alexametrics
26.8 C
Kudus
Wednesday, July 6, 2022

Diduga Terlibat Prostitusi Artis, Selebgram TE Bertarif Rp 25 Juta

SEMARANG – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng membongkar praktik prostitusi yang diduga melibatkan selebgram ternama Indonesia dan seorang warga negara Brasil. Kasus ini berhasil diungkap setelah aparat Unit 2 Subdit IV Ditreskrimum Polda Jateng menggrebek salah satu hotel di Kota Semarang pada 15 Desember.

Dari penggerebekan itu, polisi berhasil mengamankan dua orang perempuan berinisial TE, 26, yang diketahui seorang artis selebgram ternama dari Jakarta dan FBD, 26, perempuan berkewarganegaraan Brasil.

Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menjelaskan, pengungkapan kasus prostitusi yang melibatkan selebgram TE ini, bermula dari informasi yang diterima Polda Jateng.


Menindaklanjuti informasi itu, jajaran Subdit IV Ditreskrimum Polda Jateng melakukan penyidikan dan didapati TE dan FBD berada di salah satu kamar hotel di Kota Semarang. Setelah melakukan penyelidikan, berhasil menemukan lokasi yang dijadikan praktik prostitusi ini. TKP disebuah hotel di Semarang.

”Saat penggerebekan didapati perempuan bernama TE yang merupakan selebgram sedang berhubungan badan dengan seorang pria. Sementara di kamar satunya petugas juga mendapatkan FBD juga tengah berhubungan badan dengan seorang pria,” kata Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro dalam konferensi pers yang juga dihadiri Kabid Humas Kombes Pol M Iqbal Alqudusy di lobi Dirreskrimum kemarin siang.

Berdasar keterangan TE dan FBD, polisi mengembangkan proses penyidikan dan menangkap JB, 42, yang belakangan diketahui berperan sebagai mucikari. JB merupakan warga Bekasi Selatan, Kota Bekasi. ”Adapun pelaku (tersangka) atas nama JB, 42, warga Medan tinggal di Bekasi. Berperan sebagai mucikari,” sambung Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro.

Baca Juga :  Ansor Pati Sebut Ponpes di Eks Lokalisasi LI Mirip Aroma Prostitusi

Pihaknya mengakatakn, kasus yang diungkap ini merupakan tindak pidana perdagangan orang yang dijadikan sebagai pekerja sek komersial (PSK). Kasus ini diungkap Subdit IV Renata Ditreskrimum Polda Jateng pada Rabu (15/12) sekitar pukul 20.00. ”Korban ada dua orang. Atas nama TE, 26, warga negara Indonesia, seorang selebgram. Kemudian WBD, 26, warga negara Brasil,” bebernya.

Dia menambahkan, untuk melayani para tamu dengan tarif masing-masing Rp 25 juta. Dari praktik prostitusi ini, JB yang juga muncikari mendapatkan keuntungan Rp 13 juta. Dalam penggerebekan ini, polisi berhasil mengamankan enam kondom bekas pakai, satu unit HP iPhone XI, uang tunai Rp 13 juta, dan satu unit HP Xiaomi warga hitam biru.

Kombes Djuhandani menjelaskan, berdasarkan hasil introgasi sementara, mucikari telah menerima uang tanda terima untuk pemesanan dua PSK tersebut Rp20 juta dari pemesan di Semarang pada 10 Desember. Uang tersebut digunakan pembelian tiket pesawat Rp 3 juta. Lalu ditransferkan ke TE Rp 5 juta.

”Sisanya Rp 7 juta masih dikuasai muncikari. Setelah TE dan FBD bertemu tamu di hotel, mucikari JB mendapatkan uang komisi Rp 6 juta pada 15 Desember untuk pemesanan dua PSK tersebut,” ungkap Kombes Djuhandani.

Dijelaskan, kesepakatan antara mucikari dengan dua orang perempuan itu, masing-masing mendapatkan Rp 16 juta untuk TE dan Rp 10 juta untuk FBD. ”TE dan FBD berstatus sebagai korban yang ditawarkan JB. Polisi masih mendalami kasus ini untuk pengembangan berikutnya,” imbuhnya. (mha/bas/lin)

SEMARANG – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng membongkar praktik prostitusi yang diduga melibatkan selebgram ternama Indonesia dan seorang warga negara Brasil. Kasus ini berhasil diungkap setelah aparat Unit 2 Subdit IV Ditreskrimum Polda Jateng menggrebek salah satu hotel di Kota Semarang pada 15 Desember.

Dari penggerebekan itu, polisi berhasil mengamankan dua orang perempuan berinisial TE, 26, yang diketahui seorang artis selebgram ternama dari Jakarta dan FBD, 26, perempuan berkewarganegaraan Brasil.

Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menjelaskan, pengungkapan kasus prostitusi yang melibatkan selebgram TE ini, bermula dari informasi yang diterima Polda Jateng.

Menindaklanjuti informasi itu, jajaran Subdit IV Ditreskrimum Polda Jateng melakukan penyidikan dan didapati TE dan FBD berada di salah satu kamar hotel di Kota Semarang. Setelah melakukan penyelidikan, berhasil menemukan lokasi yang dijadikan praktik prostitusi ini. TKP disebuah hotel di Semarang.

”Saat penggerebekan didapati perempuan bernama TE yang merupakan selebgram sedang berhubungan badan dengan seorang pria. Sementara di kamar satunya petugas juga mendapatkan FBD juga tengah berhubungan badan dengan seorang pria,” kata Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro dalam konferensi pers yang juga dihadiri Kabid Humas Kombes Pol M Iqbal Alqudusy di lobi Dirreskrimum kemarin siang.

Berdasar keterangan TE dan FBD, polisi mengembangkan proses penyidikan dan menangkap JB, 42, yang belakangan diketahui berperan sebagai mucikari. JB merupakan warga Bekasi Selatan, Kota Bekasi. ”Adapun pelaku (tersangka) atas nama JB, 42, warga Medan tinggal di Bekasi. Berperan sebagai mucikari,” sambung Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro.

Baca Juga :  Kasus Covid Melandai, Ganjar Ingatkan Disiplin Prokes saat Ibadah Ramadan

Pihaknya mengakatakn, kasus yang diungkap ini merupakan tindak pidana perdagangan orang yang dijadikan sebagai pekerja sek komersial (PSK). Kasus ini diungkap Subdit IV Renata Ditreskrimum Polda Jateng pada Rabu (15/12) sekitar pukul 20.00. ”Korban ada dua orang. Atas nama TE, 26, warga negara Indonesia, seorang selebgram. Kemudian WBD, 26, warga negara Brasil,” bebernya.

Dia menambahkan, untuk melayani para tamu dengan tarif masing-masing Rp 25 juta. Dari praktik prostitusi ini, JB yang juga muncikari mendapatkan keuntungan Rp 13 juta. Dalam penggerebekan ini, polisi berhasil mengamankan enam kondom bekas pakai, satu unit HP iPhone XI, uang tunai Rp 13 juta, dan satu unit HP Xiaomi warga hitam biru.

Kombes Djuhandani menjelaskan, berdasarkan hasil introgasi sementara, mucikari telah menerima uang tanda terima untuk pemesanan dua PSK tersebut Rp20 juta dari pemesan di Semarang pada 10 Desember. Uang tersebut digunakan pembelian tiket pesawat Rp 3 juta. Lalu ditransferkan ke TE Rp 5 juta.

”Sisanya Rp 7 juta masih dikuasai muncikari. Setelah TE dan FBD bertemu tamu di hotel, mucikari JB mendapatkan uang komisi Rp 6 juta pada 15 Desember untuk pemesanan dua PSK tersebut,” ungkap Kombes Djuhandani.

Dijelaskan, kesepakatan antara mucikari dengan dua orang perempuan itu, masing-masing mendapatkan Rp 16 juta untuk TE dan Rp 10 juta untuk FBD. ”TE dan FBD berstatus sebagai korban yang ditawarkan JB. Polisi masih mendalami kasus ini untuk pengembangan berikutnya,” imbuhnya. (mha/bas/lin)


Most Read

Artikel Terbaru

/