alexametrics
27.3 C
Kudus
Wednesday, August 10, 2022

Pohon di Jalur Pantura Demak Dicor

DEMAK – Pohon trembesi yang tumbuh di tepi Jalur Pantura Demak menjadi sorotan netizen di media sosial (medsos). Sebab, pohon tersebut ikut kena cor beton dari pembangunan jalan raya nasional tersebut.

”Bapak ibu insinyur di Kemen PUPR yang terhormat. Kenapa pohon-pohon peneduh  jalan di beton? Jahat sekali. Alih-alih menggalakkan tanam pohon untuk penghijauan, ini malah dicor. Lokasi Pantura Demak-Semarang,” ujar seorang netizen dalan unggahan komentarnya yang dilengkapi gambar foto pohon dicor tersebut. Menanggapi sorotan netizen ini, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bina Marga 3.2 Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Tiga Provinsi Jateng Badarudin menegaskan, pihaknya telah membahas di lapangan terkait masalah tersebut.

”Itu akan kami tindaklanjuti dengan membuat kotak di sekitar pohon. Sekarang masih dalam proses pengerjaan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang. Menurutnya, cor yang ada di sekitar pohon trembesi itu, cor dengan mutu rendah. Artinya, tidak seperti yang cor di badan jalan. ”Cor mutu rendah ini diperuntukkan bagi bahu jalan,” katanya.

Baca Juga :  Pohon Tumbang Diterjang Angin Kencang Timpa Kios Wisata Pantai Kartini

Selain itu, untuk memberikan tanda batas yang tegas antara badan jalan dengan bahu jalan itu, akan diberikan marka solid yang berfungsi membatasi lajur jalan. Dia menambahkan, ada beberapa pohon yang kena cor mutu rendah di bagian bahu jalan ini. ”Nanti, akan kami kerjakan semua. Yang pasti, yang dicor ini bahu jalan dan bukan badan jalan. Jadi, harus bisa dibedakan,” katanya.

Menurutnya, cor bahu jalan dengan mutu beton yang rendah itu tidak ada tulang betonnya. Sebab, memang hanya berfungsi sebagai bahu jalan. Dalam kondisi demikian, pohon masih bisa tumbuh berkembang dengan baik. Akarnya tetap bisa menjalar ke mana-mana. Pun, batangan pohonnya juga masih bisa membesar. ”Jadi, cor mutu rendah ini tidak mematikan akar dan pohon,” imbuhnya.

Badarudin menambahkan, adanya pengecoran Jalur Pantura Demak tersebut patut disyukuri. Sebab, kini Jalur Pantura Demak tidak banyak lubangnya seperti dulu. ”Dulu, banyak diprotes karena jalan berlubang. Sekarang, kondisi jalan sudah lebih baik,” imbuhnya. (hib/bas/lin)

DEMAK – Pohon trembesi yang tumbuh di tepi Jalur Pantura Demak menjadi sorotan netizen di media sosial (medsos). Sebab, pohon tersebut ikut kena cor beton dari pembangunan jalan raya nasional tersebut.

”Bapak ibu insinyur di Kemen PUPR yang terhormat. Kenapa pohon-pohon peneduh  jalan di beton? Jahat sekali. Alih-alih menggalakkan tanam pohon untuk penghijauan, ini malah dicor. Lokasi Pantura Demak-Semarang,” ujar seorang netizen dalan unggahan komentarnya yang dilengkapi gambar foto pohon dicor tersebut. Menanggapi sorotan netizen ini, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bina Marga 3.2 Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Tiga Provinsi Jateng Badarudin menegaskan, pihaknya telah membahas di lapangan terkait masalah tersebut.

”Itu akan kami tindaklanjuti dengan membuat kotak di sekitar pohon. Sekarang masih dalam proses pengerjaan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang. Menurutnya, cor yang ada di sekitar pohon trembesi itu, cor dengan mutu rendah. Artinya, tidak seperti yang cor di badan jalan. ”Cor mutu rendah ini diperuntukkan bagi bahu jalan,” katanya.

Baca Juga :  Wagub Taj Yasin: PMI Jateng Siap Bila Diperlukan

Selain itu, untuk memberikan tanda batas yang tegas antara badan jalan dengan bahu jalan itu, akan diberikan marka solid yang berfungsi membatasi lajur jalan. Dia menambahkan, ada beberapa pohon yang kena cor mutu rendah di bagian bahu jalan ini. ”Nanti, akan kami kerjakan semua. Yang pasti, yang dicor ini bahu jalan dan bukan badan jalan. Jadi, harus bisa dibedakan,” katanya.

Menurutnya, cor bahu jalan dengan mutu beton yang rendah itu tidak ada tulang betonnya. Sebab, memang hanya berfungsi sebagai bahu jalan. Dalam kondisi demikian, pohon masih bisa tumbuh berkembang dengan baik. Akarnya tetap bisa menjalar ke mana-mana. Pun, batangan pohonnya juga masih bisa membesar. ”Jadi, cor mutu rendah ini tidak mematikan akar dan pohon,” imbuhnya.

Badarudin menambahkan, adanya pengecoran Jalur Pantura Demak tersebut patut disyukuri. Sebab, kini Jalur Pantura Demak tidak banyak lubangnya seperti dulu. ”Dulu, banyak diprotes karena jalan berlubang. Sekarang, kondisi jalan sudah lebih baik,” imbuhnya. (hib/bas/lin)


Most Read

Artikel Terbaru

/