alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Lapak Ganjar Bikin Produksi Batik Tembus Italia

PEKALONGAN – Kisah jatuh-bangun sampai akhirnya kini bisa bertahan berkat program Lapak Ganjar, juga datang dari Kota Pekalongan.

Adalah usaha batik merek Bulan asal Pekalongan. Usaha itu sempat mengalami kelesuan di masa pandemi Covid-19. Namun keikutsertaannya di program Lapak Ganjar, membuat Batik Bulan bisa bertahan dan juga kian berkembang.

Tidak hanya itu, dari Lapak Ganjar itu, Batik Bulan mendapatkan orderan dari luar negeri yaitu Italia. Sang pemilik, Wulan Utoyo, secara terang-terangan menyatakan jika program Lapak Ganjar itulah yang menjadi solusi ketika usahanya lesu akibat pandemi.


“Saya iseng-iseng ikut menjadi follower-nya (follower Instagram @ganjar_pranowo) awalnya. Lalu, saya ikut Lapak Ganjar. Yang ditampilkan di sana (akun @ganjar_pranowo) itu, benar hal yang bermanfaat mengangkat UMKM,” kata Wulan di rumah produksi batiknya di Jalan Gabus, Kabupaten Batang.

Dia pun tertarik mengikutsertakan foto unggahan produknya ke program Lapak Ganjar. Sebab, ketika itu usahanya benar-benar dihajar pandemi. Ternyata, unggahannya tersebut di-repost Lapak Ganjar.  Selain bangga, tidak sedikit dari teman-temanya yang kagum karena unggahan Batik Bulan di-repost Lapak Ganjar.

”Dengan ditampilkan di Lapak Ganjar, follower saya tiba-tiba meningkat. Penjualan tiba-tiba meningkat. Satu hal yang membuat saya sangat berterima kasih dengan adanya Lapak Ganjar,” terangnya.

Satu lagi yang membuat dirinya tak terduga adalah entah bagaimana koneksi yang diadakan di Lapak Ganjar. ”Tahu-tahu dari Italia menelepon kami, meminta produk kami yaitu selendang sutra batik tulis,” tuturnya menceritakan titik cerah usai direpost Lapak Ganjar.

Wulan juga menanyakan ke si pengorder soal tahu dari mana tahu produknya kemudian tertarik. Mereka menjawab, jika info itu datang dari pusat Jakarta. Belum jelas rasa penasarannya, Wulan pun kembali bertanya, dari mana orang tersebut tahu, ternyata mereka jawab, dari program Lapak Ganjar.

“Setelah di-repost itu memang ada peningkatan.  Kami semakin dikenal oleh khalayak sampai ke luar negara,” ujarnya.

Baca Juga :  Kasus Pinjol Bertebaran, Tim Khusus Polresta Surakarta Diterjunkan

Untuk penjualan, kata dia, terjadi peningkatan.

INDAH: Wulan (tengah) bersama karyawannya menunjukkan karya batik di rumah usahanya belum lama ini. (RADAR SEMARANG)

Wulan tak menyebutkan secara detail peningkatannya. Dia hanya mencontohkan, sebelum ikut Lapak Ganjar penjualan hanya 100 lembar batik tulis, setelah ikut Lapak Ganjar, terjadi peningkatan penjualan hingga 200 lembar batik.

Dia juga berbagi pengerjaan batik dengan sejumlah perajin batik atau vendor. Supaya, para perajin tetap bisa berkarya dan bisa menambah pemasukan. Para vendor itu berada di sejumlah tempat seperti di wilayah Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Batang. “Setelah Lapak Ganjar, pengaktifan vendor baru banyak,” tuturnya.

Menurutnya, Lapak Ganjar sangat bermanfaat bagi UMKM. Dia berharap, Lapak Ganjar akan terus mengangkat para UMKM yang memang layak produknya diangkat dan ditampilkan, serta dibantu untuk tumbuh kembangnya. Sehingga usaha bisa bertahan.

Wulan menjelaskan, produk Batik Bulan merupakan batik tulis dengan menyasar bukan pasar menengah ke bawah, tapi menengah ke atas. Dia sangat percaya diri jika batiknya memiliki pasar.

”Saya sangat pede, enggak papa. Semua orang punya nilai masing-masing. Kami harus percaya bahwa kami akan menemukan segmen yang pas, pembeli yang pas, tidak masalah kita bergerak di bawah, tengah, maupun atas,” bebernya.

Bahkan, batik tulisnya itu ada yang pengerjaan selembarnya memakan waktu dua bulan, tiga bulan, bahkan ada yang satu tahun. Tergantung dari tingkat kerumitannya.

Bagi masyarakat yang ingin melihat koleksi batiknya, Wulan mempersilakan masyarakat untuk mendatangi butik batiknya di Jalan Jatayu Residence C11 Jalan WR Supratman, Kota Pekalongan. (akr/ida)

PEKALONGAN – Kisah jatuh-bangun sampai akhirnya kini bisa bertahan berkat program Lapak Ganjar, juga datang dari Kota Pekalongan.

Adalah usaha batik merek Bulan asal Pekalongan. Usaha itu sempat mengalami kelesuan di masa pandemi Covid-19. Namun keikutsertaannya di program Lapak Ganjar, membuat Batik Bulan bisa bertahan dan juga kian berkembang.

Tidak hanya itu, dari Lapak Ganjar itu, Batik Bulan mendapatkan orderan dari luar negeri yaitu Italia. Sang pemilik, Wulan Utoyo, secara terang-terangan menyatakan jika program Lapak Ganjar itulah yang menjadi solusi ketika usahanya lesu akibat pandemi.

“Saya iseng-iseng ikut menjadi follower-nya (follower Instagram @ganjar_pranowo) awalnya. Lalu, saya ikut Lapak Ganjar. Yang ditampilkan di sana (akun @ganjar_pranowo) itu, benar hal yang bermanfaat mengangkat UMKM,” kata Wulan di rumah produksi batiknya di Jalan Gabus, Kabupaten Batang.

Dia pun tertarik mengikutsertakan foto unggahan produknya ke program Lapak Ganjar. Sebab, ketika itu usahanya benar-benar dihajar pandemi. Ternyata, unggahannya tersebut di-repost Lapak Ganjar.  Selain bangga, tidak sedikit dari teman-temanya yang kagum karena unggahan Batik Bulan di-repost Lapak Ganjar.

”Dengan ditampilkan di Lapak Ganjar, follower saya tiba-tiba meningkat. Penjualan tiba-tiba meningkat. Satu hal yang membuat saya sangat berterima kasih dengan adanya Lapak Ganjar,” terangnya.

Satu lagi yang membuat dirinya tak terduga adalah entah bagaimana koneksi yang diadakan di Lapak Ganjar. ”Tahu-tahu dari Italia menelepon kami, meminta produk kami yaitu selendang sutra batik tulis,” tuturnya menceritakan titik cerah usai direpost Lapak Ganjar.

Wulan juga menanyakan ke si pengorder soal tahu dari mana tahu produknya kemudian tertarik. Mereka menjawab, jika info itu datang dari pusat Jakarta. Belum jelas rasa penasarannya, Wulan pun kembali bertanya, dari mana orang tersebut tahu, ternyata mereka jawab, dari program Lapak Ganjar.

“Setelah di-repost itu memang ada peningkatan.  Kami semakin dikenal oleh khalayak sampai ke luar negara,” ujarnya.

Baca Juga :  Tindaklanjuti Aturan PPKM Level 3, Pemkot Surakarta Siap Terapkan Lockdown

Untuk penjualan, kata dia, terjadi peningkatan.

INDAH: Wulan (tengah) bersama karyawannya menunjukkan karya batik di rumah usahanya belum lama ini. (RADAR SEMARANG)

Wulan tak menyebutkan secara detail peningkatannya. Dia hanya mencontohkan, sebelum ikut Lapak Ganjar penjualan hanya 100 lembar batik tulis, setelah ikut Lapak Ganjar, terjadi peningkatan penjualan hingga 200 lembar batik.

Dia juga berbagi pengerjaan batik dengan sejumlah perajin batik atau vendor. Supaya, para perajin tetap bisa berkarya dan bisa menambah pemasukan. Para vendor itu berada di sejumlah tempat seperti di wilayah Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Batang. “Setelah Lapak Ganjar, pengaktifan vendor baru banyak,” tuturnya.

Menurutnya, Lapak Ganjar sangat bermanfaat bagi UMKM. Dia berharap, Lapak Ganjar akan terus mengangkat para UMKM yang memang layak produknya diangkat dan ditampilkan, serta dibantu untuk tumbuh kembangnya. Sehingga usaha bisa bertahan.

Wulan menjelaskan, produk Batik Bulan merupakan batik tulis dengan menyasar bukan pasar menengah ke bawah, tapi menengah ke atas. Dia sangat percaya diri jika batiknya memiliki pasar.

”Saya sangat pede, enggak papa. Semua orang punya nilai masing-masing. Kami harus percaya bahwa kami akan menemukan segmen yang pas, pembeli yang pas, tidak masalah kita bergerak di bawah, tengah, maupun atas,” bebernya.

Bahkan, batik tulisnya itu ada yang pengerjaan selembarnya memakan waktu dua bulan, tiga bulan, bahkan ada yang satu tahun. Tergantung dari tingkat kerumitannya.

Bagi masyarakat yang ingin melihat koleksi batiknya, Wulan mempersilakan masyarakat untuk mendatangi butik batiknya di Jalan Jatayu Residence C11 Jalan WR Supratman, Kota Pekalongan. (akr/ida)


Most Read

Artikel Terbaru