alexametrics
26.3 C
Kudus
Saturday, May 14, 2022

Bejat, Ayah di Magelang Ini Tega Cabuli Anak Tirinya selama Enam Tahun

MAGELANG – Satreskrim Polres Magelang Kota berhasil mengungkap kasus persetubuhan atau pencabulan yang dialami oleh warga Magelang Tengah. Tersangka adalah MM, 31, yang tak lain ayah tirinya. Pelaku diduga telah berulang kali mencabuli korban.

Kapolres Magelang Kota AKBP Yolanda Evalyn Sebayang mengatakan, penyidik telah menginterogasi pelaku dan korban. Hasilnya, MM mengakui telah mencabuli anak tirinya sejak 2015 lalu. Saat itu korban masih berusia 12 tahun.

“Sudah tak terhitung berapa kali tersangka melancarkan aksi bejatnya selama 6 tahun. Namun, tersangka mengaku melakukannya empat kali di tempat yang berbeda-beda,” jelas Yolanda saat konferensi pers di Aula Polres Magelang Kota Kamis (24/2).


Saat konferensi pers berlangsung, MM mengaku mencabuli korban karena khilaf. Pelaku mengaku aksi bejat yang ia lakukan tidak pasti. Terkadang satu bulan sekali bahkan hampir beberapa bulan baru melakukan lagi.

“Hal ini enggak saya lakukan perhari, atau perminggu. Dan biasanya aksi saya lakukan saat posisi anak sedang tidur, dan kalau bangun saya kasih tahu untuk tidak bilang ke Ibu,” jelasnya.

MM mengatakan awalnya melakukan hal ini karena terangsang dengan posisi tidur sang anak tiri yang waktu itu masih usia 12 tahun. Waktu itu hanya megang-megang saja dan jadinya keterusan. “Saya khilaf lantaran melihat posisi tidur anak dengan kaki terbuka,” ucap MM.

Baca Juga :  Dicari Pengemudi Fortuner Pelaku Tabrak Lari di Magelang

Yolanda mengatakan kasus ini terungkap di 2021, saat korban sudah masuk SMA. Waktu itu korban mengajak teman laki-lakinya ke rumah. Saat diketahui ayah tirinya, korban dimarahi untuk tidak berduaan dengan laki-laki saat di rumah. Karena dimarahi ayah tirinya ini, korban melaporkan seluruh kejadian yang dialaminya sejak 2015 kepada ibunya IA. Dan ibu korban langsung melaporkan hal ini ke Polres Magelang Kota.

“Pelaku kita amankan 17 Februari 2022 dan langsung diamankan ke Polres Magelang Kota,” jelas Kapolres Magelang Kota.

Pelaku dijerat pasal pasal 81 dan atau pasal 82 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Pelaku terancam hukuman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar. (rfk/ton/him)

MAGELANG – Satreskrim Polres Magelang Kota berhasil mengungkap kasus persetubuhan atau pencabulan yang dialami oleh warga Magelang Tengah. Tersangka adalah MM, 31, yang tak lain ayah tirinya. Pelaku diduga telah berulang kali mencabuli korban.

Kapolres Magelang Kota AKBP Yolanda Evalyn Sebayang mengatakan, penyidik telah menginterogasi pelaku dan korban. Hasilnya, MM mengakui telah mencabuli anak tirinya sejak 2015 lalu. Saat itu korban masih berusia 12 tahun.

“Sudah tak terhitung berapa kali tersangka melancarkan aksi bejatnya selama 6 tahun. Namun, tersangka mengaku melakukannya empat kali di tempat yang berbeda-beda,” jelas Yolanda saat konferensi pers di Aula Polres Magelang Kota Kamis (24/2).

Saat konferensi pers berlangsung, MM mengaku mencabuli korban karena khilaf. Pelaku mengaku aksi bejat yang ia lakukan tidak pasti. Terkadang satu bulan sekali bahkan hampir beberapa bulan baru melakukan lagi.

“Hal ini enggak saya lakukan perhari, atau perminggu. Dan biasanya aksi saya lakukan saat posisi anak sedang tidur, dan kalau bangun saya kasih tahu untuk tidak bilang ke Ibu,” jelasnya.

MM mengatakan awalnya melakukan hal ini karena terangsang dengan posisi tidur sang anak tiri yang waktu itu masih usia 12 tahun. Waktu itu hanya megang-megang saja dan jadinya keterusan. “Saya khilaf lantaran melihat posisi tidur anak dengan kaki terbuka,” ucap MM.

Baca Juga :  Dicari Pengemudi Fortuner Pelaku Tabrak Lari di Magelang

Yolanda mengatakan kasus ini terungkap di 2021, saat korban sudah masuk SMA. Waktu itu korban mengajak teman laki-lakinya ke rumah. Saat diketahui ayah tirinya, korban dimarahi untuk tidak berduaan dengan laki-laki saat di rumah. Karena dimarahi ayah tirinya ini, korban melaporkan seluruh kejadian yang dialaminya sejak 2015 kepada ibunya IA. Dan ibu korban langsung melaporkan hal ini ke Polres Magelang Kota.

“Pelaku kita amankan 17 Februari 2022 dan langsung diamankan ke Polres Magelang Kota,” jelas Kapolres Magelang Kota.

Pelaku dijerat pasal pasal 81 dan atau pasal 82 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Pelaku terancam hukuman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar. (rfk/ton/him)

Most Read

Artikel Terbaru

/