sekitar lima tahun.

“Mereka diketahui sering berhubungan seksual di kamar itu,” imbuh Djuhandani.

Atas perbuatannya, tersangka D dianggap melanggar Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

SOLO – Praktik prostitusi pria penyuka sesama jenis yang beroperasi sebagai panti pijat plus-plus di sebuah rumah kos di Nusukan, Banjarsari, Solo digrebek. Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng turut mengamankan sejumlah barang bukti pada Minggu (26/9).

Dirkrimum Polda Jateng  Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro mengatakan, barang bukti yang ikut diamankan dalam penggerebekan tersebut, di antaranya  sejumlah obat perangsang, beberapa alat kontrasepsi jenis kondom, minyak zaitun, dan uang senilai Rp 300 ribu.

“Kami telah menetapkan satu tersangka. Yaitu D, 47, warga Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, pengelola tempat pijat plus-plus itu,” pungkas Djuhandani saat .

Ditambahkan Djuhandani , saat melakukan penggerebekan, tim Polda Jateng menemui seorang terapis berinisial H yang tengah melayani satu tamu laki-laki. Saat ditanya, H menyebutkan layanan pijat yang yang biasa diberikan kepada pelanggan antara lain pijat tradisional dan pijat plus-plus.

Baca Juga :  Penyandang Disabilitas di Wonosobo Diupayakan Dapat Layanan yang Adil

Selain itu, juga diamankan enam orang yang diduga pasangan sejenis diamankan. Mereka diketahui menjalin hubungan sesama jenis selama sekitar lima tahun.

“Mereka diketahui sering berhubungan seksual di kamar itu,” imbuh Djuhandani.

Atas perbuatannya, tersangka D dianggap melanggar Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

Most Read

Artikel Terbaru

/