alexametrics
25.5 C
Kudus
Tuesday, May 24, 2022

Gubernur Ganjar Pastikan Stok Pangan di Jateng Aman Jelang Ramadan

SEMARANG – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berupaya memastikan ketersediaan komoditas dan kondisi pangan agar tetap aman menjelang Ramadan. Mengingat saat bulan puasa nanti, biasanya permintaan kebutuhan pokok masyarakat meningkat.

”Beberapa yang punya potensi penyebab inflasi apa. Minyak goreng pasti, ada pajak, kedelai. Jadi beberapa yang punya potensi, mesti kita kendalikan sejak sekarang. Pasti permintaan di bulan Ramadan akan tinggi,” kata Ganjar usai menggelar rapat High Level Meeting TPID Provinsi Jateng Menjelang Ramadan dengan tema “Mitigasi Risiko Tekanan Harga dan Pasokan Komoditsa Global terhadap Inflasi Jawa Tengah” di Gumaya Tower Hotel Selasa (22/3).

Sejauh ini, dari data stok pangan yang diterimanya, ketersediaan pangan di Jateng dalam kondisi aman. Hanya soal harga, itu masih fluktuatif. ”Artinya, dari sisi stok aman, dari sisi harga yang masih fluktuatif,” ujar Ganjar.


Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jateng Muhson Chudlori mengatakan, stok pangan di Jateng memang dalam kondisi aman menjelang Ramadan ini. ”Kebutuhan pokok masyarakat di bulan Ramadan dan Lebaran sebenarnya cukup. Bulog akan hadir ketika masyarakat membutuhkan itu,” kata Muhson Rabu (23/3).

Dia membeberkan, untuk stok pangan yang ada di gudang Bulog hingga 23 Maret 2022 ini, dalam kondisi aman. Yaitu komoditas minyak goreng dengan stok yang ada 50 ribu liter. ”Itu (minyak goreng, red) akan bertambah, seiring dengan kebutuhan yang ada. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” jelasnya.

Stok minyak goreng, kata dia, akan terus bertambah sesuai dengan kebutuhan pasar. Pihaknya akan terus melakukan pengadaan demi memenuhi kebutuhan. ”Pemerintah hadir dengan ketersediaan minyak goreng. Masyarakat enggak usah khawatir,” terang Muhson lebih lanjut.

Selanjutnya stok beras saat ini sebanyak 29 ribu ton. Jumlah itu terus bertambah seiring dengan memasuki masa panen. Stok pangan lain adalah tepung terigu sekitar 7 ton. Tepung terigu itu akan disebar ke seluruh kantor wilayah Bulog yang membutuhkan.

Tidak hanya itu, stok gula sampai saat ini terdapat 140 ton dan akan bertambah mendekati atau memasuki Ramadan hingga 300 ton lagi. Sedangkan stok daging kerbau saat ini ada sekitar 22 ton. Ketersediaan daging kerbau akan bertambah lagi 40 ton.

Sementara soal harga yang sesuai dengan kebijakan, yaitu harga daging sampai di tingkat konsumen Rp 78 ribu per kg. Minyak goreng yang ada di Bulog yakni kemasan bantal dan pouch berdiri dengan harga sampai di konsumen Rp 23 ribu per liter sampai konsumen. Sedangkan harga gula Rp 13.500 per kg, serta harga tepung terigu sampai konsumen Rp 8.400 per Kg.

”Harga itu sesuai dengan ketetapan direksi yang masih berlaku. Masyarakat bisa mendapatkan harga yang terjangkau. Kita juga menyediakan ketersediaan barangnya dan keterjangkauan harganya,” imbuhnya.

Baca Juga :  Entaskan Kemiskinan di Jawa Tengah, Begini Strategi Ganjar
ISTIMEWA AMAN: Stok pangan jelang Ramadan di Jawa Tengah diyakini cukup. (ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)

Ganjar Sentil Kemendag

Sementara itu, saat bertemu perwakilan Kementerian Perdagangan digunakan Ganjar untuk menyampaikan keresahan rakyat soal kelangkaan minyak goreng. Ganjar mengaku sebagai gubernur dirinya ikut malu dengan kondisi yang terjadi saat ini. ”Mohon maaf pak silahkan disampaikan ke Pak Mendag atau Menko. Kita tidak bisa lagi seperti ini, karena muka pemerintah hari ini ditampar habis-habisan,” kata Ganjar.

Dalam acara itu, perwakilan Kemendag RI, Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Isy Karim, ikut hadir secara virtual. Ganjar mengatakan, kebijakan penyesuaian harga dan subsidi minyak goreng tidak sesuai. Kelangkaan minyak goreng ini ibarat tikus mati di lumbung padi.

”Kita ini produsen sawit terbesar, produsen minyak goreng terbesar, dan kita seperti tikus mati di lumbung padi. Mohon maaf kalau kalimat saya kurang berkenan, karena kita kebingungan di daerah karena semua produksi dan kebijakannya ada di pusat,” ujar Ganjar.

Apabila kebijakan atau tindakan ekstrem tidak diambil, Ganjar mengatakan kondisi yang sudah terjadi sejak akhir tahun lalu akan berlangsung lebih lama.

”Mohon maaf pak rasanya saya sebagai gubernur saja ikut malu. Maaf sekali lagi ini harus saya sampaikan. Karena mungkin suara saya mewakili banyak orang,” katanya.

Ganjar mengusulkan Kemendag untuk mengatur perusahaan produsen minyak goreng.

”Kalau kaitannya harga minyak dunia, mari untuk merah putih tidak mengambil untung banyak-banyak. Ini soal moralitas dan saya yakin kementerian perdagangan bisa melakukan itu,” tegasnya.

Ditemui usai rapat, Ganjar mengatakan salah satu tindakan yang bisa diambil adalah dengan mengendalikan Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 20 persen. Idenya, adalah membebankan distribusi pada perusahaan.

”Tadi ide yang paling bagus adalah siapa yang mengawasi. Yang mengawasi adalah produsen sendiri, bukan dari kita, mereka yang mengawasi dan harus sampai pada rakyat,” ucap Ganjar.

”Jadi mereka dibebani, mohon maaf ini para pengusaha minyak goreng ya. Dibebani usaha untuk mendistribusikan kepada konsumen sehingga harganya bisa Rp 14 ribu, ini menurut saya penting,” imbuhnya.

Selain itu, Ganjar mengatakan, penanganan harga minyak goreng yang fluktuatif tidak bisa terus melihat dari sisi hilir. Justru penanganan dari sisi hulu adalah poin paling penting.

”Maka saya minta teman-teman dari Perhutani untuk menyiapkan lahan bekerjasama dengan Distan agar kita bisa tanam. Ini mestinya kita mengambil tindakan, aturan yang bisa menguntungkan petani dan sinergi dengan mereka,” katanya.

Sebab, fluktuasi harga minyak goreng mulai mempengaruhi komoditas lain. Untuk itu, lanjut Ganjar, pemerintah mesti menyiapkan alternatif dan mengedukasi masyarakat. (akr/ida/zen)

SEMARANG – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berupaya memastikan ketersediaan komoditas dan kondisi pangan agar tetap aman menjelang Ramadan. Mengingat saat bulan puasa nanti, biasanya permintaan kebutuhan pokok masyarakat meningkat.

”Beberapa yang punya potensi penyebab inflasi apa. Minyak goreng pasti, ada pajak, kedelai. Jadi beberapa yang punya potensi, mesti kita kendalikan sejak sekarang. Pasti permintaan di bulan Ramadan akan tinggi,” kata Ganjar usai menggelar rapat High Level Meeting TPID Provinsi Jateng Menjelang Ramadan dengan tema “Mitigasi Risiko Tekanan Harga dan Pasokan Komoditsa Global terhadap Inflasi Jawa Tengah” di Gumaya Tower Hotel Selasa (22/3).

Sejauh ini, dari data stok pangan yang diterimanya, ketersediaan pangan di Jateng dalam kondisi aman. Hanya soal harga, itu masih fluktuatif. ”Artinya, dari sisi stok aman, dari sisi harga yang masih fluktuatif,” ujar Ganjar.

Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jateng Muhson Chudlori mengatakan, stok pangan di Jateng memang dalam kondisi aman menjelang Ramadan ini. ”Kebutuhan pokok masyarakat di bulan Ramadan dan Lebaran sebenarnya cukup. Bulog akan hadir ketika masyarakat membutuhkan itu,” kata Muhson Rabu (23/3).

Dia membeberkan, untuk stok pangan yang ada di gudang Bulog hingga 23 Maret 2022 ini, dalam kondisi aman. Yaitu komoditas minyak goreng dengan stok yang ada 50 ribu liter. ”Itu (minyak goreng, red) akan bertambah, seiring dengan kebutuhan yang ada. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” jelasnya.

Stok minyak goreng, kata dia, akan terus bertambah sesuai dengan kebutuhan pasar. Pihaknya akan terus melakukan pengadaan demi memenuhi kebutuhan. ”Pemerintah hadir dengan ketersediaan minyak goreng. Masyarakat enggak usah khawatir,” terang Muhson lebih lanjut.

Selanjutnya stok beras saat ini sebanyak 29 ribu ton. Jumlah itu terus bertambah seiring dengan memasuki masa panen. Stok pangan lain adalah tepung terigu sekitar 7 ton. Tepung terigu itu akan disebar ke seluruh kantor wilayah Bulog yang membutuhkan.

Tidak hanya itu, stok gula sampai saat ini terdapat 140 ton dan akan bertambah mendekati atau memasuki Ramadan hingga 300 ton lagi. Sedangkan stok daging kerbau saat ini ada sekitar 22 ton. Ketersediaan daging kerbau akan bertambah lagi 40 ton.

Sementara soal harga yang sesuai dengan kebijakan, yaitu harga daging sampai di tingkat konsumen Rp 78 ribu per kg. Minyak goreng yang ada di Bulog yakni kemasan bantal dan pouch berdiri dengan harga sampai di konsumen Rp 23 ribu per liter sampai konsumen. Sedangkan harga gula Rp 13.500 per kg, serta harga tepung terigu sampai konsumen Rp 8.400 per Kg.

”Harga itu sesuai dengan ketetapan direksi yang masih berlaku. Masyarakat bisa mendapatkan harga yang terjangkau. Kita juga menyediakan ketersediaan barangnya dan keterjangkauan harganya,” imbuhnya.

Baca Juga :  Entaskan Kemisikinan Ekstrem, Jateng Bangun 755 Ribu Rumah Warga Miskin
ISTIMEWA AMAN: Stok pangan jelang Ramadan di Jawa Tengah diyakini cukup. (ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)

Ganjar Sentil Kemendag

Sementara itu, saat bertemu perwakilan Kementerian Perdagangan digunakan Ganjar untuk menyampaikan keresahan rakyat soal kelangkaan minyak goreng. Ganjar mengaku sebagai gubernur dirinya ikut malu dengan kondisi yang terjadi saat ini. ”Mohon maaf pak silahkan disampaikan ke Pak Mendag atau Menko. Kita tidak bisa lagi seperti ini, karena muka pemerintah hari ini ditampar habis-habisan,” kata Ganjar.

Dalam acara itu, perwakilan Kemendag RI, Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Isy Karim, ikut hadir secara virtual. Ganjar mengatakan, kebijakan penyesuaian harga dan subsidi minyak goreng tidak sesuai. Kelangkaan minyak goreng ini ibarat tikus mati di lumbung padi.

”Kita ini produsen sawit terbesar, produsen minyak goreng terbesar, dan kita seperti tikus mati di lumbung padi. Mohon maaf kalau kalimat saya kurang berkenan, karena kita kebingungan di daerah karena semua produksi dan kebijakannya ada di pusat,” ujar Ganjar.

Apabila kebijakan atau tindakan ekstrem tidak diambil, Ganjar mengatakan kondisi yang sudah terjadi sejak akhir tahun lalu akan berlangsung lebih lama.

”Mohon maaf pak rasanya saya sebagai gubernur saja ikut malu. Maaf sekali lagi ini harus saya sampaikan. Karena mungkin suara saya mewakili banyak orang,” katanya.

Ganjar mengusulkan Kemendag untuk mengatur perusahaan produsen minyak goreng.

”Kalau kaitannya harga minyak dunia, mari untuk merah putih tidak mengambil untung banyak-banyak. Ini soal moralitas dan saya yakin kementerian perdagangan bisa melakukan itu,” tegasnya.

Ditemui usai rapat, Ganjar mengatakan salah satu tindakan yang bisa diambil adalah dengan mengendalikan Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 20 persen. Idenya, adalah membebankan distribusi pada perusahaan.

”Tadi ide yang paling bagus adalah siapa yang mengawasi. Yang mengawasi adalah produsen sendiri, bukan dari kita, mereka yang mengawasi dan harus sampai pada rakyat,” ucap Ganjar.

”Jadi mereka dibebani, mohon maaf ini para pengusaha minyak goreng ya. Dibebani usaha untuk mendistribusikan kepada konsumen sehingga harganya bisa Rp 14 ribu, ini menurut saya penting,” imbuhnya.

Selain itu, Ganjar mengatakan, penanganan harga minyak goreng yang fluktuatif tidak bisa terus melihat dari sisi hilir. Justru penanganan dari sisi hulu adalah poin paling penting.

”Maka saya minta teman-teman dari Perhutani untuk menyiapkan lahan bekerjasama dengan Distan agar kita bisa tanam. Ini mestinya kita mengambil tindakan, aturan yang bisa menguntungkan petani dan sinergi dengan mereka,” katanya.

Sebab, fluktuasi harga minyak goreng mulai mempengaruhi komoditas lain. Untuk itu, lanjut Ganjar, pemerintah mesti menyiapkan alternatif dan mengedukasi masyarakat. (akr/ida/zen)

Most Read

Artikel Terbaru

/