Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Proyek Peninggian Jalan Kaligawe Picu Kemacetan Parah, Pengendara Terjebak Berjam-jam

A
Penulis: Ali Mustofa❯
Penampakan Kepadatan arus lalulintas di jalan raya Kaligawe saat ada pengerjaan proyek peninggian jalan
Penampakan Kepadatan arus lalulintas di jalan raya Kaligawe saat ada pengerjaan proyek peninggian jalan

SEMARANG — Arus lalu lintas di Jalan Kaligawe mengalami kepadatan parah hingga merayap.


Advertisement

Deretan kendaraan tampak mengular lebih dari tiga kilometer, terutama pada jalur dari arah Semarang menuju Demak.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kecepatan kendaraan rata-rata tidak lebih dari 20 kilometer per jam.

Advertisement

Bahkan, pada waktu-waktu tertentu kendaraan sempat berhenti total tanpa pergerakan.

Kemacetan tersebut dipicu oleh proyek peninggian Jalan Kaligawe Raya yang mulai dikerjakan sejak Selasa (13/1).

Kepadatan lalu lintas sudah terlihat sejak Jalan Arteri Yos Sudarso, wilayah Semarang Utara, hingga mendekati jembatan layang pintu masuk Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Advertisement

Kondisi paling parah justru terjadi di Jalan Arteri Yos Sudarso, di mana kendaraan nyaris tidak bisa bergerak dan antrean memanjang hingga ke arah Sayung.

Sementara itu, arus lalu lintas dari arah timur menuju barat terpantau relatif lengang.

Penyempitan badan jalan akibat perbaikan di sejumlah titik menyebabkan terjadinya bottleneck.

Situasi semakin diperparah dengan aktivitas alat berat yang melakukan bongkar muat material proyek di sekitar lokasi.

Selama tiga hari pengerjaan, Jalan Raya Kaligawe, tepatnya di depan Sekolah Sultan Agung 3 hingga kawasan depan Kampus Unissula, telah dilakukan penimbunan menggunakan tanah uruk.

Namun, hingga kini ruas jalan tersebut belum dilapisi aspal, sehingga kondisi jalan masih belum optimal untuk dilalui kendaraan.

Gunawan, seorang pengendara sepeda motor asal Semarang Utara, mengaku hampir setiap hari harus berjibaku dengan kemacetan di Jalan Kaligawe untuk menuju tempat kerjanya di wilayah Demak.

Menurutnya, dalam beberapa hari terakhir perjalanan terasa semakin menguras tenaga.

“Sekarang harus siap macet. Soalnya ada pembangunan di Jalan Kaligawe. Harus ekstra hati-hati, apalagi saat menyelip di antara kendaraan besar,” ujarnya, Kamis (15/1).

Ia pun terpaksa berangkat lebih pagi agar tidak terjebak antrean panjang truk dan kendaraan berat.

“Kalau tidak berangkat lebih awal, pasti terlambat kerja. Tapi mau bagaimana lagi, kondisi jalan memang sudah rusak. Kalau tidak segera diperbaiki, justru bisa membahayakan pengendara, terutama pengendara motor,” katanya, seraya berharap ada petugas yang bersiaga untuk mengatur lalu lintas.

Keluhan serupa disampaikan Yoga, warga sekitar Jalan Arteri Yos Sudarso.

Ia menyebut kemacetan di kawasan tersebut hampir terjadi setiap hari, seiring adanya proyek pembangunan jalan tol yang berdekatan dengan proyek peninggian Jalan Kaligawe.

“Macetnya sudah sejak kemarin, panjang sampai sini. Selain proyek jalan tol, sekarang ditambah perbaikan Jalan Kaligawe,” ungkapnya.

Tidak hanya di Jalan Arteri Yos Sudarso, kepadatan kendaraan juga terjadi di Jalan Ronggolawe, tepatnya di bawah jembatan layang depan pintu masuk Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Kamis (16/1/2026).

Antrean kendaraan bahkan mencapai lampu lalu lintas simpang Jalan Pengapon. Meski demikian, arus lalu lintas dari Jalan Pengapon menuju Kaligawe terpantau padat lancar.

Trisno, salah satu pedagang di sekitar Jalan Kaligawe, mengatakan kemacetan parah sempat terjadi hingga sore hari pada Rabu (15/1).

“Kemarin macet sampai sekitar jam empat sore. Kalau hari ini, alhamdulillah sudah agak lancar,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Genuk Kompol Rismanto menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah melakukan rekayasa lalu lintas dengan menerapkan sistem contra flow untuk mengurai kepadatan kendaraan.

“Tadi pagi kami terapkan contra flow mulai pukul 10.00 hingga 11.30. Jalur dari timur ke barat yang biasanya dua lajur, kami manfaatkan satu lajur untuk kendaraan dari barat ke timur,” jelasnya.

Menurutnya, penerapan contra flow akan dilakukan secara situasional, terutama pada jam-jam rawan seperti waktu berangkat dan pulang kerja.

“Kalau volume kendaraan sudah berkurang, arus lalu lintas akan kami kembalikan seperti semula,” tegasnya.

Selama proyek perbaikan Jalan Kaligawe berlangsung, petugas kepolisian akan terus bersiaga untuk mengurai kemacetan.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat, khususnya pengendara, agar sementara waktu menghindari Jalan Raya Kaligawe dan mencari jalur alternatif guna mengurangi kepadatan lalu lintas.

 

Advertisement

Artikel Terkait

HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara, Ojol Grobogan Didorong Jadi “Mata dan Telinga” Polisi

HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara, Ojol Grobogan Didorong Jadi “Mata dan Telinga” Polisi

GROBOGAN – Pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Grobogan mendapat perhatian khusus dari kepolisian. Tak sekadar berkumpul dan mengikuti apel, mereka diajak memperkuat sinergi sebagai mitra polisi dalam menjaga keama

Jalan Randublatung-Cepu Mulai Dicor, Pembangunan Ditargetkan Rampung Oktober

Jalan Randublatung-Cepu Mulai Dicor, Pembangunan Ditargetkan Rampung Oktober

Pembangunan ruas Jalan Randublatung-Cepu mulai memasuki tahap pengerasan. Proses pengecoran struktur jalan mulai dilakukan pada Kamis (3/9).

Truk Kembali Tabrak Tugu Adipura Rembang, Ikon Kota Alami Kerusakan Lagi, Begini Kronologinya

Truk Kembali Tabrak Tugu Adipura Rembang, Ikon Kota Alami Kerusakan Lagi, Begini Kronologinya

Insiden lalu lintas kembali terjadi di kawasan Bundaran Tugu Adipura, tepat di depan kantor DPRD Rembang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer