26.4 C
Kudus
Tuesday, February 7, 2023

Kronologi Penemuan Mayat Siswi SMP di Sukoharjo Bersimbah Darah dengan Luka Tusuk

SUKOHARJO – Hasil otopsi sementara EL, siswi yang ditemukan tewas usai kencan didapati dua luka tusukan benda tajam. Posisinya di bagian leher dan dada.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan, ada dua luka tusuk benda tajam di dua titik sejajar, yakni leher dan dada. Lukanya seperti tertusuk garpu tapi hanya dua titik.

“Kemungkinan yang membuat meninggal luka yang di leher. Luka tusuk, berdekatan. Seperti garpu, tapi hanya dua. Lukanya dalam,” kata Wahyu Nugroho Setyawan, Selasa (24/1).


Untuk sementara, lanjut kapolres, dugaan pembunuhan dilakukan oleh satu orang. “Doakan segera terungkap pelakunya,” ujar Wahyu.

Diketahui, EL, 15, ditemukan tak bernyawa di tanah kosong di belakang sebuah pabrik pengolahan kayu di Desa Pandeyan, Kecamatan Grogol, Selasa (24/1) pukul 00.00. Mayat korban bersimbah darah di bagian kepala akibat pukulan benda tumpul.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan, korban yakni EL, 15 pelajar SMP kelas III warga Desa Banaran, Kecamatan Grogol.

Awal mula kejadian, Senin (23/1) sekitar pukul 16.00, EL berkencan dengan seorang laki – laki melalui sebuah aplikasi.

Baca Juga :  Astra Motor Jateng & Fiber Academy Kolaborasi Safety Riding

“Kemudian korban meminta teman perempuanya, NTO, 18, warga Menuran, Kecamatan Baki untuk mengantarkannya ke hotel di wilayah Kartasura. Selesai mengantarkan korban, NTO langsung kembali,” kata Wahyu Nugroho Setyawan, Selasa (24/1).

Sekitar pukul 17.00 – 18.30, NTO menghubungi korban melalui Whatsapp (WA) agar korban segera pulang, karena sudah dicari ibunya. Namun handphone milik EL mati.

“Kemudian NTO mencoba menghubungi pacar korban IN, 19. Kemudian, IN menceritakan bahwa korban pada pukul 15.30 share lokasi kepada IN. Kemudian, NTO dan IN menuju share lokasi yang telah diberikan. Sampai di TKP, didapati korban telah meninggal dunia,” kata kapolres.

EL ditemukan dalam kondisi telentang di lahan kosong dan kepalanya bersimbah darah. Diduga akibat pukulan benda tumpul.

Di lokasi kejadian ditemukan satu bungkus kondom, rokok, dan satu lip cream berwarna hitam.

Ditambahkan Wahyu, pihaknya sudah melakukan olah TKP, memeriksa saksi, dan memeriksa CCTV. Mayat EL dibawa ke RSUD Dr. Moewardi untuk dilakukan otopsi. (radarsolo.com)


SUKOHARJO – Hasil otopsi sementara EL, siswi yang ditemukan tewas usai kencan didapati dua luka tusukan benda tajam. Posisinya di bagian leher dan dada.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan, ada dua luka tusuk benda tajam di dua titik sejajar, yakni leher dan dada. Lukanya seperti tertusuk garpu tapi hanya dua titik.

“Kemungkinan yang membuat meninggal luka yang di leher. Luka tusuk, berdekatan. Seperti garpu, tapi hanya dua. Lukanya dalam,” kata Wahyu Nugroho Setyawan, Selasa (24/1).

Untuk sementara, lanjut kapolres, dugaan pembunuhan dilakukan oleh satu orang. “Doakan segera terungkap pelakunya,” ujar Wahyu.

Diketahui, EL, 15, ditemukan tak bernyawa di tanah kosong di belakang sebuah pabrik pengolahan kayu di Desa Pandeyan, Kecamatan Grogol, Selasa (24/1) pukul 00.00. Mayat korban bersimbah darah di bagian kepala akibat pukulan benda tumpul.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan, korban yakni EL, 15 pelajar SMP kelas III warga Desa Banaran, Kecamatan Grogol.

Awal mula kejadian, Senin (23/1) sekitar pukul 16.00, EL berkencan dengan seorang laki – laki melalui sebuah aplikasi.

Baca Juga :  Ditusuk Tiga Kali, Lansia Ini Masih Bisa Hindari Maut

“Kemudian korban meminta teman perempuanya, NTO, 18, warga Menuran, Kecamatan Baki untuk mengantarkannya ke hotel di wilayah Kartasura. Selesai mengantarkan korban, NTO langsung kembali,” kata Wahyu Nugroho Setyawan, Selasa (24/1).

Sekitar pukul 17.00 – 18.30, NTO menghubungi korban melalui Whatsapp (WA) agar korban segera pulang, karena sudah dicari ibunya. Namun handphone milik EL mati.

“Kemudian NTO mencoba menghubungi pacar korban IN, 19. Kemudian, IN menceritakan bahwa korban pada pukul 15.30 share lokasi kepada IN. Kemudian, NTO dan IN menuju share lokasi yang telah diberikan. Sampai di TKP, didapati korban telah meninggal dunia,” kata kapolres.

EL ditemukan dalam kondisi telentang di lahan kosong dan kepalanya bersimbah darah. Diduga akibat pukulan benda tumpul.

Di lokasi kejadian ditemukan satu bungkus kondom, rokok, dan satu lip cream berwarna hitam.

Ditambahkan Wahyu, pihaknya sudah melakukan olah TKP, memeriksa saksi, dan memeriksa CCTV. Mayat EL dibawa ke RSUD Dr. Moewardi untuk dilakukan otopsi. (radarsolo.com)


Most Read

Artikel Terbaru