alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Peringatkan Aparat Pemerintah, Gubernur Ganjar: Jangan Tak Sunat BLT

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo kembali menegaskan kepada seluruh aparatur pemerintahan sampai tingkat desa untuk tidak memotong bantuan langsung tunai (BLT) dengan alasan apapun. Ia meminta agar polisi menindak tegas jika menemukan kasus pemotongan dana BLT.

“Jangan potong BLT untuk alasan apapun. Saya bilang tindak tegas kalau melakukan itu. Jangan main-main yang urusan rakyat ini,” kata Ganjar usai menghadiri acara di kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Selasa (20/9).

Peringatan itu disampaikan Ganjar setelah mendapatkan laporan terkait dugaan penyunatan dana BLT bahan bakar minyak (BBM) di Dukuh Nglego, Desa Sumberejo, Randublatung, Blora. Kasus tersebut diduga dilakukan oleh istri perangkat desa setempat, dengan modus memotong bantuan sebesar Rp 20 ribu per-KPM.


“Tadi saya kontak Bupati Blora. Hari ini sudah diperiksa polisi, alasannya tidak tahu. Besok pagi seluruh kepala desa (Kades) akan dikumpulkan dan Bupati Blora minta agar saya ikut bicara dan besok saya akan iku bicara,” katanya.

Baca Juga :  Beri Tiket Gratis 320 Pemudik ke Jateng, Ganjar: Semoga Membantu

Kejadian itu sempat viral setelah ada warga yang mengunggah video di media sosial. Video itu berisi seorang wanita yang diduga istri perangkat desa mengumpulkan uang dari warga dengan alasan untuk fotokopi dan beli es.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, istri perangkat desa tersebut memotong dana BLT BBM setelah penerima bantuan menerima uang. Alasan pemotongan tersebut digunakan untuk iuran.

“Ini berlaku untuk seluruh desa. Bukan hanya di Blora. Jangan potong BLT untuk alasan apapun. Alasannya kemarin adalah untuk iuran, nggak ada itu. Itu menjadi modus saja,” tegas Ganjar.

Ganjar mengatakan akan turun langsung ke Blora untuk memberikan pemahaman kepada seluruh kepala desa. Ia berharap dari kasus itu semua perangkat desa dapat menjaga integritasnya. “Kepolisian sudah memeriksa, besok dikumpulkan, mudah-mudahan semuanya paham,” katanya.

Informasi terakhir, uang hasil pemotongan dana BLT BBM itu sudah dikembalikan. Hal itu dilakukan setelah kepolisian turun untuk melakukan penyelidikan. (akr/ida/zen)

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo kembali menegaskan kepada seluruh aparatur pemerintahan sampai tingkat desa untuk tidak memotong bantuan langsung tunai (BLT) dengan alasan apapun. Ia meminta agar polisi menindak tegas jika menemukan kasus pemotongan dana BLT.

“Jangan potong BLT untuk alasan apapun. Saya bilang tindak tegas kalau melakukan itu. Jangan main-main yang urusan rakyat ini,” kata Ganjar usai menghadiri acara di kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Selasa (20/9).

Peringatan itu disampaikan Ganjar setelah mendapatkan laporan terkait dugaan penyunatan dana BLT bahan bakar minyak (BBM) di Dukuh Nglego, Desa Sumberejo, Randublatung, Blora. Kasus tersebut diduga dilakukan oleh istri perangkat desa setempat, dengan modus memotong bantuan sebesar Rp 20 ribu per-KPM.

“Tadi saya kontak Bupati Blora. Hari ini sudah diperiksa polisi, alasannya tidak tahu. Besok pagi seluruh kepala desa (Kades) akan dikumpulkan dan Bupati Blora minta agar saya ikut bicara dan besok saya akan iku bicara,” katanya.

Baca Juga :  Kronologi Pembunuhan Sadis Balita yang Ditemukan di Semak-semak di Demak

Kejadian itu sempat viral setelah ada warga yang mengunggah video di media sosial. Video itu berisi seorang wanita yang diduga istri perangkat desa mengumpulkan uang dari warga dengan alasan untuk fotokopi dan beli es.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, istri perangkat desa tersebut memotong dana BLT BBM setelah penerima bantuan menerima uang. Alasan pemotongan tersebut digunakan untuk iuran.

“Ini berlaku untuk seluruh desa. Bukan hanya di Blora. Jangan potong BLT untuk alasan apapun. Alasannya kemarin adalah untuk iuran, nggak ada itu. Itu menjadi modus saja,” tegas Ganjar.

Ganjar mengatakan akan turun langsung ke Blora untuk memberikan pemahaman kepada seluruh kepala desa. Ia berharap dari kasus itu semua perangkat desa dapat menjaga integritasnya. “Kepolisian sudah memeriksa, besok dikumpulkan, mudah-mudahan semuanya paham,” katanya.

Informasi terakhir, uang hasil pemotongan dana BLT BBM itu sudah dikembalikan. Hal itu dilakukan setelah kepolisian turun untuk melakukan penyelidikan. (akr/ida/zen)


Most Read

Artikel Terbaru