alexametrics
24.6 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Klaten Upayakan PTM Terbatas dengan Prioritaskan Vaksinasi Pelajar

KLATEN – Dalam waktu seminggu ke depan, Klaten prioritaskan vaksinasi pelajar yang berusia 12-17 tahun guna mengupayakan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

”Untuk minggu ini kita genjot vaksinasi pelajar. Apalagi jadwal vaksinasi yang diselenggarakan di setiap sekolah sudah keluar jadwalnya. Harapannya juga bisa menambah cakupan vaksinasi secara keseluruhan,” jelas Tim Ahli Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten Ronny Roekmito ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/9).

Ronny menjelaskan, untuk saat ini cakupan vaksinasi pelajar yang berusia 12-17 tahun di Klaten 32 persen. Sementara itu, target pelajar divaksinasi terdapat 112.277 siswa. Satgas menargetkan untuk seluruh pelajar yang memenuhi persyaratan sudah divaksinasi dalam satu minggu ini.


”Kita harapkan seluruh pelajar di Klaten divaksinasi. Kecuali mereka yang sakit maupun alergi. Untuk dosis vaksinnya dari TNI-Polri tetapi untuk vaksinatornya tetap didukung dari jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten,” ucapnya.

Ronny mengungkapkan, vaksinasi yang diprioritaskan bagi pelajar pada minggu ini tidak sekadar pelaksanaan PTM semata. Tetapi juga target sasaran yang harus divaksinasi sehingga bisa menekan penyebaran Covid-19. Apalagi sampai saat ini tidak ada timbul klaster dari pelaksanaan uji coba PTM terbatas.

Satgas merencanakan untuk melakukan uji petik secara acak terhadap para siswa di sejumlah sekolah. Ada pun dilaksanakan secara periodik yakni setiap bulan. Hal itu dilakukan untuk mengetahui apakah ada siswa yang terpapar atau tidak. Apabila ada yang terpapar untuk bisa segera ditindaklanjuti dengan penanganan yang tepat.

Baca Juga :  Tiang Listrik Induk di Boyolali Patah, Timpa Warung dan Tutup Akses Jalan

”Untuk uji petik kita juga sudah melaksanakan beberapa waktu lalu. Untuk hasilnya sendiri alhamdulillah negatif. Sampai saat ini belum ada klaster untuk pelaksanaan PTM terbatas,” ucapnya.

Di samping itu, guna mencegahnya terjadinya klaster pelajar, pihaknya meminta sekolah menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat. Terutama pada saat siswa berangkat dan pulang sekolah.

”Terutama untuk berangkat dan pulang dari sekolah, saya harapkan tidak mampir-mampir. Kami khawatir kalau siswa sampai mampir kemana-mana. Kalau sampai terpapar terpengaruhnya juga pada sekolah,” ucapnya.

Dia mencontohkan, salah satu sekolah di Klaten yang mewajibkan untuk mengirimkan lokasi terkini ketika sudah sampai di rumah kepada gurunya. Hal itu bagian dari pengawasan kepada siswa agar disiplin dalam menerapkan prokes.

Sementara itu, Wakil Bupati Klaten, Yoga Hardaya menambahkan jika uji petik secara acak kepada siswa SMP di Klaten. Hasilnya pun negatif sehingga pelaksanaan PTM terbatas terus berlanjut.

”Untuk menjaga kelangsungan pendidikan tatap muka ini diperlukan kerjasama seluruh pihak. Bagi siswa dan ibu bapak guru di sekolah untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (Prokes) sehingga tidak tercipta klaster baru,” tandasnya.

KLATEN – Dalam waktu seminggu ke depan, Klaten prioritaskan vaksinasi pelajar yang berusia 12-17 tahun guna mengupayakan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

”Untuk minggu ini kita genjot vaksinasi pelajar. Apalagi jadwal vaksinasi yang diselenggarakan di setiap sekolah sudah keluar jadwalnya. Harapannya juga bisa menambah cakupan vaksinasi secara keseluruhan,” jelas Tim Ahli Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten Ronny Roekmito ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/9).

Ronny menjelaskan, untuk saat ini cakupan vaksinasi pelajar yang berusia 12-17 tahun di Klaten 32 persen. Sementara itu, target pelajar divaksinasi terdapat 112.277 siswa. Satgas menargetkan untuk seluruh pelajar yang memenuhi persyaratan sudah divaksinasi dalam satu minggu ini.

”Kita harapkan seluruh pelajar di Klaten divaksinasi. Kecuali mereka yang sakit maupun alergi. Untuk dosis vaksinnya dari TNI-Polri tetapi untuk vaksinatornya tetap didukung dari jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten,” ucapnya.

Ronny mengungkapkan, vaksinasi yang diprioritaskan bagi pelajar pada minggu ini tidak sekadar pelaksanaan PTM semata. Tetapi juga target sasaran yang harus divaksinasi sehingga bisa menekan penyebaran Covid-19. Apalagi sampai saat ini tidak ada timbul klaster dari pelaksanaan uji coba PTM terbatas.

Satgas merencanakan untuk melakukan uji petik secara acak terhadap para siswa di sejumlah sekolah. Ada pun dilaksanakan secara periodik yakni setiap bulan. Hal itu dilakukan untuk mengetahui apakah ada siswa yang terpapar atau tidak. Apabila ada yang terpapar untuk bisa segera ditindaklanjuti dengan penanganan yang tepat.

Baca Juga :  Tiang Listrik Induk di Boyolali Patah, Timpa Warung dan Tutup Akses Jalan

”Untuk uji petik kita juga sudah melaksanakan beberapa waktu lalu. Untuk hasilnya sendiri alhamdulillah negatif. Sampai saat ini belum ada klaster untuk pelaksanaan PTM terbatas,” ucapnya.

Di samping itu, guna mencegahnya terjadinya klaster pelajar, pihaknya meminta sekolah menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat. Terutama pada saat siswa berangkat dan pulang sekolah.

”Terutama untuk berangkat dan pulang dari sekolah, saya harapkan tidak mampir-mampir. Kami khawatir kalau siswa sampai mampir kemana-mana. Kalau sampai terpapar terpengaruhnya juga pada sekolah,” ucapnya.

Dia mencontohkan, salah satu sekolah di Klaten yang mewajibkan untuk mengirimkan lokasi terkini ketika sudah sampai di rumah kepada gurunya. Hal itu bagian dari pengawasan kepada siswa agar disiplin dalam menerapkan prokes.

Sementara itu, Wakil Bupati Klaten, Yoga Hardaya menambahkan jika uji petik secara acak kepada siswa SMP di Klaten. Hasilnya pun negatif sehingga pelaksanaan PTM terbatas terus berlanjut.

”Untuk menjaga kelangsungan pendidikan tatap muka ini diperlukan kerjasama seluruh pihak. Bagi siswa dan ibu bapak guru di sekolah untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (Prokes) sehingga tidak tercipta klaster baru,” tandasnya.

Most Read

Artikel Terbaru

/