Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Speling Jangkau 1.603 Desa, Cek Kesehatan Gratis Tembus 20,84 Juta Warga Jateng

Z
Penulis: Zainal Abidin RK❯
SEMANGAT: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mendorong kursi roda yang ditumpangi putranya, Abang Alif ditemani pelari lainnya dan Vanessa dalam  Immunity Run & Walk dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Sabtu, 7 November 2026.
SEMANGAT: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mendorong kursi roda yang ditumpangi putranya, Abang Alif ditemani pelari lainnya dan Vanessa dalam Immunity Run & Walk dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Sabtu, 7 November 2026.

Advertisement

SEMARANG - Deteksi penyakit sejak dini kini semakin dekat dengan masyarakat Jawa Tengah. Hingga akhir Oktober 2026, sebanyak 20,84 juta warga telah terjangkau program Cek Kesehatan Gratis (CKG). 

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memperluas layanan dokter spesialis keliling (Speling) agar pemeriksaan dan penanganan kesehatan bisa menjangkau masyarakat hingga pelosok desa.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan, pemeriksaan kesehatan secara gratis menjadi salah satu langkah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat lebih awal, sekaligus mencegah penyakit berkembang menjadi lebih serius.

Advertisement

“Kita harus mendukung program pemerintah, yaitu Cek Kesehatan Gratis. Hari ini sudah hampir 20 juta masyarakat kita terekam kesehatannya,” kata Ahmad Luthfi seusai mengikuti Immunity Run & Walk dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Sabtu, 7 November 2026.

Menurut Luthfi, penguatan CKG yang dipadukan dengan SPELING memungkinkan masyarakat mendapatkan akses pemeriksaan hingga layanan dokter spesialis tanpa harus selalu datang ke rumah sakit. 

Dokter diterjunkan langsung ke desa untuk memberikan pelayanan, mulai dari pemeriksaan tuberkulosis (TBC), kesehatan anak, kesehatan jiwa, hingga berbagai penyakit lainnya.

Advertisement

“Dokter itu turun ke bawah dengan mengobati masyarakat di basis desa. Dengan begitu mereka mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Database kesehatan masyarakat di desa dihimpun oleh kabupaten/kota, kemudian ditarik ke provinsi,” jelasnya.

Melalui pemeriksaan tersebut, potensi masalah kesehatan dapat diketahui lebih awal. Misalnya, risiko kesehatan pada ibu hamil maupun dugaan kasus TBC. 

Jika ditemukan indikasi TBC, petugas kesehatan dapat segera melakukan penelusuran kontak atau tracing serta mengarahkan pasien untuk mendapatkan pengobatan melalui puskesmas. Penanganannya juga berada dalam pengawasan dinas kesehatan kabupaten/kota.

Data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan, CKG telah dilaksanakan di seluruh 883 puskesmas dengan capaian 54,19 persen. Angka tersebut melampaui target nasional sebesar 46 persen.

Advertisement
Editor : Zainal Abidin RK

Artikel Terkait

20,84 Juta Warga Terjangkau CKG, Ahmad Luthfi Perkuat Layanan Kesehatan Lewat Speling

20,84 Juta Warga Terjangkau CKG, Ahmad Luthfi Perkuat Layanan Kesehatan Lewat Speling

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperluas jangkauan pelayanan kesehatan masyarakat melalui integrasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Dokter Spesialis Keliling (Speling). Sinergi kedua program tersebut memun

Ajak Kolaborasi 123 Kampus, Ahmad Luthfi Buka Pintu Pengabdian UGM di Jateng

Ajak Kolaborasi 123 Kampus, Ahmad Luthfi Buka Pintu Pengabdian UGM di Jateng

Gubernur Ahmad Luthfi mengajak 123 perguruan tinggi berkolaborasi membangun Jawa Tengah. Mahasiswa dan alumni UGM didorong menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

Cegah Permainan Harga Jelang Nataru, Ahmad Luthfi Kerahkan Satgas Pangan

Cegah Permainan Harga Jelang Nataru, Ahmad Luthfi Kerahkan Satgas Pangan

Pemerintah Jawa Tengah mulai memperketat pengawasan pangan menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 hingga Ramadan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer