Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wagub Jateng Minta SPPG Makan Bergizi Gratis Perketat Standar Operasional

Z
Penulis: Zainal Abidin RK❯

Wagub Taj Yasin rapat membahas pengetatan SPPG.
Wagub Taj Yasin rapat membahas pengetatan SPPG.


Advertisement

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya memperketat standar operasional, mulai dari pengemasan, penyimpanan, hingga pengiriman makanan.

Hal itu disampaikan untuk merespon temuan roti berjamur dalam distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blora beberapa hari lalu.

"Saya berharap SPPG-SPPG untuk diedukasi betul," kata Taj Yasin yang juga sebagai Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Jateng di Semarang pada Rabu, 25 Februari 2026.

Ia mengatakan, setiap kelalaian dalam penyediaan menu akan ditindak melalui mekanisme audit hingga sanksi tegas bagi SPPG yang melanggar.

Advertisement

Menurut Wagub, pengawasan program MBG telah dilengkapi satuan tugas dan petugas khusus. Setiap kesalahan dalam proses penyediaan maupun distribusi makanan, kata dia, tidak akan dibiarkan.

Ia menjelaskan, pelanggaran yang terbukti dapat berujung pada audit menyeluruh. Bahkan, jika ditemukan ketidaksesuaian standar yang serius, penutupan terhadap SPPG yang bersangkutan dapat dilakukan.

Dalam kesempatan itu, tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini juga mengimbau mengenai distribusi MBG selama Ramadan. Ia mengungkapkan adanya masukan dari tokoh agama, agar pola distribusi disesuaikan demi menghormati peserta didik yang menjalankan ibadah puasa.

Advertisement

“Terkait Ramadan, memang ada pengaturan-pengaturan khusus. Kami ingin program ini tetap berjalan baik, namun juga menghormati kondisi siswa-siswi yang berpuasa,” ujarnya.

Gus Yasin menegaskan, setiap menu yang dinilai tidak layak akan menjadi bahan evaluasi. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif memberikan masukan.

Sebagai informasi, sebanyak 349 roti pada menu MBG yang didistribusikan ke SMP Negeri 5 Blora pada Selasa, 24 Februari 2026, terindikasi berjamur. Pihak sekolah memutuskan tidak membagikan roti tersebut kepada peserta didik dan langsung mengembalikannya ke dapur SPPG penyedia.

Langkah cepat sekolah tersebut diapresiasi sebagai bentuk kehati-hatian dalam menjaga kualitas konsumsi siswa. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan kejadian serupa menjadi perhatian serius dalam penguatan pengawasan program MBG ke depan.(*)

Advertisement
Editor : Zainal Abidin RK

Artikel Terkait

MBG Prasmanan Diuji Coba di Grobogan, TK di Tambirejo jadi Pilot Project

MBG Prasmanan Diuji Coba di Grobogan, TK di Tambirejo jadi Pilot Project

GROBOGAN – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Grobogan mulai diuji coba dengan sistem prasmanan.  Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Grobogan Toroh Krangganharjo 2, Adi Kuncoro, menga

13 Siswa Diduga Keracunan Menu MBG, SPPG Desa Tutup Blora Kena Sanksi Penghentian

13 Siswa Diduga Keracunan Menu MBG, SPPG Desa Tutup Blora Kena Sanksi Penghentian

Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, kembali dihentikan sementara

Insentif Dapur MBG Berubah Jadi 2000 per Porsi Mulai 5 Oktober 2026 Sesuai Keputusan BGN Terbaru

Insentif Dapur MBG Berubah Jadi 2000 per Porsi Mulai 5 Oktober 2026 Sesuai Keputusan BGN Terbaru

Badan Gizi Nasional (BGN) resmi mengubah skema insentif operasional bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer