alexametrics
21.6 C
Kudus
Thursday, June 30, 2022

Kronologi Pembunuhan Sadis Balita yang Ditemukan di Semak-semak di Demak

SEMARANG – Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun 9 bulan ditemukan meninggal secara tragis di semak-semak, di pinggir jalan turut Desa Sidoharjo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak pada Rabu (22/12). Korban laki-laki tersebut mengalami luka sayatan di leher yang diduga dibunuh.

Kali pertama ditemukan, lehernya terdapat banyak bercak darah. Tubuhnya terlentang masih mengenakan baju dan celana pendek. Informasi yang diperoleh, korban bernama RDW, warga asal Desa Karanganyar, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda Kalimantan Timur.

Kejadian ini, Satreskrim Polres Demak juga telah berhasil mengamankan dua orang pelaku, adalah M Choril Anwar, 24, dan Rifki Rosadi, 24. Keduanya merupakan warga Dukuh Kongsi, Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Berhasil diringkus Tim Resmob Polres Demak, Rabu (22/12) kemarin. Sekarang, petugas juga masih mengejar satu orang pelaku diketahui bernama Saerofi atau Doyo, 30, juga warga Desa Morodemak, Kecamatan Bonang.


“Iya, masih saya dalami, masih saya pertajam. Besok (Kamis) dirilis. Langsung keep Humas saja,” ungkap Kasatreskrim Polres Demak, AKP Agil Widiyas Sampurna, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (22/12) kemarin.

Ternyata para pelaku tersebut juga melakukan penganiayaan bersama-sama terhadap orangtua korban bernama Farid Efendi, 42. Pengeroyokan ini, korban mengalami luka mengalami luka robek parah di kepala atas dan robek di wajah sebelah kiri serta muntah darah. Usai dianiaya, dilarikan ke RS Fatimah kemudian dirujuk ke RSUD Sunan Kalijaga Demak untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Berdasarkan data yang diperoleh, kasus pembunuhan dan pengeroyokan ini terjadi Selasa (21/12) sekitar pukul 20.00. Sebelum terjadi pembunuhan, diawali pengeroyokan terhadap korban Farid Efendi di dalam rumah kos Jalan Sultan Adi Wijaya Mangunjiwan, Kabupaten Demak.

Kejadian bermula saat korban bersama anaknya berasal dari Kota Samarinda Kalimantan Timur datang ke Kabupaten Demak sekitar tiga minggu yang lalu untuk keperluan ziarah dengan dibiayai ketiga pelaku tersebut. Kemudian korban tinggal di rumah kontrakan milik para pelaku atau lokasi pengeroyokan. Saat itu, tiga pelaku juga berada di dalam rumah kontrakan.

Baca Juga :  Sadis! Ayah di Sulut Aniaya Anak Kandung yang Berusia Tiga Tahun

Entah permasalahan apa, tiba-tiba terjadi pertengkaran pelaku Doyok di dalam rumah kontrakan lantai atas dan memukuli korban berkali-kali dengan menggunakan kayu balok. Lalu pelaku Anwar yang berada di dalam rumah lantai bawah naik ke lantai atas turut melakukan pemukulan terhadap korban dengan menggunakan kayu balok hingga korban jatuh terkapar.

“Awalnya pengeroyokan, terhadap orangtua korban oleh para pelaku. Kalau permasalahan apa, motifnya apa masih kita dalami,” ungkap Kasie Humas Polres Demak, Iptu GuyupGuyup Kartono.

Kemudian pelaku Anwar turun dan menyiapkan mobil Avanza warna silver didepan rumah. Lalu pelaku Doyok membopong anak korban masuk kedalam mobil, duduk dibelakang pengemudi (Anwar). Sedangkan pelaku Rifki disamping kiri pengemudi. Selanjutnya ketiga pelaku meninggalkan lokasi dengan membawa pergi anak korban ke arah Jalan Raya.

Ditengah perjalanan kearah Guntur, didalam mobil pelaku Doyok yang duduk dibelakang pengemudi membekap mulut korban karena menangis histeris. Hingga kemudian pelaku Doyok menyayat leher korban berkali kali sampai tewas. Setelah korban meninggal lalu pelaku Doyok meminta kepada pelaku Rifki untuk membuka google maps mencari jalan yang sepi dari permukiman warga untuk membuang mayat korban.

“Kemungkinan korban itu digorok ditengah perjalanan oleh pelaku. Kemudian dibuang di semak-semak,” bebernya.

Sesampainya di jalan persawahan atau lokasi kejadian, pelaku Anwar menghentikan mobil dipinggir jalan. Lalu pelaku Rifki turun dari mobil melepas jaketnya kemudian membungkus badan korban lalu dibuang di semak semak pinggir jalan. Kemudian pelaku Doyok menggantikan Anwar mengemudi Kota Semarang. Sesampainya di daerah Ngaliyan Semarang, pelaku Doyok membuang karpet mobil yang berlumuran darah dipinggir jalan.

Pihak kepolisian Polres Demak yang mendapat laporan kejadian, langsung melakukan serangkaian penyelidikan. Hingga akhirnya, berhasil melakukan penangkapan terhadap dua pelaku. oleh Kasat Reskrim bersama Tim Resmob Polres Demak terhadap pelaku Anwar dan pelaku Rifki. sedangkan pelaku Doyok berhasil melarikan diri.

“Pelalu berhasil diamankan di wilayah Semarang. Ini masih dilakukan pemeriksaan dan diproses hukum,” pungkaanya. (mha)

SEMARANG – Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun 9 bulan ditemukan meninggal secara tragis di semak-semak, di pinggir jalan turut Desa Sidoharjo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak pada Rabu (22/12). Korban laki-laki tersebut mengalami luka sayatan di leher yang diduga dibunuh.

Kali pertama ditemukan, lehernya terdapat banyak bercak darah. Tubuhnya terlentang masih mengenakan baju dan celana pendek. Informasi yang diperoleh, korban bernama RDW, warga asal Desa Karanganyar, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda Kalimantan Timur.

Kejadian ini, Satreskrim Polres Demak juga telah berhasil mengamankan dua orang pelaku, adalah M Choril Anwar, 24, dan Rifki Rosadi, 24. Keduanya merupakan warga Dukuh Kongsi, Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Berhasil diringkus Tim Resmob Polres Demak, Rabu (22/12) kemarin. Sekarang, petugas juga masih mengejar satu orang pelaku diketahui bernama Saerofi atau Doyo, 30, juga warga Desa Morodemak, Kecamatan Bonang.

“Iya, masih saya dalami, masih saya pertajam. Besok (Kamis) dirilis. Langsung keep Humas saja,” ungkap Kasatreskrim Polres Demak, AKP Agil Widiyas Sampurna, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (22/12) kemarin.

Ternyata para pelaku tersebut juga melakukan penganiayaan bersama-sama terhadap orangtua korban bernama Farid Efendi, 42. Pengeroyokan ini, korban mengalami luka mengalami luka robek parah di kepala atas dan robek di wajah sebelah kiri serta muntah darah. Usai dianiaya, dilarikan ke RS Fatimah kemudian dirujuk ke RSUD Sunan Kalijaga Demak untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Berdasarkan data yang diperoleh, kasus pembunuhan dan pengeroyokan ini terjadi Selasa (21/12) sekitar pukul 20.00. Sebelum terjadi pembunuhan, diawali pengeroyokan terhadap korban Farid Efendi di dalam rumah kos Jalan Sultan Adi Wijaya Mangunjiwan, Kabupaten Demak.

Kejadian bermula saat korban bersama anaknya berasal dari Kota Samarinda Kalimantan Timur datang ke Kabupaten Demak sekitar tiga minggu yang lalu untuk keperluan ziarah dengan dibiayai ketiga pelaku tersebut. Kemudian korban tinggal di rumah kontrakan milik para pelaku atau lokasi pengeroyokan. Saat itu, tiga pelaku juga berada di dalam rumah kontrakan.

Baca Juga :  Polisi Bekuk 15 Pelaku Pengeroyokan dan Pembacokan di Rembang saat Takbiran

Entah permasalahan apa, tiba-tiba terjadi pertengkaran pelaku Doyok di dalam rumah kontrakan lantai atas dan memukuli korban berkali-kali dengan menggunakan kayu balok. Lalu pelaku Anwar yang berada di dalam rumah lantai bawah naik ke lantai atas turut melakukan pemukulan terhadap korban dengan menggunakan kayu balok hingga korban jatuh terkapar.

“Awalnya pengeroyokan, terhadap orangtua korban oleh para pelaku. Kalau permasalahan apa, motifnya apa masih kita dalami,” ungkap Kasie Humas Polres Demak, Iptu GuyupGuyup Kartono.

Kemudian pelaku Anwar turun dan menyiapkan mobil Avanza warna silver didepan rumah. Lalu pelaku Doyok membopong anak korban masuk kedalam mobil, duduk dibelakang pengemudi (Anwar). Sedangkan pelaku Rifki disamping kiri pengemudi. Selanjutnya ketiga pelaku meninggalkan lokasi dengan membawa pergi anak korban ke arah Jalan Raya.

Ditengah perjalanan kearah Guntur, didalam mobil pelaku Doyok yang duduk dibelakang pengemudi membekap mulut korban karena menangis histeris. Hingga kemudian pelaku Doyok menyayat leher korban berkali kali sampai tewas. Setelah korban meninggal lalu pelaku Doyok meminta kepada pelaku Rifki untuk membuka google maps mencari jalan yang sepi dari permukiman warga untuk membuang mayat korban.

“Kemungkinan korban itu digorok ditengah perjalanan oleh pelaku. Kemudian dibuang di semak-semak,” bebernya.

Sesampainya di jalan persawahan atau lokasi kejadian, pelaku Anwar menghentikan mobil dipinggir jalan. Lalu pelaku Rifki turun dari mobil melepas jaketnya kemudian membungkus badan korban lalu dibuang di semak semak pinggir jalan. Kemudian pelaku Doyok menggantikan Anwar mengemudi Kota Semarang. Sesampainya di daerah Ngaliyan Semarang, pelaku Doyok membuang karpet mobil yang berlumuran darah dipinggir jalan.

Pihak kepolisian Polres Demak yang mendapat laporan kejadian, langsung melakukan serangkaian penyelidikan. Hingga akhirnya, berhasil melakukan penangkapan terhadap dua pelaku. oleh Kasat Reskrim bersama Tim Resmob Polres Demak terhadap pelaku Anwar dan pelaku Rifki. sedangkan pelaku Doyok berhasil melarikan diri.

“Pelalu berhasil diamankan di wilayah Semarang. Ini masih dilakukan pemeriksaan dan diproses hukum,” pungkaanya. (mha)

Most Read

Artikel Terbaru

/