alexametrics
24 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Pasokan Normal, Oksigen Gratis BPBD Dihentikan

GROBOGAN – Program pengisian oksigen gratis oleh BPBD Grobogan akhirnya dihentikan setelah pasokan di pasaran normal. Hingga pengisian terakhir yang tercatat, total ada 1855 tabung yang diisi. Tidak ada tarif yang dipatok dari pengisian itu, alias gratis.

Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrikan menyebut, terakhir pengisian oksigen yang tercatat yakni 5 Agustus lalu. Meski, realisasinya pengisian masih dilakukan hingga September bulan ini.

”Yang tercatat hanya sampai awal Agustus. Setelah itu kan sedikit, hanya satu atau dua tabung yang diisi per hari sampai September ini. Tapi ini sudah dihentikan,” tuturnya Jumat (24/9).


Masrikan menambahkan, penyediaan oksigen bagi masyarakat itu memang bersifat sementara. Sebab, pada Juni hingga Juli lalu, kasus positif Covid-19 memang sedang tinggi-tingginya menyusul adanya varian Delta. Kasus yang tinggi itu membuat oksigen langka di pasaran. Masyarakat harus mengantre berhari-hari untuk mendapatkan oksigen. Karena kondisi itu, Masrikan pun membikin program pengisian oksigen gratis.

Baca Juga :  Gibran Positif Covid-19, Tugas Diambil Alih Wakil Wali Kota Surakarta

Lebih lanjut, dia menyatakan, sebisanya pihaknya akan membantu apa yang menjadi keresahan masyarakat. Utamanya, yakni penanganan kedaruratan. Seperti penyediaan oksigen gratis kala itu. Meski, dia mengaku sempat mendapatkan protes soal keamanannya. Namun, dia menegaskan oksigen gratis itu memang khusus untuk mereka yang kondisinya darurat. Ketika kondisinya sudah membaik, maka tidak disarankan menggunakan oksigen BPBD itu.

”Selalu kami tekankan, ini untuk kondisi darurat saja. Karena memang tidak bagus untuk jangka panjang. Kalau untuk darurat saja saya pikir tidak masalah,” tegasnya.

GROBOGAN – Program pengisian oksigen gratis oleh BPBD Grobogan akhirnya dihentikan setelah pasokan di pasaran normal. Hingga pengisian terakhir yang tercatat, total ada 1855 tabung yang diisi. Tidak ada tarif yang dipatok dari pengisian itu, alias gratis.

Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrikan menyebut, terakhir pengisian oksigen yang tercatat yakni 5 Agustus lalu. Meski, realisasinya pengisian masih dilakukan hingga September bulan ini.

”Yang tercatat hanya sampai awal Agustus. Setelah itu kan sedikit, hanya satu atau dua tabung yang diisi per hari sampai September ini. Tapi ini sudah dihentikan,” tuturnya Jumat (24/9).

Masrikan menambahkan, penyediaan oksigen bagi masyarakat itu memang bersifat sementara. Sebab, pada Juni hingga Juli lalu, kasus positif Covid-19 memang sedang tinggi-tingginya menyusul adanya varian Delta. Kasus yang tinggi itu membuat oksigen langka di pasaran. Masyarakat harus mengantre berhari-hari untuk mendapatkan oksigen. Karena kondisi itu, Masrikan pun membikin program pengisian oksigen gratis.

Baca Juga :  Gibran Positif Covid-19, Tugas Diambil Alih Wakil Wali Kota Surakarta

Lebih lanjut, dia menyatakan, sebisanya pihaknya akan membantu apa yang menjadi keresahan masyarakat. Utamanya, yakni penanganan kedaruratan. Seperti penyediaan oksigen gratis kala itu. Meski, dia mengaku sempat mendapatkan protes soal keamanannya. Namun, dia menegaskan oksigen gratis itu memang khusus untuk mereka yang kondisinya darurat. Ketika kondisinya sudah membaik, maka tidak disarankan menggunakan oksigen BPBD itu.

”Selalu kami tekankan, ini untuk kondisi darurat saja. Karena memang tidak bagus untuk jangka panjang. Kalau untuk darurat saja saya pikir tidak masalah,” tegasnya.

Most Read

Artikel Terbaru

/