alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Gubernur Ganjar Minta Daerah Targetkan Vaksinasi Booster Tiga Bulan Rampung

BANYUMAS – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo meminta seluruh daerah menggenjot vaksinasi booster. Targetnya dalam waktu tiga bulan penyerbuan vaksinasi booster bisa dilakukan serentak dan selesai.

Hal itu disampaikan Ganjar saat meninjau vaksinasi booster di SMKN 2 Purwokerto, Senin (18/7). Meski tidak mudah, ia meminta semua pihak memiliki kesadaran untuk menyelesaikan vaksinasi tahap ketiga itu.

”Sekarang kami gencarkan vaksinasi booster. Sekolah menjadi salah satu sasaran. Meski ini agak tidak mudah, namun saya mau tiga bulan ke depan semua bisa diserbu,” katanya.


Stok vaksin booster, lanjut Ganjar, di Jateng dalam kondisi aman. Ia meminta daerah yang kehabisan vaksin segera koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng.

”Tugas saya menyediakan, yang kehabisan segera minta. Umpama Jepara kemarin bilang sudah kehabisan, ya cepat telepon dan minta. Nanti kami kasih. Jangan hanya menunggu, tidak boleh lagi hanya menunggu. Dinasnya harus proaktif dan teman-teman kepala desa (kades) bisa membantu,” tegasnya.

Untuk vaksin booster di Jateng, sampai saat ini baru sekitar 20,01 persen. Untuk total populasi, masih 24,67 persen yang sudah tervaksin. ”Banyumas ini sudah bagus, sudah di atas 26 persen. Tapi kami tetap minta digenjot terus,” ucapnya.

Tak hanya siswa sekolah yang jadi sasaran, Ganjar juga meminta vaksinasi booster untuk masyarakat umum digencarkan. Pasalnya, dari informasi siswa sekolah di SMKN 2 Purwokerto, ada orang tua mereka yang belum divaksin booster.

”Obrolan saya dengan siswa tadi, orang tuanya ada yang belum divaksin booster. Kakeknya ada yang belum. Maka sebenarnya dari siswa, satu sekolah kami jadikan pusat di sekitarnya bisa masuk ke sini terus kita percepat. Kami titip nanti untuk para guru semuanya membantu. Nah kami bisa tanya, orang tuamu sudah apa belum, kakek-nenekmu sudah apa belum, tetanggamu sudah apa belum. Artinya secara umum kita akan bisa tahu kondisinya,” tegasnya.

Baca Juga :  Nelayan di Rembang 'Nganggur' Dua Bulan, Gubernur Surati Menteri KP

Kalau di sekolah bisa dilakukan akselerasi, bukan tidak mungkin masyarakatnya juga bisa diajak. Harus ada sosialisasi agar boosting-nya ini bisa dilakukan lebih cepat.

”Harapan kami masyarakat sadar, masyarakat mau, tidak usah disuruh-suruh. Itu sudah tahun ketiga sehingga kesadaran yang dibangun itu akan membantu aktivitas mereka. Kan sudah ada syarat sekarang, masuk mal, perjalanan, naik kereta api, semua sudah ada. Yuk kita bangun kesadaran untuk mau di-boosting sehingga dirinya aman. Apalagi mereka mau pakai masker, insyaallah perjalanan aman, aktivitas juga aman,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu siswa, Firly Firmansyah mengatakan senang ada vaksinasi booster di sekolahnya. Sebab, dengan cara itu dirinya bisa terlindung dari Covid-19. ”Yang paling penting itu bisa sehat dan aman. Selain itu, sekarang kan aturannya mau ke mana-mana harus sudah booster, jadi lebih nyaman kalau sudah divaksin,” katanya.

Ia membenarkan masih banyak temannya dan orang tua di lingkungannya yang belum vaksin booster. Ia berharap agar vaksinasi booster dipercepat dan masyarakat terus diedukasi. ”Harapannya vaksinasi booster dipercepat lagi, supaya merata dan semua masyarakat terlindungi,” ucapnya. (akr/ida/zen)

BANYUMAS – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo meminta seluruh daerah menggenjot vaksinasi booster. Targetnya dalam waktu tiga bulan penyerbuan vaksinasi booster bisa dilakukan serentak dan selesai.

Hal itu disampaikan Ganjar saat meninjau vaksinasi booster di SMKN 2 Purwokerto, Senin (18/7). Meski tidak mudah, ia meminta semua pihak memiliki kesadaran untuk menyelesaikan vaksinasi tahap ketiga itu.

”Sekarang kami gencarkan vaksinasi booster. Sekolah menjadi salah satu sasaran. Meski ini agak tidak mudah, namun saya mau tiga bulan ke depan semua bisa diserbu,” katanya.

Stok vaksin booster, lanjut Ganjar, di Jateng dalam kondisi aman. Ia meminta daerah yang kehabisan vaksin segera koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng.

”Tugas saya menyediakan, yang kehabisan segera minta. Umpama Jepara kemarin bilang sudah kehabisan, ya cepat telepon dan minta. Nanti kami kasih. Jangan hanya menunggu, tidak boleh lagi hanya menunggu. Dinasnya harus proaktif dan teman-teman kepala desa (kades) bisa membantu,” tegasnya.

Untuk vaksin booster di Jateng, sampai saat ini baru sekitar 20,01 persen. Untuk total populasi, masih 24,67 persen yang sudah tervaksin. ”Banyumas ini sudah bagus, sudah di atas 26 persen. Tapi kami tetap minta digenjot terus,” ucapnya.

Tak hanya siswa sekolah yang jadi sasaran, Ganjar juga meminta vaksinasi booster untuk masyarakat umum digencarkan. Pasalnya, dari informasi siswa sekolah di SMKN 2 Purwokerto, ada orang tua mereka yang belum divaksin booster.

”Obrolan saya dengan siswa tadi, orang tuanya ada yang belum divaksin booster. Kakeknya ada yang belum. Maka sebenarnya dari siswa, satu sekolah kami jadikan pusat di sekitarnya bisa masuk ke sini terus kita percepat. Kami titip nanti untuk para guru semuanya membantu. Nah kami bisa tanya, orang tuamu sudah apa belum, kakek-nenekmu sudah apa belum, tetanggamu sudah apa belum. Artinya secara umum kita akan bisa tahu kondisinya,” tegasnya.

Baca Juga :  Ngeri! Kapal di Pelabuhan Tegal Alami Kebakaran Hebat

Kalau di sekolah bisa dilakukan akselerasi, bukan tidak mungkin masyarakatnya juga bisa diajak. Harus ada sosialisasi agar boosting-nya ini bisa dilakukan lebih cepat.

”Harapan kami masyarakat sadar, masyarakat mau, tidak usah disuruh-suruh. Itu sudah tahun ketiga sehingga kesadaran yang dibangun itu akan membantu aktivitas mereka. Kan sudah ada syarat sekarang, masuk mal, perjalanan, naik kereta api, semua sudah ada. Yuk kita bangun kesadaran untuk mau di-boosting sehingga dirinya aman. Apalagi mereka mau pakai masker, insyaallah perjalanan aman, aktivitas juga aman,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu siswa, Firly Firmansyah mengatakan senang ada vaksinasi booster di sekolahnya. Sebab, dengan cara itu dirinya bisa terlindung dari Covid-19. ”Yang paling penting itu bisa sehat dan aman. Selain itu, sekarang kan aturannya mau ke mana-mana harus sudah booster, jadi lebih nyaman kalau sudah divaksin,” katanya.

Ia membenarkan masih banyak temannya dan orang tua di lingkungannya yang belum vaksin booster. Ia berharap agar vaksinasi booster dipercepat dan masyarakat terus diedukasi. ”Harapannya vaksinasi booster dipercepat lagi, supaya merata dan semua masyarakat terlindungi,” ucapnya. (akr/ida/zen)


Most Read

Artikel Terbaru

/