27.2 C
Kudus
Tuesday, February 7, 2023

Siswi SMP di Sukoharjo Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Luka Tusuk

SUKOHARJO – Seorang Siswi SMP di Desa Pandeyan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka tusukan. Korban ditemukan pada Selasa (24/1) dini hari. Diduga korban pembunuhan.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, menjelaskan, korban saat ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Selain itu, ada temuan kondom, lip cream dan bungkus rokok.

“Korban bernama EL, 15, warga Sukoharjo. EL diperkirakan masih duduk di bangku SMP di Solo,” ujar Wahyu.


Menurut Wahyu, kejadian ini bermula saat korban diduga akan berkencan dengan seorang pria yang belum diketahui identitasnya.

Saat itu, EL meminta temannya untuk diantarkan ke sebuah hotel di kawasan Kartasura.  Setelah mengantar, rekan EL kembali meninggalkan korban. Tak lama kemudian, rekan yang mengantar EL tadi ditanya oleh orang tua EL.

Baca Juga :  Festival Pangan Lokal 2022 Ajak Masyarakat Manfaatkan Lahan yang Ada untuk Tanaman Pangan

“Rekan yang mengantar EL tersebut lalu mencoba menghubungi EL, namun handphone korban tidak aktif,” lanjut Wahyu, dikutip tribunsolo.com.

Lantaran curiga, dia menghubungi pacar EL. Ternyata, EL sempat mengirimkan lokasi terakhir ke pacarnya itu.

Saat sampai di lokasi yang ditunjukan, ternyata EL ditemukan sudah dalam kondisi meninggal penuh darah.


SUKOHARJO – Seorang Siswi SMP di Desa Pandeyan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka tusukan. Korban ditemukan pada Selasa (24/1) dini hari. Diduga korban pembunuhan.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, menjelaskan, korban saat ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Selain itu, ada temuan kondom, lip cream dan bungkus rokok.

“Korban bernama EL, 15, warga Sukoharjo. EL diperkirakan masih duduk di bangku SMP di Solo,” ujar Wahyu.

Menurut Wahyu, kejadian ini bermula saat korban diduga akan berkencan dengan seorang pria yang belum diketahui identitasnya.

Saat itu, EL meminta temannya untuk diantarkan ke sebuah hotel di kawasan Kartasura.  Setelah mengantar, rekan EL kembali meninggalkan korban. Tak lama kemudian, rekan yang mengantar EL tadi ditanya oleh orang tua EL.

Baca Juga :  Rekonstruksi Keponakan Aniaya Paman hingga Tewas di Jepara, Pelaku Peragakan 11 Adegan

“Rekan yang mengantar EL tersebut lalu mencoba menghubungi EL, namun handphone korban tidak aktif,” lanjut Wahyu, dikutip tribunsolo.com.

Lantaran curiga, dia menghubungi pacar EL. Ternyata, EL sempat mengirimkan lokasi terakhir ke pacarnya itu.

Saat sampai di lokasi yang ditunjukan, ternyata EL ditemukan sudah dalam kondisi meninggal penuh darah.


Most Read

Artikel Terbaru