alexametrics
23.2 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

ATM di Minimarket Semarang Dibobol dengan Las, Rp 849 Juta Raib

SEMARANG – Komplotan mencuri berhasil membobol mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri) Bank Jateng di Indomaret Plalangan Jalan Raya Plalangan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Sebanyak Rp 849,4 juta berhasil digondol.

“Iya total kerugian segitu. Masih lidik oleh tim gabungan,” kata Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP AKBP Donny Lumbantoruan Sabtu (18/9/2021) kemarin.

Peristiwa ini terjadi Sabtu (18/9/2021) sekira pukul 06.00. Pelaku melancarkan aksinya dengan menjebol bangunan tembok minimarket bagian kanan. Alat las yang digunakan untuk membobol mesin ATM. Kali pertama yang mengetahui adanya kejadian ini, dua orang penjaga Indomaret, Robby Siantutu, 19, dan Sinta Listyan Husinar, 24, yang hendak beraktivitas seperti biasa.


Setelah membuka pintu dan masuk ke dalam, Roby tanpa sengaja melihat mesin ATM yang kondisinya sudah terbuka dan berantakan. Dirasa telah terjadi pencurian. Dua penjaga ini pun langsung melakukan pengecekan. Ternyata benar, tembok bagian samping atau sisi selatan mesin ATM sudah dijebol. Diduga dilakukan orang tak dikenal.

Kejadian ini langsung disampaikan ke manajemen Indomaret, diteruskan ke Polsek Gunungpati dan pihak Bank Jateng. Semenjak pemberlakukan PPKM, Indomaret ini selalu tutup pukul 21.00. Kemudian, melakukan closing harian hingga pukul 22.00.

Sejak itu para penjaga pulang dan tidak ada aktivitas. Kembali buka pagi harinya mulai pukul 06.00. Atas kejadian ini, pihak kepolisian termasuk anggota Unit Inafis Polrestabes Semarang juga telah mendatangi lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Tampak mesin ATM di bagian bawah melepuh. Diduga bekas kena mesin las pelaku. Terutama di bagian modul dispenser atau tempat pengumpul uang. Kaset tunai atau bagian penyimpan uang terdiri atas empat tempat juga sudah tak tersisa. Sedangkan tembok yang dijebol dengan lebar kurang lebih 35 sentimeter atau cukup dilalui tubuh orang dewasa.

Baca Juga :  Gubernur Ganjar: Perlu Replikasi Program Satu OPD Satu Desa Dampingan

“Kami juga menyisir lokasi. Di belakang Indomaret jarak 15 meter ditemukan barang-barang diduga kuat milik para pelaku,” kata Kapolsek Gunungpati Kompol Warijan.

Terlihat, belakang bangunan Indomaret tersebut merupakan kebun singkong milik warga. Barang bukti yang ditemukan berupa satu tabung gas elpiji 3 kilogram. Di lokasi ini ditemukan satu sarung tangan, penutup kepala, dan botol air minum 600 mililiter.

“Kalau elpiji dugaan kuat untuk proses pengelasan. Ini masih kami lakukan penyelidikan,” katanya. Lokasi Indomaret memang jauh dari permukiman warga. Sisi selatan Indomaret berupa bangunan TK dan sisi utara berupa lahan kosong.

Saat ini, barang bukti tersebut sudah dibawa oleh pihak kepolisian. Kasus itu ditangani oleh tiga tim gabungan, Polsek Gunungpati, Satreskrim Polrestabes Semarang, dan Jatanras Polda Jateng. Kapolsek Gayamsari Kompol Warijan mengungkapkan, pelaku kejahatan ini diduga lebih satu orang dan kelompok lintas kota. Tidak menutup kemungkinan, komplotan ini juga kerap melakukan aksi di lokasi lain, termasuk di wilayah Jawa Tengah.

“Modus operasi mereka sama. Caranya mesin ATM dilas,” imbuhnya.

Terlihat, tembok yang dijebol maling sudah ditambal oleh pekerja bangunan. Operasional toko sempat terhenti lantaran ada olah TKP. Setelah itu, minimarket tersebut kembali beroperasi normal. Sementara, Pimpinan Bidang Pelayanan Bank Jateng Cabang Semarang Heni Budi sudah melaporkan kejadian itu ke Polsek Gunungpati. (radar semarang)

SEMARANG – Komplotan mencuri berhasil membobol mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri) Bank Jateng di Indomaret Plalangan Jalan Raya Plalangan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Sebanyak Rp 849,4 juta berhasil digondol.

“Iya total kerugian segitu. Masih lidik oleh tim gabungan,” kata Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP AKBP Donny Lumbantoruan Sabtu (18/9/2021) kemarin.

Peristiwa ini terjadi Sabtu (18/9/2021) sekira pukul 06.00. Pelaku melancarkan aksinya dengan menjebol bangunan tembok minimarket bagian kanan. Alat las yang digunakan untuk membobol mesin ATM. Kali pertama yang mengetahui adanya kejadian ini, dua orang penjaga Indomaret, Robby Siantutu, 19, dan Sinta Listyan Husinar, 24, yang hendak beraktivitas seperti biasa.

Setelah membuka pintu dan masuk ke dalam, Roby tanpa sengaja melihat mesin ATM yang kondisinya sudah terbuka dan berantakan. Dirasa telah terjadi pencurian. Dua penjaga ini pun langsung melakukan pengecekan. Ternyata benar, tembok bagian samping atau sisi selatan mesin ATM sudah dijebol. Diduga dilakukan orang tak dikenal.

Kejadian ini langsung disampaikan ke manajemen Indomaret, diteruskan ke Polsek Gunungpati dan pihak Bank Jateng. Semenjak pemberlakukan PPKM, Indomaret ini selalu tutup pukul 21.00. Kemudian, melakukan closing harian hingga pukul 22.00.

Sejak itu para penjaga pulang dan tidak ada aktivitas. Kembali buka pagi harinya mulai pukul 06.00. Atas kejadian ini, pihak kepolisian termasuk anggota Unit Inafis Polrestabes Semarang juga telah mendatangi lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Tampak mesin ATM di bagian bawah melepuh. Diduga bekas kena mesin las pelaku. Terutama di bagian modul dispenser atau tempat pengumpul uang. Kaset tunai atau bagian penyimpan uang terdiri atas empat tempat juga sudah tak tersisa. Sedangkan tembok yang dijebol dengan lebar kurang lebih 35 sentimeter atau cukup dilalui tubuh orang dewasa.

Baca Juga :  Begal Sadis Depan Balai Kota Semarang Akhirnya Tertangkap

“Kami juga menyisir lokasi. Di belakang Indomaret jarak 15 meter ditemukan barang-barang diduga kuat milik para pelaku,” kata Kapolsek Gunungpati Kompol Warijan.

Terlihat, belakang bangunan Indomaret tersebut merupakan kebun singkong milik warga. Barang bukti yang ditemukan berupa satu tabung gas elpiji 3 kilogram. Di lokasi ini ditemukan satu sarung tangan, penutup kepala, dan botol air minum 600 mililiter.

“Kalau elpiji dugaan kuat untuk proses pengelasan. Ini masih kami lakukan penyelidikan,” katanya. Lokasi Indomaret memang jauh dari permukiman warga. Sisi selatan Indomaret berupa bangunan TK dan sisi utara berupa lahan kosong.

Saat ini, barang bukti tersebut sudah dibawa oleh pihak kepolisian. Kasus itu ditangani oleh tiga tim gabungan, Polsek Gunungpati, Satreskrim Polrestabes Semarang, dan Jatanras Polda Jateng. Kapolsek Gayamsari Kompol Warijan mengungkapkan, pelaku kejahatan ini diduga lebih satu orang dan kelompok lintas kota. Tidak menutup kemungkinan, komplotan ini juga kerap melakukan aksi di lokasi lain, termasuk di wilayah Jawa Tengah.

“Modus operasi mereka sama. Caranya mesin ATM dilas,” imbuhnya.

Terlihat, tembok yang dijebol maling sudah ditambal oleh pekerja bangunan. Operasional toko sempat terhenti lantaran ada olah TKP. Setelah itu, minimarket tersebut kembali beroperasi normal. Sementara, Pimpinan Bidang Pelayanan Bank Jateng Cabang Semarang Heni Budi sudah melaporkan kejadian itu ke Polsek Gunungpati. (radar semarang)

Most Read

Artikel Terbaru

/