Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hadirkan Metode Membaca Kitab Kuning yang Mudah, RMI PCNU Bentuk Lembaga Nahwu Shorof

E
Penulis: Eko Santoso❯

SEMNGAT: Jajaran pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah PCNU Kabupaten Sleman
SEMNGAT: Jajaran pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah PCNU Kabupaten Sleman
 


Advertisement

JAWA TENGAH, Radar Kudus– Rabithah Ma’ahid Islamiyah PCNU Kabupaten Sleman membentuk tim ahli nahwu shorof.

Hal itu bertujuan untuk menghadirkan metode membaca kitab kuning yang mudah dan menyenangkan.

Tim tersebut berisi orang-orang yang mumpuni dan tersertifikasi dari Al Miftah Sidogiri yang tergabung dalam lembaga pendidikan yang disebut Madrasah Ilmu Alat (MIA). Metode yang digunakan adalah metode nahwu shorof Al Miftah Lil Ulum.

Advertisement

Owner lembaga MIA sekaligus pengurus RMI Sleman, Fakturmen menyebut lembaga ini resmi dibentuk pada 2022 di Pondok Pesantren Roudlotush Sholihin Dawung Ngemplak Sleman.

"Adapun sasarannya adalah guru Pendidikan Agama Islam (PAI), kader IPNU dan IPPNU setempat dan juga pondok pesantren yang masih terkendala mengenai pembelajaran Nahwu Shorof," katanya.

Sejak dibentuk tiga tahun lalu, banyak kegiatan yang dilakukan. Seperti mengisi training guru-guru di Yayasan Pondok Diponegoro Sleman, MoU dengan beberapa pondok pesantren di Sleman seperti PP Anwar Futuhiyyah dan PP Roudlotush Sholihin sebagai tenaga pengajar.

Advertisement

"Harapannya di tahun 2026 Madrasah Ilmu Alat dapat terealisasi training terhadap teman-teman IPNU- IPPNU dan Guru PAI di sekolah-sekolah formal di kabupaten Sleman," imbuhnya.

Sementara dari susunan kepengurusan lembaga Pendidikan Madrasah Ilmu Alat (MIA) dipimpin direktur. Yaitu Kiyai Muhammad Asyrofuddin selalu Ketua RMI PCNU Kabupaten Sleman. Yang bersangkutan ahli di bidang Almiftah Lil Ulum.

Kemudian penasehat Fakturmen selaku bidang pendidikan dan pelatihan RMI PCNU Kab. Sleman.

Ketua yakni Azis Zulfian. Lalu dari Asatidz ada Ustadz Sahrullah, Ustadz Zainulloh, Ustadz Ubaidillah dan Ustadz Musta’in. (tos)

Advertisement
Editor : Mahendra Aditya

Artikel Terkait

Berakar pada Tradisi, Teguh Menjaga Negeri

Berakar pada Tradisi, Teguh Menjaga Negeri

Hari Santri merupakan kesempatan untuk mengingat kembali perjalanan panjang kaum santri dalam menjaga agama, mengabdi kepada masyarakat, sekaligus mempertahankan Indonesia.

11 Santri MA NU TBS Kudus Berhasil Raih Kesempatan Kuliah di Luar Negeri

11 Santri MA NU TBS Kudus Berhasil Raih Kesempatan Kuliah di Luar Negeri

Sebanyak 11 santri MA NU Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus berhasil meraih kesempatan melanjutkan pendidikan ke sejumlah perguruan tinggi di luar negeri.

Sudah ada 825 Pendaftar, Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka

Sudah ada 825 Pendaftar, Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen disela  acara Muwaadah Pengukuhan dan Pelepasan Peserta Didik Kelas IX & XII MTS MA Nahdlatul Muslimin, Undaan Kidul, Kabupaten Kudus Tahun Ajaran 2026 pada Minggu, 17 Mei 202

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer