Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Aktivitas Gunung Merapi Masih Tinggi, Warga Diminta Tetap Terkendali

A
Penulis: Ali Mustofa❯

Ilustrasi guguran lava pijar Gunung Merapi di Sleman.
Ilustrasi guguran lava pijar Gunung Merapi di Sleman.


Advertisement

RADAR KUDUS – Aktivitas erupsi Gunung Merapi masih menunjukkan intensitas yang cukup kuat dalam beberapa hari terakhir.

Guguran lava terpantau muncul hampir setiap hari, namun Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memastikan bahwa kondisi Merapi masih berada dalam batas aman bagi warga yang tinggal di wilayah lereng.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menerangkan bahwa peningkatan aktivitas ini merupakan pola alami yang kerap terjadi menjelang dan selama musim penghujan.

Meski demikian, masyarakat tidak perlu panik karena jarak luncuran material masih berada dalam zona aman.

“Erupsi Merapi saat ini tergolong tinggi. Ratusan guguran lava sudah tercatat dan sesekali muncul awan panas. Tetapi jarak luncuran maksimal hanya sekitar dua kilometer, sehingga masih dalam kondisi aman,” jelasnya.

Advertisement

Ia menegaskan pemukiman terdekat berada pada radius sekitar 6,5 kilometer, sehingga aktivitas harian warga dinilai tidak terganggu.

“InsyaAllah tetap terkendali. Masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa sambil tetap waspada dan menikmati pemandangan Merapi,” ujarnya.

Sejak tahun 2001, jarak luncuran terjauh yang pernah tercatat mencapai lima kilometer.

Adapun skenario terburuk dalam pemetaan BPPTKG berada pada jarak tujuh kilometer.

Kondisi saat ini, kata Agus, masih jauh dari batas tersebut karena luncuran aktual hanya berkisar dua kilometer.

“Kami mengimbau warga tetap menjaga harmoni dengan Merapi. Lima tahun terakhir kita berhasil melewati berbagai fase aktivitas, dan semoga situasi ini tetap stabil ke depan,” katanya.

Memasuki musim hujan, potensi ketidakstabilan kubah lava memang meningkat sehingga guguran bisa bertambah.

“Memang normal jika selama November–Desember 2025 hingga puncaknya Januari–Februari 2026, jumlah guguran cenderung naik,” terangnya.

Dalam catatan pemantauan pekan ini, tercatat lima kali awan panas dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter.

Selain itu juga terjadi 42 kali guguran lava ke hulu Kali Krasak, 30 kali ke hulu Kali Bebeng, dan 12 kali ke hulu Kali Sat/Putih, seluruhnya dengan jarak sekitar 2.000 meter.

Dengan kondisi tersebut, status Merapi tetap berada pada level Siaga, dan warga diminta menjaga ketenangan sembari mengikuti arahan resmi dari BPPTKG.

Advertisement
Editor : Ali Mustofa
Sumber : Radar Semarang

Artikel Terkait

Tiga Hari Hilang di Lereng Merapi, Pemuda Magelang Ditemukan Selamat 8 Kilometer dari Lokasi Motornya

Tiga Hari Hilang di Lereng Merapi, Pemuda Magelang Ditemukan Selamat 8 Kilometer dari Lokasi Motornya

Setelah hilang selama tiga hari di lereng Gunung Merapi, pemuda asal Magelang berhasil ditemukan selamat di Sungai Senowo. Tim SAR menghadapi medan berat dan ancaman guguran Merapi selama proses pencarian.

Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer ke arah barat pada Minggu malam. BPPTKG meminta masyarakat menjauhi kawasan rawan dan tetap mengikuti informasi resmi selama status Siaga.

Gunung Merapi Kembali Meletup, Awan Panas Meluncur 2 Kilometer ke Barat Daya

Gunung Merapi Kembali Meletup, Awan Panas Meluncur 2 Kilometer ke Barat Daya

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer