25.3 C
Kudus
Monday, November 28, 2022

Alhamdulillah, Bantuan Subsidi Upah Tahap I dan II di Jateng Cair, Ini Besarannya

SEMARANG – Menteri Ketanagakerjaan RI Ida Fauziah memantau progres Bantuan Subsidi Upah (BSU) di Jawa Tengah (Jateng). Ia memastikan sebanyak 939.232 pekerja di Jateng telah mendapatkan BSU dengan nilai Rp 563.539.200.000 (Rp 563,539 miliar, red) tanpa potongan walaupun serimis.

Pada kunjungannya, Ida bertemu dengan perwakilan pekerja yang telah menerima manfaat BSU baik tahap 1 dan 2. Di antaranya PT LEEA Footwear Indonesia di Tegal dan PT Winners International serta Rumah Sakit (RS) Elisabeth Semarang.

Ia mengatakan, bantuan ini bertujuan mempertahankan daya beli masyarakat, guna memenuhi kebutuhan hidup. Dia jelaskan, penerima BSU telah dipilah sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI nomor 10 tahun 2022 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Subsidi Gaji/Upah bagi Pekerja/Buruh.


Adapun, penyaluran BSU dilakukan melalui bank Himbara (BNI, BTN, BRI dan Mandiri), Bank Syariah Indonesia dan PT POS. “Data BSU tahun 2022 berasal dari BPJS Ketenagakerjaan, yang selanjutnya Kemnaker melakukan skrining data dengan Kemensos, Kemenko Perekonomian, Kemenkop UKM dan BKN. Bantuan Pemerintah berupa subsidi gaji/upah diberikan dalam bentuk uang sebesar Rp 600.000 (enam ratus ribu rupiah) yang dibayarkan sekaligus,” ujarnya Kamis (22/9).

Menaker menjelaskan, penerima BSU memiliki kriteria khusus. Di antaranya WNI, memilki upah paling banyak Rp 3,5 juta. Sementara bagi pekerja di wilayah yang UMK atau UMP-nya melebihi Rp 3.500.000, maka persyaratan gaji/upah tersebut menjadi paling banyak sebesar upah minimum kabupaten/kota atau provinsi dibulatkan ke atas hingga ratusan ribu penuh.

Baca Juga :  Ganjar Serukan Stop Konsumsi Daging Anjing: Yang Jual, Tolong Hentikan!

Selain itu, penerima BSU adalah mereka yang terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan hingga Juli 2022. Syarat lain, penerima bukan anggota TNI/Polri dan tidak menerima program Kartu Prakerja, Program Keluarga Harapan, atau Banpres Produktif untuk Usaha Mikro pada tahun berjalan.

Di Jateng, total jumlah penerima BSU mencapai 939.232 orang dengan nilai Rp 563.539.200.000. Rinciannya tahap I cair pada 12 September 2022 sebanyak 727.465 pekerja dengan nilai Rp 436.470.000.000. Sedangkan untuk tahap II yang cair pada 20 September 2022 sebanyak 211.767 pekerja dengan nilai Rp 127.060.200.000.

“BSU adalah dana dari pemerintah melalui APBN Kementerian Ketenagakerjaan dan bukan uang pekerja yang berada di BPJS Ketenagakerjaan,” tegas Ida.

Ida menambahkan, mereka yang diberi BSU bukan hanya yang berasal dari bidang manufaktur. Pekerja lain seperti bidang kesehatan pun mendapat hak yang sama.

Ini disampaikan Ida saat mengunjungi RS Elisabeth di Kota Semarang. Di rumah sakit itu, terdapat sebanyak 781 orang yang telah mendapatkan BSU.

Terakhir ia berpesan bagi pekerja yang merasa memiliki hak pro aktif, Ida mengajak mereka menggali informasi mengenai penyaluran BSU melalui laman SIAPKERJA. Di laman itu, pekerja dapat melakukan pengecekan secara mandiri. (akr/ida/zen)

SEMARANG – Menteri Ketanagakerjaan RI Ida Fauziah memantau progres Bantuan Subsidi Upah (BSU) di Jawa Tengah (Jateng). Ia memastikan sebanyak 939.232 pekerja di Jateng telah mendapatkan BSU dengan nilai Rp 563.539.200.000 (Rp 563,539 miliar, red) tanpa potongan walaupun serimis.

Pada kunjungannya, Ida bertemu dengan perwakilan pekerja yang telah menerima manfaat BSU baik tahap 1 dan 2. Di antaranya PT LEEA Footwear Indonesia di Tegal dan PT Winners International serta Rumah Sakit (RS) Elisabeth Semarang.

Ia mengatakan, bantuan ini bertujuan mempertahankan daya beli masyarakat, guna memenuhi kebutuhan hidup. Dia jelaskan, penerima BSU telah dipilah sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI nomor 10 tahun 2022 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Subsidi Gaji/Upah bagi Pekerja/Buruh.

Adapun, penyaluran BSU dilakukan melalui bank Himbara (BNI, BTN, BRI dan Mandiri), Bank Syariah Indonesia dan PT POS. “Data BSU tahun 2022 berasal dari BPJS Ketenagakerjaan, yang selanjutnya Kemnaker melakukan skrining data dengan Kemensos, Kemenko Perekonomian, Kemenkop UKM dan BKN. Bantuan Pemerintah berupa subsidi gaji/upah diberikan dalam bentuk uang sebesar Rp 600.000 (enam ratus ribu rupiah) yang dibayarkan sekaligus,” ujarnya Kamis (22/9).

Menaker menjelaskan, penerima BSU memiliki kriteria khusus. Di antaranya WNI, memilki upah paling banyak Rp 3,5 juta. Sementara bagi pekerja di wilayah yang UMK atau UMP-nya melebihi Rp 3.500.000, maka persyaratan gaji/upah tersebut menjadi paling banyak sebesar upah minimum kabupaten/kota atau provinsi dibulatkan ke atas hingga ratusan ribu penuh.

Baca Juga :  Duh, Sebanyak 4.317 Vial Vaksin AstraZeneca di Kudus Kedaluwarsa Lagi

Selain itu, penerima BSU adalah mereka yang terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan hingga Juli 2022. Syarat lain, penerima bukan anggota TNI/Polri dan tidak menerima program Kartu Prakerja, Program Keluarga Harapan, atau Banpres Produktif untuk Usaha Mikro pada tahun berjalan.

Di Jateng, total jumlah penerima BSU mencapai 939.232 orang dengan nilai Rp 563.539.200.000. Rinciannya tahap I cair pada 12 September 2022 sebanyak 727.465 pekerja dengan nilai Rp 436.470.000.000. Sedangkan untuk tahap II yang cair pada 20 September 2022 sebanyak 211.767 pekerja dengan nilai Rp 127.060.200.000.

“BSU adalah dana dari pemerintah melalui APBN Kementerian Ketenagakerjaan dan bukan uang pekerja yang berada di BPJS Ketenagakerjaan,” tegas Ida.

Ida menambahkan, mereka yang diberi BSU bukan hanya yang berasal dari bidang manufaktur. Pekerja lain seperti bidang kesehatan pun mendapat hak yang sama.

Ini disampaikan Ida saat mengunjungi RS Elisabeth di Kota Semarang. Di rumah sakit itu, terdapat sebanyak 781 orang yang telah mendapatkan BSU.

Terakhir ia berpesan bagi pekerja yang merasa memiliki hak pro aktif, Ida mengajak mereka menggali informasi mengenai penyaluran BSU melalui laman SIAPKERJA. Di laman itu, pekerja dapat melakukan pengecekan secara mandiri. (akr/ida/zen)


Most Read

Artikel Terbaru

/