alexametrics
29.8 C
Kudus
Tuesday, May 17, 2022

Kasus Pinjol Bertebaran, Tim Khusus Polresta Surakarta Diterjunkan

SOLO – Adanya kemungkinan kasus penggerebekan tujuh kantor sindikat Pinjaman Online (Pinjol) di Tangerang berkaitan dengan kasus di Kota Bengawan menyita perhatian Polresta Surakarta. Untuk menyelediki kasus ini, Polresta Surakarta akhirnya menerjunkan tim khusus.

Kasatreskrim Polresta Surakarta AKP Djohan Andika mengatakan, saat ini tengah menjalani komunikasi intensif dengan Polda Metro Jaya. Mengingat pinjol ilegal yang digerebek itu cukup besar, sehingga bisa saja ada hubungannya dengan Kota Bengawan.

“Siapa tahu ada nasabah dari Solo. Proses penyelidikan masih dilakukan. Apakah pelaku juga ada di Solo. Ini kami masih menjalin komunikasi,” katanya.


Djohan menambahkan, tim khusus penanganan pinjol ilegal yang dia pimpin terus berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kota Surakarta. Koordinasi itu untuk memastikan jasa pinjol atau financial technology (fintech) peer to peer lending mana yang terdaftar dan berizin serta mana yang tidak berizin atau terdaftar.

Baca Juga :  Breaking News! Bus Rombongan Asal Kudus Terguling di Alas Roban

“Ada beberapa laporan pengaduan masyarakat yang masuk, kami masih tahap penyelidikan. Jumlah laporannya tidak banyak, tidak sebanyak arisan online,” katanya.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menegaskan, jajarannya terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak dalam upaya mendukung pemerintah memerangi pinjol ilegal. Saat ini penyelidikan mengarah pada kemungkinan adanya pelaku maupun korban dari penggerebekan markas pinjol di Jakarta dan Jogja yang berasal dari Kota Bengawan.

Ade mengatakan, saat ini Polresta Solo terus bergerak melalui tim khusus yang telah terbentuk khusus untuk menangani kasus. “Koordinasi efektif dengan Polda Jateng, polda tetangga, terkait ungkap kasus yang sudah mereka tangani siapa tahu mengait ke TKP (tempat kejadian perkara) kami,” katanya. (nac)

SOLO – Adanya kemungkinan kasus penggerebekan tujuh kantor sindikat Pinjaman Online (Pinjol) di Tangerang berkaitan dengan kasus di Kota Bengawan menyita perhatian Polresta Surakarta. Untuk menyelediki kasus ini, Polresta Surakarta akhirnya menerjunkan tim khusus.

Kasatreskrim Polresta Surakarta AKP Djohan Andika mengatakan, saat ini tengah menjalani komunikasi intensif dengan Polda Metro Jaya. Mengingat pinjol ilegal yang digerebek itu cukup besar, sehingga bisa saja ada hubungannya dengan Kota Bengawan.

“Siapa tahu ada nasabah dari Solo. Proses penyelidikan masih dilakukan. Apakah pelaku juga ada di Solo. Ini kami masih menjalin komunikasi,” katanya.

Djohan menambahkan, tim khusus penanganan pinjol ilegal yang dia pimpin terus berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kota Surakarta. Koordinasi itu untuk memastikan jasa pinjol atau financial technology (fintech) peer to peer lending mana yang terdaftar dan berizin serta mana yang tidak berizin atau terdaftar.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Fokus Rampungkan Perbaikan RTLH 2022

“Ada beberapa laporan pengaduan masyarakat yang masuk, kami masih tahap penyelidikan. Jumlah laporannya tidak banyak, tidak sebanyak arisan online,” katanya.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menegaskan, jajarannya terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak dalam upaya mendukung pemerintah memerangi pinjol ilegal. Saat ini penyelidikan mengarah pada kemungkinan adanya pelaku maupun korban dari penggerebekan markas pinjol di Jakarta dan Jogja yang berasal dari Kota Bengawan.

Ade mengatakan, saat ini Polresta Solo terus bergerak melalui tim khusus yang telah terbentuk khusus untuk menangani kasus. “Koordinasi efektif dengan Polda Jateng, polda tetangga, terkait ungkap kasus yang sudah mereka tangani siapa tahu mengait ke TKP (tempat kejadian perkara) kami,” katanya. (nac)

Most Read

Artikel Terbaru

/