25.3 C
Kudus
Monday, November 28, 2022

Perkuat Kerja Sama, Delegasi Swiss Puji Iklim Bisnis Jateng di Bawah Kepemimpinan Ganjar

SEMARANG– Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dan Direktur Bidang Ketenagakerjaan dan Ekonomi Kementerian Sekretariat Swiss, Boris Zurcher melakukan pertemuan untuk membahas terkait peningkatan kerja sama Jateng dengan pemerintah Swiss.

“Pertemuan ini untuk meningkatkan kerja sama dan beberapa kerja sama sudah dilakukan. Satu, terkait dengan pelatihan, capacity building, beberapa di antaranya bekerja sama dengan Kadin Jawa Tengah,” ujar Ganjar dalam keterangan tertulis, Rabu (23/11).

Dalam pertemuan yang dilakukan di Ruang Kantor Gubernur Jateng Selasa (22/22) kemarin, Ganjar menawarkan sejumlah potensi kerja sama, seperti potensi investasi di berbagai sektor dan juga destinasi pariwisata di Jateng.


Boris yang mewakili delegasi Swiss mengatakan sebelumnya pemerintah Swiss dan Indonesia telah menjalin kerja sama yang panjang dan berlangsung dengan baik hingga saat ini. Agar tujuan kerja sama dapat ditingkatkan dan juga pihak yang bekerja sama saling menguntungkan, maka, lanjut Boris, pemerintah Swiss akan terus melanjutkan kerja sama tersebut, khususnya dengan Provinsi Jateng.

“Kita sudah ada kerja sama yang baik dengan pemerintah pusat dengan Indonesia, dan kita sudah ada beberapa projek berlangsung di Jawa Tengah. Kita akan melanjutkan yang sudah ada dan memperdalam kerja sama yang sudah ada dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini,” kata Boris.

Baca Juga :  Pohon di Jalur Pantura Demak Dicor

Pemerintah Swiss dan Indonesia telah menyepakati perjanjian perdagangan bebas antar kedua negara sehingga peningkatan kerja sama keduanya akan menjadi lancar dan mudah.

“Kita memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan Indonesia dan Pak Gubernur tadi menunjukkan tabel penanaman modal asing yang ada di Jawa Tengah. Kami di sini untuk jangka panjang, kita tidak untuk eternitas atau selamanya, tapi kita di sini untuk jangka panjang dan akan bahu membahu dengan Jawa Tengah,” tutur Boris.

Boris juga mengapresiasi iklim bisnis Jateng di bawah kepemimpinan Ganjar yang kian kondusif dengan adanya program pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) yang efektif dan juga ramah investor.

Sebagai informasi, realisasi investasi perusahaan Swiss di Jawa Tengah sejak tahun 2016 hingga 2022 kuartal ketiga mencakup sejumlah sektor. Di antaranya Nestle Indonesia di Batang (90.413 USD), OMYA Indonesia di Rembang (6.551 USD), Aquafarm Nusantara di Semarang (3.561 USD) dan masih banyak lagi.

 

SEMARANG– Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dan Direktur Bidang Ketenagakerjaan dan Ekonomi Kementerian Sekretariat Swiss, Boris Zurcher melakukan pertemuan untuk membahas terkait peningkatan kerja sama Jateng dengan pemerintah Swiss.

“Pertemuan ini untuk meningkatkan kerja sama dan beberapa kerja sama sudah dilakukan. Satu, terkait dengan pelatihan, capacity building, beberapa di antaranya bekerja sama dengan Kadin Jawa Tengah,” ujar Ganjar dalam keterangan tertulis, Rabu (23/11).

Dalam pertemuan yang dilakukan di Ruang Kantor Gubernur Jateng Selasa (22/22) kemarin, Ganjar menawarkan sejumlah potensi kerja sama, seperti potensi investasi di berbagai sektor dan juga destinasi pariwisata di Jateng.

Boris yang mewakili delegasi Swiss mengatakan sebelumnya pemerintah Swiss dan Indonesia telah menjalin kerja sama yang panjang dan berlangsung dengan baik hingga saat ini. Agar tujuan kerja sama dapat ditingkatkan dan juga pihak yang bekerja sama saling menguntungkan, maka, lanjut Boris, pemerintah Swiss akan terus melanjutkan kerja sama tersebut, khususnya dengan Provinsi Jateng.

“Kita sudah ada kerja sama yang baik dengan pemerintah pusat dengan Indonesia, dan kita sudah ada beberapa projek berlangsung di Jawa Tengah. Kita akan melanjutkan yang sudah ada dan memperdalam kerja sama yang sudah ada dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini,” kata Boris.

Baca Juga :  Cukur Gundul di Hari Kanker Anak Sedunia, Ganjar: Bangun Empati Itu Keren

Pemerintah Swiss dan Indonesia telah menyepakati perjanjian perdagangan bebas antar kedua negara sehingga peningkatan kerja sama keduanya akan menjadi lancar dan mudah.

“Kita memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan Indonesia dan Pak Gubernur tadi menunjukkan tabel penanaman modal asing yang ada di Jawa Tengah. Kami di sini untuk jangka panjang, kita tidak untuk eternitas atau selamanya, tapi kita di sini untuk jangka panjang dan akan bahu membahu dengan Jawa Tengah,” tutur Boris.

Boris juga mengapresiasi iklim bisnis Jateng di bawah kepemimpinan Ganjar yang kian kondusif dengan adanya program pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) yang efektif dan juga ramah investor.

Sebagai informasi, realisasi investasi perusahaan Swiss di Jawa Tengah sejak tahun 2016 hingga 2022 kuartal ketiga mencakup sejumlah sektor. Di antaranya Nestle Indonesia di Batang (90.413 USD), OMYA Indonesia di Rembang (6.551 USD), Aquafarm Nusantara di Semarang (3.561 USD) dan masih banyak lagi.

 


Most Read

Artikel Terbaru

/