alexametrics
24.7 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Produk UKM Jateng Berpeluang Masuk Jepang, Ganjar bakal Lakukan Ini

SURAKARTA – Peluang produk usaha kecil menengah (UKM) asal Jawa Tengah (Jateng) diperjualbelikan di Jepang terbuka lebar. Menyikapi hal itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berjanji akan segera berkomunikasi dengan duta besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi.

Hal ini dikatakan Ganjar di tengah temu wicara dalam rangkaian UKM Virtual Expo (UVO) 2021 di kantor Bank Jateng Cabang Surakarta kemarin. Ia menanggapi permintaan diaspora asal Indonesia yang kini berada di Jepang tentang peluang produk UKM asal Jateng yang berpeluang dijual di negeri Matahari Terbit itu.

”Hari ini (dalam UVO 2021, Red) kami menjajaki pasar Eropa dan Jepang. Beberapa di antaranya cukup antusias. Jepang mengatakan produk makanan diminati. Bahkan ada yang siap menjualkan. Mereka minta adjust saja. Kualitas sudah baik cuma kemasan kegedean. Maunya sekali makan. Ok tak gawekke,” katanya.


Dalam waktu dekat, Ganjar mengaku akan berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Indonesia di Jepang. Hal itu terkait dengan teknis pembuatan dokumen UMKM ke Jepang. ”Nanti segera saya siapkan. Nanti saya akan kontak His Excellency Hery Akhmadi, agar kita bisa siapkan lebih detail. Saya minta bantuan teman-teman di sana. Kira-kira produk apa (yang dibutuhkan) di sana (Jepang, Red),” ujarnya.

Hal itu disambut baik Teguh Wahyudi, pengusaha asal Indonesia yang kini tinggal di Jepang. Menurutnya, kebutuhan akan produk UKM asal Jateng sangat tinggi. Produk UKM dari Jateng cukup bersaing dan berkualitas. Hanya, ia khawatir terkait persyaratan dokumen yang dikhawatirkan menjadi pengganjal kerja sama UKM Jateng dengan perusahaannya.

”Kami juga butuh bawang merah dan bawang goreng, Pak Ganjar. Kemarin Ibu Konjen menawarkan produk yang bagus dari Jateng. Saya khawatir untuk teknis dokumen ketiga itu cukup susah. Harapan kami ada konsolidator yang bisa bantu kawan UKM, agar hubungan dengan kami cepat dan lancar,” paparnya.

Baca Juga :  Vokasi UMM Buka Peluang Kerja ke Jepang

Teguh menyebutkan, ada empat ceruk pasar yang dapat disasar. Di antaranya, warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Jepang sejumlah 70 ribu orang. Berikutnya, komunitas Muslim yang mencapai 200 ribu jiwa, warga negara asing (WNA) mencapai 2,8 juta jiwa, dan penduduk Jepang.

Menurutnya, itu bisa menjadi peluang bagi UKM Jateng. Terlebih, perusahaan yang dipimpin Teguh tengah menyiapkan gudang distribusi yang mampu menampung dan mendistribusikan produk dari Indonesia. Tak terkecuali dari Jateng.

Selain pasar Jepang, produk UKM Jateng juga diminati pasar Eropa dengan produk furnitur. Pasar di Benua Biru itu, sangat terbuka untuk mebel asal Jateng. Terkait hal itu, Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) Jateng bekerja sama dengan Bank Indonesia, Kamar Dagang Indonesia (Kadin), dan PT Adhyata akan mengirim sampel produk furnitur ke Belgia. Di sana, produk mebel asal Jateng akan dipamerkan selama satu tahun di Borgerhub.

Kepala Dinkop UKM Jateng Ema Rachmawati mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan para UKM di bidang furnitur untuk mengirim produk mereka. ”Nanti mudah-mudahan pada 1 Oktober kirim sampel produk ke Belgia. Satu kontainer 40 feet sekitar 50 ton furnitur dari Jateng. Kebanyakan yang disukai meja fosil (kayu tua),” urainya.

Ema menambahkan, nantinya akan dibentuk badan promosi dan pemasaran Indonesia-Belgia. Selain itu, akan ada peluang pemasaran produk Jateng melalui marketplace di Belgia.

Adapun biaya pengiriman produk furnitur ditanggung sepenuhnya Bank Indonesia. Sementara untuk gelaran UVO 2021 didukung Bank Jateng. Terkait transaksi UVO 2021, dari catatannya, transaksi berjalan barang furnitur mencapai Rp 200 juta. (akr/ida/lin)

SURAKARTA – Peluang produk usaha kecil menengah (UKM) asal Jawa Tengah (Jateng) diperjualbelikan di Jepang terbuka lebar. Menyikapi hal itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berjanji akan segera berkomunikasi dengan duta besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi.

Hal ini dikatakan Ganjar di tengah temu wicara dalam rangkaian UKM Virtual Expo (UVO) 2021 di kantor Bank Jateng Cabang Surakarta kemarin. Ia menanggapi permintaan diaspora asal Indonesia yang kini berada di Jepang tentang peluang produk UKM asal Jateng yang berpeluang dijual di negeri Matahari Terbit itu.

”Hari ini (dalam UVO 2021, Red) kami menjajaki pasar Eropa dan Jepang. Beberapa di antaranya cukup antusias. Jepang mengatakan produk makanan diminati. Bahkan ada yang siap menjualkan. Mereka minta adjust saja. Kualitas sudah baik cuma kemasan kegedean. Maunya sekali makan. Ok tak gawekke,” katanya.

Dalam waktu dekat, Ganjar mengaku akan berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Indonesia di Jepang. Hal itu terkait dengan teknis pembuatan dokumen UMKM ke Jepang. ”Nanti segera saya siapkan. Nanti saya akan kontak His Excellency Hery Akhmadi, agar kita bisa siapkan lebih detail. Saya minta bantuan teman-teman di sana. Kira-kira produk apa (yang dibutuhkan) di sana (Jepang, Red),” ujarnya.

Hal itu disambut baik Teguh Wahyudi, pengusaha asal Indonesia yang kini tinggal di Jepang. Menurutnya, kebutuhan akan produk UKM asal Jateng sangat tinggi. Produk UKM dari Jateng cukup bersaing dan berkualitas. Hanya, ia khawatir terkait persyaratan dokumen yang dikhawatirkan menjadi pengganjal kerja sama UKM Jateng dengan perusahaannya.

”Kami juga butuh bawang merah dan bawang goreng, Pak Ganjar. Kemarin Ibu Konjen menawarkan produk yang bagus dari Jateng. Saya khawatir untuk teknis dokumen ketiga itu cukup susah. Harapan kami ada konsolidator yang bisa bantu kawan UKM, agar hubungan dengan kami cepat dan lancar,” paparnya.

Baca Juga :  Desak Pengelola Jalan Tol segera Lakukan Perbaikan, Ganjar: Segera Tambal

Teguh menyebutkan, ada empat ceruk pasar yang dapat disasar. Di antaranya, warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Jepang sejumlah 70 ribu orang. Berikutnya, komunitas Muslim yang mencapai 200 ribu jiwa, warga negara asing (WNA) mencapai 2,8 juta jiwa, dan penduduk Jepang.

Menurutnya, itu bisa menjadi peluang bagi UKM Jateng. Terlebih, perusahaan yang dipimpin Teguh tengah menyiapkan gudang distribusi yang mampu menampung dan mendistribusikan produk dari Indonesia. Tak terkecuali dari Jateng.

Selain pasar Jepang, produk UKM Jateng juga diminati pasar Eropa dengan produk furnitur. Pasar di Benua Biru itu, sangat terbuka untuk mebel asal Jateng. Terkait hal itu, Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) Jateng bekerja sama dengan Bank Indonesia, Kamar Dagang Indonesia (Kadin), dan PT Adhyata akan mengirim sampel produk furnitur ke Belgia. Di sana, produk mebel asal Jateng akan dipamerkan selama satu tahun di Borgerhub.

Kepala Dinkop UKM Jateng Ema Rachmawati mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan para UKM di bidang furnitur untuk mengirim produk mereka. ”Nanti mudah-mudahan pada 1 Oktober kirim sampel produk ke Belgia. Satu kontainer 40 feet sekitar 50 ton furnitur dari Jateng. Kebanyakan yang disukai meja fosil (kayu tua),” urainya.

Ema menambahkan, nantinya akan dibentuk badan promosi dan pemasaran Indonesia-Belgia. Selain itu, akan ada peluang pemasaran produk Jateng melalui marketplace di Belgia.

Adapun biaya pengiriman produk furnitur ditanggung sepenuhnya Bank Indonesia. Sementara untuk gelaran UVO 2021 didukung Bank Jateng. Terkait transaksi UVO 2021, dari catatannya, transaksi berjalan barang furnitur mencapai Rp 200 juta. (akr/ida/lin)

Most Read

Artikel Terbaru

/