25.3 C
Kudus
Monday, November 28, 2022

Pemprov Jateng Luncurkan Aplikasi Tata Praja, Surat Menyurat Cukup Lewat Handphone

SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) meluncurkan aplikasi Tata Praja. Lewat aplikasi ini, surat menyurat antarinstansi didigitalisasi, tak lagi memerlukan kertas (paperless), bisa dipantau dan disetujui melalui gawai.

Peluncuran aplikasi ini dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng Sumarno Jumat (23/9). Acara itu dihadiri oleh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemprov Jateng, Komisi A DPRD Jateng pengelola SMA, SMK, SLB, dan UPT yang ada di bawah naungan Pemprov Jateng.

Sumarno menjelaskan, aplikasi Tata Praja merupakan bagian dari Reformasi Birokrasi. Lewat aplikasi ini dapat mengefisienkan pola kerja di lingkup Pemprov Jateng. Karena selama ini, untuk administrasi pemerintahan, menggunakan kertas.


Selain itu, layanan kepada masyarakat pun akan lebih cepat. Sebab pemangku jabatan bisa memonitor secara langsung proses surat menyurat, meskipun sedang tidak di kantor.

Dengan demikian, masyarakat mendapatkan manfaat dari kinerja ASN yang semakin simpel. “Dengan elektronik tentu saja dokumen tak perlu dicetak, hanya saat dibutuhkan saja. Kalau selama ini kan sejak konsep pakai kertas, dicetak dan dikoreksi dulu. Yang terpenting lagi, tak terbatas ruang dan waktu, tak perlu menunggu dia (pejabat) duduk di kantor. Ini bagian mempercepat layanan masyarakat,” ujar Sumarno seusai peluncuran aplikasi Tata Praja di Gedung Ghradika Bakti Praja.

Baca Juga :  Harga Tomat Meroket Jadi Rp 20.000 Per Kg di Semarang, Apa Penyebabnya?

Sumarno menambahkan, aplikasi ini masih terus disempurnakan. Ia meminta, agar seluruh pengguna Tata Praja memberikan feedback untuk penyempurnaan aplikasi itu.

LAUNCHING TATA PRAJA : Sekda Provinsi Jateng Sumarno, Kepala Diskominfo Jateng Riena Retnaningrum, Ketua Komisi A DPRD Jateng Muhammad Saleh, Kepala Biro Organisasi Pemprov Jateng Ihwan Sudrajat, Kepala Dinas Arpus Jateng Edy Supriyanta di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang Jumat (23/9). (ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jateng Riena Retnaningrum mengatakan, aplikasi ini bisa digunakan di semua instansi. Bukan hanya dinas atau OPD, namun meluas hingga satuan pendidikan dan UPT.

“Dulu kan kita antar (surat fisik) kemana-mana. Sekarang cukup lewat handphone saja bisa lihat, koreksi, dan ditandatangani, termasuk disposisi. Ini digunakan di seluruh instansi termasuk SMA, SMK, SLB, dan UPT dinas di bawah Pemprov Jateng,” ucapnya.

Riena menjelaskan, aplikasi Tata Praja pun terintegrasi dengan layanan “Sore Mase” (Sistem Otomatisasi Respon Layanan Helpdesk Manajemen Sertifikat Elektronik Tanda Tangan Elektronik-TTE). Dengan layanan ini, layanan TTE dapat difasilitasi oleh helpdesk berbasis chat bot Artificial Intelligence pada aplikasi whatsapp lewat nomor 0811 2607 753.

Riena berharap, pengguna aplikasi ini juga bisa memberikan umpan balik, guna penyempurnaan Tata Praja di masa depan. “Harapannya seluruh ASN di Pemprov Jateng menggunakan tanda tangan elektronik, tidak tanda tangan basah lagi. Sehingga menjadi satu tata naskah dinas oleh Biro Organisasi, kearsipan disimpan oleh Dinas Arpus, kami memfasilitasi aplikasi tersebut,” pungkas Riena. (akr/ida/zen)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) meluncurkan aplikasi Tata Praja. Lewat aplikasi ini, surat menyurat antarinstansi didigitalisasi, tak lagi memerlukan kertas (paperless), bisa dipantau dan disetujui melalui gawai.

Peluncuran aplikasi ini dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng Sumarno Jumat (23/9). Acara itu dihadiri oleh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemprov Jateng, Komisi A DPRD Jateng pengelola SMA, SMK, SLB, dan UPT yang ada di bawah naungan Pemprov Jateng.

Sumarno menjelaskan, aplikasi Tata Praja merupakan bagian dari Reformasi Birokrasi. Lewat aplikasi ini dapat mengefisienkan pola kerja di lingkup Pemprov Jateng. Karena selama ini, untuk administrasi pemerintahan, menggunakan kertas.

Selain itu, layanan kepada masyarakat pun akan lebih cepat. Sebab pemangku jabatan bisa memonitor secara langsung proses surat menyurat, meskipun sedang tidak di kantor.

Dengan demikian, masyarakat mendapatkan manfaat dari kinerja ASN yang semakin simpel. “Dengan elektronik tentu saja dokumen tak perlu dicetak, hanya saat dibutuhkan saja. Kalau selama ini kan sejak konsep pakai kertas, dicetak dan dikoreksi dulu. Yang terpenting lagi, tak terbatas ruang dan waktu, tak perlu menunggu dia (pejabat) duduk di kantor. Ini bagian mempercepat layanan masyarakat,” ujar Sumarno seusai peluncuran aplikasi Tata Praja di Gedung Ghradika Bakti Praja.

Baca Juga :  Jembatan Bantuan Ganjar di Jepara Hidupkan Akses Sosial dan Pendidikan

Sumarno menambahkan, aplikasi ini masih terus disempurnakan. Ia meminta, agar seluruh pengguna Tata Praja memberikan feedback untuk penyempurnaan aplikasi itu.

LAUNCHING TATA PRAJA : Sekda Provinsi Jateng Sumarno, Kepala Diskominfo Jateng Riena Retnaningrum, Ketua Komisi A DPRD Jateng Muhammad Saleh, Kepala Biro Organisasi Pemprov Jateng Ihwan Sudrajat, Kepala Dinas Arpus Jateng Edy Supriyanta di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang Jumat (23/9). (ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jateng Riena Retnaningrum mengatakan, aplikasi ini bisa digunakan di semua instansi. Bukan hanya dinas atau OPD, namun meluas hingga satuan pendidikan dan UPT.

“Dulu kan kita antar (surat fisik) kemana-mana. Sekarang cukup lewat handphone saja bisa lihat, koreksi, dan ditandatangani, termasuk disposisi. Ini digunakan di seluruh instansi termasuk SMA, SMK, SLB, dan UPT dinas di bawah Pemprov Jateng,” ucapnya.

Riena menjelaskan, aplikasi Tata Praja pun terintegrasi dengan layanan “Sore Mase” (Sistem Otomatisasi Respon Layanan Helpdesk Manajemen Sertifikat Elektronik Tanda Tangan Elektronik-TTE). Dengan layanan ini, layanan TTE dapat difasilitasi oleh helpdesk berbasis chat bot Artificial Intelligence pada aplikasi whatsapp lewat nomor 0811 2607 753.

Riena berharap, pengguna aplikasi ini juga bisa memberikan umpan balik, guna penyempurnaan Tata Praja di masa depan. “Harapannya seluruh ASN di Pemprov Jateng menggunakan tanda tangan elektronik, tidak tanda tangan basah lagi. Sehingga menjadi satu tata naskah dinas oleh Biro Organisasi, kearsipan disimpan oleh Dinas Arpus, kami memfasilitasi aplikasi tersebut,” pungkas Riena. (akr/ida/zen)


Most Read

Artikel Terbaru

/