alexametrics
24.1 C
Kudus
Wednesday, July 6, 2022

Terungkap! Air Cucian Mobil dan Pewarna Dijadikan Bahan Baku Migor Palsu

SEMARANG – Dua orang pelaku pembuatan minyak goreng palsu yang diedarkan di Kudus ditangkap anggota Ditreskrimsus Polda Jateng belum lama ini. Mereka MNK, 39, dan AA, 51. Hasil pengungkapan Polda Jateng, minyak goreng palsu itu mengandung minyak goreng, air bekas cucian mobil, dan zat pewarna makanan.

Diberitakan sebelumnya Siti Mutoharoh, 45, dan adiknya Musmiah, 58, warga RT 3/RW VIII, Desa Cendono, Dawe, Kudus, kaget karena minyak dalam jeriken ia beli Sabtu (13/2) ternyata berisi minyak goreng oplosan alias palsu. Saat ia gunakan untuk menggoreng kerupuk ternayat tidak bisa. Dia menduga minyak goreng oleh si penipu dioplos dengan air dan pewarna.

Siti pemilik usaha kerupuk menceritakan awalnya ditawari seorang sales penjual minyak goreng. Sebelumnya korban telah memesan empat kali. Semua dikirimi minyak asli. Sehingga timbul rasa percaya. Tetapi pemesanan yang kelima kalinya minyak oplosan.


Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad mengatakan awal pengungkapan ini setelah adanya pelaporan dari pihak korban di Mapolres Kudus jajaran Polda Jateng pada Kamis (17/2). Lokasi kejadian di Desa Cendono, Dawe, Kudus.

”Sasaran operasi (kejahatan) adalah tempat pembuatan pangan, bahan pokok, dijual kepada pengecer,” ungkapnya di Mako Ditreskrimsus kemarin. Tindak lanjut dari pelaporan tersebut, Polda Jateng melakukan penyelidikan dan penyidikan. Hasil penyelidikan, anggota Ditreskrimsus berhasil mengendus keberadaan pelaku yang telah melarikan diri ke Cilacap. Setelah dikejar, akhirnya dua orang pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan.

Terkait modus operandi, lanjut kapolda, tersangka memperdagangkan minyak goreng palsu atau tidak sesuai dengan janji. Yaitu memperdagangkan minyak goreng curah dalam jeriken. Namun isi dalam jeriken tersebut berisi air yang dicampur minyak dan pewarna makanan berwarna kuning hingga menyerupai minyak goreng.

”Jadi modus tersangka menjual minyak murni. Awalnya menjual satu kali minyak murni kepada pelanggan. Kedua Kali dia mencari untung dengan cara mencampurkan sedikit minyak asli dengan zat pewarna makanan. Jadinya menyerupai minyak. Ini akal akalan pelaku,” bebernya.

Baca Juga :  Diiringi Tangis Istri Korban, Rekonstruksi Bentrok Antarpemuda di Jepara Peragakan 54 Adegan

Hasil penyidikan, pelaku mengakui perbuatannya. Operasi pelaku tak hanya di Kudus, juga ke tiga wilayah di Jateng, pantura bagian timur. Seperti Pati dan Rembang. ”Kami akan kembangkan adanya dugaan di tempat tempat lain,” tegasnya.

Kapolda menambahkan, tersangka beraksi selama tiga bulan. Meskipun berhasil mengungkap kasus itu, pihaknya menginstruksikan kepada anggotanya untuk terus menyelidiki dan memantau di tempat-tempat lain.

”Imbauan saya kepada masyarakat tolong cek ricek dan finance cek,” imbuhnya.

Ditreskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Johanson Ronald Simamora, mengatakan awalnya tersangka menjual satu jeriken minyak goreng kapasitas 17 liter dengan harga Rp 16.500 per liter. Tanpa curiga, korban kemudian membeli kembali sebanyak 25 jeriken. Ternyata barang yang diterima tidak sesuai kenyataan. 20 jeriken berisi air pewarna dan lima jeriken berisi air putih.

”Semua jeriken yang berisi air putih itu dibeli dari tempat cucian mobil daerah Kudus seharga Rp 50 ribu. Saat itu korban tidak memeriksa, karena sudah percaya, sebelumnya telah membeli 17 liter,” bebernya.

Barang Bukti yang berhasil diamankan, satu deriken berisi tujuh liter isi minyak goreng asli, 20 jeriken masing-masing 17 liter isi air putih campur pewarna. Lima jeriken masing-masing 25 liter isi air putih. Uang tunai Rp 600 ribu, dan satu bendel nota penjualan.

”Dalam sekali melakukan pengoplosan atau pencampuran air dengan pewarna makanan hingga menyerupai minyak goreng, omzet tersangka mencapai Rp 5,6 juta sekian,” tandasnya. Tersangka saat ini mendekam di ruang tahanan Mapolda Jateng. Ancaman pidana ke mereka penjara paling lama 4 tahun. (mha/zen)

SEMARANG – Dua orang pelaku pembuatan minyak goreng palsu yang diedarkan di Kudus ditangkap anggota Ditreskrimsus Polda Jateng belum lama ini. Mereka MNK, 39, dan AA, 51. Hasil pengungkapan Polda Jateng, minyak goreng palsu itu mengandung minyak goreng, air bekas cucian mobil, dan zat pewarna makanan.

Diberitakan sebelumnya Siti Mutoharoh, 45, dan adiknya Musmiah, 58, warga RT 3/RW VIII, Desa Cendono, Dawe, Kudus, kaget karena minyak dalam jeriken ia beli Sabtu (13/2) ternyata berisi minyak goreng oplosan alias palsu. Saat ia gunakan untuk menggoreng kerupuk ternayat tidak bisa. Dia menduga minyak goreng oleh si penipu dioplos dengan air dan pewarna.

Siti pemilik usaha kerupuk menceritakan awalnya ditawari seorang sales penjual minyak goreng. Sebelumnya korban telah memesan empat kali. Semua dikirimi minyak asli. Sehingga timbul rasa percaya. Tetapi pemesanan yang kelima kalinya minyak oplosan.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad mengatakan awal pengungkapan ini setelah adanya pelaporan dari pihak korban di Mapolres Kudus jajaran Polda Jateng pada Kamis (17/2). Lokasi kejadian di Desa Cendono, Dawe, Kudus.

”Sasaran operasi (kejahatan) adalah tempat pembuatan pangan, bahan pokok, dijual kepada pengecer,” ungkapnya di Mako Ditreskrimsus kemarin. Tindak lanjut dari pelaporan tersebut, Polda Jateng melakukan penyelidikan dan penyidikan. Hasil penyelidikan, anggota Ditreskrimsus berhasil mengendus keberadaan pelaku yang telah melarikan diri ke Cilacap. Setelah dikejar, akhirnya dua orang pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan.

Terkait modus operandi, lanjut kapolda, tersangka memperdagangkan minyak goreng palsu atau tidak sesuai dengan janji. Yaitu memperdagangkan minyak goreng curah dalam jeriken. Namun isi dalam jeriken tersebut berisi air yang dicampur minyak dan pewarna makanan berwarna kuning hingga menyerupai minyak goreng.

”Jadi modus tersangka menjual minyak murni. Awalnya menjual satu kali minyak murni kepada pelanggan. Kedua Kali dia mencari untung dengan cara mencampurkan sedikit minyak asli dengan zat pewarna makanan. Jadinya menyerupai minyak. Ini akal akalan pelaku,” bebernya.

Baca Juga :  Diiringi Tangis Istri Korban, Rekonstruksi Bentrok Antarpemuda di Jepara Peragakan 54 Adegan

Hasil penyidikan, pelaku mengakui perbuatannya. Operasi pelaku tak hanya di Kudus, juga ke tiga wilayah di Jateng, pantura bagian timur. Seperti Pati dan Rembang. ”Kami akan kembangkan adanya dugaan di tempat tempat lain,” tegasnya.

Kapolda menambahkan, tersangka beraksi selama tiga bulan. Meskipun berhasil mengungkap kasus itu, pihaknya menginstruksikan kepada anggotanya untuk terus menyelidiki dan memantau di tempat-tempat lain.

”Imbauan saya kepada masyarakat tolong cek ricek dan finance cek,” imbuhnya.

Ditreskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Johanson Ronald Simamora, mengatakan awalnya tersangka menjual satu jeriken minyak goreng kapasitas 17 liter dengan harga Rp 16.500 per liter. Tanpa curiga, korban kemudian membeli kembali sebanyak 25 jeriken. Ternyata barang yang diterima tidak sesuai kenyataan. 20 jeriken berisi air pewarna dan lima jeriken berisi air putih.

”Semua jeriken yang berisi air putih itu dibeli dari tempat cucian mobil daerah Kudus seharga Rp 50 ribu. Saat itu korban tidak memeriksa, karena sudah percaya, sebelumnya telah membeli 17 liter,” bebernya.

Barang Bukti yang berhasil diamankan, satu deriken berisi tujuh liter isi minyak goreng asli, 20 jeriken masing-masing 17 liter isi air putih campur pewarna. Lima jeriken masing-masing 25 liter isi air putih. Uang tunai Rp 600 ribu, dan satu bendel nota penjualan.

”Dalam sekali melakukan pengoplosan atau pencampuran air dengan pewarna makanan hingga menyerupai minyak goreng, omzet tersangka mencapai Rp 5,6 juta sekian,” tandasnya. Tersangka saat ini mendekam di ruang tahanan Mapolda Jateng. Ancaman pidana ke mereka penjara paling lama 4 tahun. (mha/zen)


Most Read

Artikel Terbaru

/